SBMPTN

Daya Tampung SBMPTN Terbatas, Lihat Peluang Anda Melalui Nilai UTBK

Tiap tahun seluruh PTN di negeri ini memberikan kuota SBMPTN untuk penerimaan calon mahasiswa baru. Kuota yang disediakan setiap kampus tak sama satu dengan yang lain. Hal ini tergantung dari jalur masuk yang mereka pilih, baik itu dari jalur SNMPTN, SBMPTN, ataupun jalur Ujian Mandiri. Seringkali kegagalan yang dialami peserta SBMPTN karena salah pilih prodi, serta salah prediksi daya tampung SBMPTN untuk prodi tiap PTN yang berbeda-beda.

Mengapa demikian? Ada suatu hal yang perlu Anda ketahui. Sebetulnya tingkat keketatan suatu prodi ini dipengaruhi oleh jumlah peminat dan daya tampung jurusan tersebut. Hal ini pun bisa diketahui dari kuota yang tersedia serta angka persentase peminatnya. Jadi, makin tinggi tingkat kesulitan atau keketatan program studi, maka makin kecil pula tingkat peluang masuknya. 

Cermat Mengambil Peluang Melalui UTBK dari Daya Tampung SBMPTN yang Ada

Jumlah peserta SBMPTN makin membludak, sedangkan bangku yang disediakan PTN jumlahnya terbatas. Karenanya, Anda harus cermat dalam mengambil keputusan dari berbagai peluang yang ada. Sebut saja peluang dari peminat dan daya tampung prodi. Sebagai contoh, pada tahun 2017, angka peminat jurusab Pendidikan Kedokteran di UI jumlahnya mencapai 4.014 orang. Namun, kuota yang ada hanya untuk 126 orang.

Anda pun bisa mengambil peluang dari nilai UTBK yang dimiliki. Seperti yang kita tahu, nilai UTBK penting untuk didapatkan sebab nilai tersebut menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar dapat mengikuti ujian SBMPTN. Membaca ini mungkin Anda sangsi mendapatkan peluang dari daya tampung SBMPTN yang terbatas dengan nilai UTBK. Artikel ini akan menerangkan dan membahas beberapa tips berguna untuk memperbesar peluang Anda.

1. Penjelasan Singkat UTBK dan Sistem SBMPTN

Mungkin beberapa orang belum cukup akrab pada sistem SBMPTN terbaru. Sistem SBMPTN tahun ini sangat berbeda jauh dari metode pendahulunya. Di tahun sebelumnya, SBMPTN diperuntukkan sebagai ujian yang digelar secara nasional untuk memilih peserta supaya bisa masuk Universitas yang tersebar di seluru nusantara. Namun, sekarang SBMPTN menjadi proses seleksi tanpa ujian, Anda hanya perlu nilai dari UTBK.

UTBK merupakan akronim dari Ujian Tertulis Berbasis Komputer, di mana ujian ini menggunakan komputer yang dilakukan lebih dari satu kali setahun. Dengan nilai UTBK Anda bisa memanfaatkannya sebagai alur SBMPTN, jalur seleksi mandiri pada beberapa Perguruan Tinggi dan juga untuk PTS. Pastinya akan ada PTN Maupun PTS yang memberikan akses untuk seleksi mandiri tanpa perlu ujian lagi, Anda hanya perlu memakai nilai UTBK Anda saja. 

Maksimal kesempatan mengikuti UTBK bagi siswa siswi ialah sebesar 2 kali. Dari kedua hasil ujian tersebut, Anda bisa menggunakan nilai tertinggi untuk mendaftar. Dengan daya tampung SBMPTN yang terbilang terbatas, kesempatan ini baiknya Anda manfaatkan dengan maksimal. Untuk mengetahui nilai UTBK, Anda bisa melihat nilai tersebut di laman situs LTMPT setelah sepuluh hari setelah melaksanakan UTBK. 

2. Beberapa Hal Mengenai Alur UTBK dan Passing Grade PTN

Nilai UTBK Anda miliki akan digunakan untuk seleksi SBMPTN. Nilai tersebut akan diranking dengan peserta lainnya yang memilih prodi dan PTN yang sama dengan Anda. Peserta yang diterima ditentukan dari jumlah daya tampung yang tersedia. Misalnya saja kuota untuk jurusan ekonomi sebanyak 30 orang, maka dari sekian banyaknya pendaftar dari prodi itu yang terpilih 30 orang berdasarkan peringkat terbaik.

Contoh tersebut hanyalah gambaran dengan perhitungan sederhana. Sebab, praktiknya kemungkinan akan jauh lebih pelik. Bisa saja ditiap jurusan memiliki subtes UTBK yang menjadi diutamakan dan sebaliknya. Poin utama di sini ialah dikarenakan terbatasnya daya tampung SBMPTN pada kuota prodi tiap PTN, hal inilah yang membuat peserta dengan nilai terbaik yang mempunyai kesempatan lolos. 

Lalu, mengapa PTN mengeluarkan pernyataan passing grade mereka sejak awal penerimaan mahasiswa baru? Sebut saja Agar lolos pada jurusan A maka nilai standarnya sebesar 750. Namun, apakah Anda tahu? Bila PTS dan PTN melakukan hal tersebut yang terjadi, besar kemungkinan para peserta tidak mendaftar ke jurusan itu atau bahkan tidak ada peserta yang lolos di sana.

Kalaupun tiap Universitas menetapkan passing grade dengan nilai rendah, yang terjadi peserta lulus seleksi lebih banyak