SBMPTN

Sudah Tau? Berikut ini Persyaratan SBMPTN

SBMPTN dibuka pada tanggal 27 April 2019 pada pukul 22.00. Bagi Anda yang sudah siap untuk melaksanakan kompetisi ini, ada beberapa persyaratan SBMPTN 2019 yang harus Anda penuhi. Kelengkapan berkas merupakan salah satu faktor penting agar Anda bisa mengikuti tes. 

Pada umumnya, pendaftaran untuk SBMPTN terdiri dari dua kelompok yaitu reguler dan bidikmisi. Persyaratannya sedikit berbeda. Apa aja? Yuk langsung aja. 

Persyaratan SBMPTN 2019 Untuk Calon Mahasiswa Reguler

Yang dimaksud jalur reguler adalah calon mahasiswa yang tidak mendaftar untuk beasiswa alias dengan biaya sendiri. Mereka melakukan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia. Calon mahasiswa reguler harus melengkapi persyaratan di bawah ini : 

1. Peserta SBMPTN Harus Warga Negara Indonesia

Syarat yang pertama peserta SBMPTN haruslah Warga Negara Indonesia. Jika ada warga negara asing yang ingin mengikuti tes maka bisa melalui jalur khusus tergantung kebijakan masing-masing perguruan tinggi.

2. Memiliki Kesehatan yang Bagus dan Baik 

Anda harus mempunyai surat keterangan sehat yang biasanya dikeluarkan oleh puskesmas atau rumah sakit daerah. Anda harus datang sendiri dan melakukan tes kesehatan. Beberapa PTN bahkan ada yang mensyaratakan surat bebas narkoba untuk beberapa jurusan tertentu. Jadi siapkan semuanya.  

3. Peserta Lulusan Tahun 2016 dan 2017 Harus Sudah Memiliki Ijazah

Siswa yang lulus pada Tahun 2016 dan 2017 harus sudah memiliki ijazah. Jika belum, maka Anda bisa mengurusnya di sekolah masing-masing. Jangan lupa untuk meminta legalisir juga. 

4. Peserta Lulusan Tahun 2019 Minimal Harus Sudah Mempunyai SKL 

Bagi Anda yang baru lulus Tahun 2019 tidak masalah jika belum ada ijazah. Anda bisa menggantinya dengan surat keterangan lulus yang dikeluarkan oleh sekolah masing-masing. 

5. Diikuti Siswa SMA/MA/SMK dan Paket C

SBMPTN bisa diikuti oleh SMA/MA/SMK atau sederajat. Bagaimana dengan lulusan pesantren yang tidak memiliki ijazah formal? Atau lulusan homescooling, kan tidak punya NISN? Berdasarkan pernyataan yang diungkapkan oleh Ketua Panitia Lokal Prof Dr Sutrisno MAg, siswa homeschooling dan pesantren bisa mengikuti tes SBMPTN. 

Walaupun tidak memiliki NISN. Hal ini dikarenakan ujiannya dilaksanakan secara tertulis bukan berdasarkan nilai yang membutuhkan raport. Dengan syarat, mereka harus sudah menyelesaikan jenjang sekolah menengahnya. Kementerian Agama juga sudah memfasilitasi siswa pesantren yang tidak menempuh pendiikan formal dengan ujian kesetaraan. 

6. Harus Memenuhi Persyaratan Masing-Masing PTN 

Masing-masing PTN juga menetapkan persyaratan sendiri. Tapi biasanya persyaratan ini baru diminta jika Anda sudah lolos tes. Jadi, lebih baik bertanya kepada pengalaman kakak tingkat yang sudah lulus dan diterima di PTN yang juga Anda tuju. 

7. Membayar Biaya Pendaftaran 

Karena ini adalah jalur reguler yang tidak dibiayai oleh pemerintah. Maka untuk pendaftaran Anda dikenakan biaya sebesar Rp. 200.000 yang bisa dibayarkan kepada panitia melalui Bank BNI, Mandiri dan BTN. 

Lalu bagaimana dengan persyaratan untuk peserta yang melalui jalur bidikmisi? 

Persyaratan Bagi Pendaftar Jalur Bidikmisi 

Bidikmisi adalah sebuah program yang dibentuk oleh pemerintah. Gunanya untuk membantu para calon mahasiswa yang ingin berkuliah tetapi tidak mempunyai biaya. Program ini memberikan bantuan berupa SPP atau uang gedung gratis dan biaya hidup per bulannya Rp.700.000.

Fasilitas lain yang didapatkan yaitu calon peserta SBMPTN tidak perlu membayar biaya pendaftaran sebesar Rp.200.000. Karena sudah otomatis dibayarkan oleh pemerintah. Inilah yang membedakan persyaratan peserta reguler dengan peserta bidikmisi. Selebihnya tidak ada. 

Namun, untuk mendaftar bidikmisi. Ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi baik oleh sekolah maupun oleh siswa. Berikut ini, persyaratan yang harus dilengkapi oleh sekolah : 

1. Terlebih Dahulu Sekolah Harus Mendaftarkan Sekolahnya 

Sekolah harus mendaftar di laman https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/. Bagaimana dengan sekolah yang belum terakreditasi? Tetap bisa mendaftar dengan cara mengisikan nilai 0 pada kolom nilai akreditasi. 

2. Verifikasi Pendaftaran

Kemenristekdikti akan memverikasi pendaftaran sekolah disertai dengan kode akses selama 1×24 jam pada jam kerja. Tidak lebih dari itu. 

3. Sekolah yang Sudah Mempunyai Kode Akses, Bisa Mendaftarkan Siswanya Dengan NISN atau NPSN

Perlu diketahui, siswa penerima bidikmisi ada dua jenis. Siswa penerima KIP dan bukan penerima KIP. Jika sudah mempunyai KIP langsung bisa melakukan pendaftaran di laman bidikmisi. Tetapi jika belum memiliki KIP, pendaftaran dilakukan melalui sekolah masing-masing. 

4. Pemberian Kode Akses Kepada Siswa 

Setelah merekomendasikan siswa, sekolah kemudian memberikan kode akses dan nomor pendaftaran. Agar digunakan untuk menyelesaikan tahapan pendaftaran bidikmisi. 

Lalu apa saja syarat yang dipenuhi oleh siswa agar bisa mendatar SBMPTN 2019? 

5. Adalah Siswa Yang Tergolong Kurang Mampu

Syarat pertama siswa harus meminta surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat. Disertai dengan slip gaji yang menunjukkan bahwa orang tua yang bersangkutan tidak memperoleh gaji di atas Rp. 4.000.000 dan dibawah Rp 750.000. 

6. Memiliki NISN atau NPSN 

Yaitu harus memiliki Nomor Induk Siswa Nasional atau Nomor Pokok Sekolah Nasional yang sudah dinyatakan valid pada Pusat Data Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK). Pasti Anda sudah memilikinya kan? 

7. Batasan Usia 

Untuk mendaftar bidikmisi syarat usia maksimal adalah 21 tahun. Tidak boleh lebih dari itu. 

8. Rekomendasi Sekolah

Siswa harus memiliki rekomendasi dari sekolah mengenai prestasi yang diraih. Baik akademik maupun non akademik. 

9. Terkait PTN dan PTS 

Peserta bidikmisi boleh mengikuti tes SBMPTN 2019 dan memenuhi syarat yang sama dengan para peserta reguler. Juga bisa mendaftar pada SNMPTN, Politeknik, UT dan PTS.  Kabar gembiranya, peserta bidikmisi tidak dikenakan biaya sepeserpun. 

Sekarang Anda sudah paham kan bagaimana alur pendaftaran dan syarat yang harus dipenuhi? Jika sudah mulailah persiapan dari sekarang. Agar ketika pendaftaran dibuka Anda sudah bisa langsung mendaftar tanpa harus ribet dengan beberapa berkas yang belum diurus. 

Keuntungan Mendaftar SBMPTN 2019 

SBMPTN mempunyai keunggulan dibanding sistem yang lainnya. Pertama Anda tidak perlu khawatir jika nilai di sekolah tidak mumpuni. Karena penilaian pada tes ini berdasarkan skor jawaban pada tes nantinya. 

Kedua, jika mendaftar pada jalur SBMPTN akan memudahkan Anda ketika sudah memasuki masa perkuliahan. Karena biasanya, peserta jalur ini tidak lagi dibebankan pada biaya ujian komprehensif, ujian magang atau yang lainnya. 

Ketiga, Anda bisa mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Dan sejauh mana hal tersebut bisa menjadi daya saing ketika sudah di perkuliahan. Pengetahuan yang didapatkan peserta tes selama masa belajar menjadi nilai plus bagi mereka, karena memiliki pengetahuan lebih dibandingkan dengan jalur lainnya yang tidak mengadakan tes.  

Terakhir, persyaratan SBMPTN 2019 harus benar-benar Anda pahami dan lengkapi. Karena salah satu faktor keberhasilan. Ribet? Tentu tidak jika Anda bisa memanajemen waktu dan tenaga secara lebih efektif. Toh sekarang teknologi sudah maju kan? Manfaatkan hal itu sebaik mungkin. 

Related Articles

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close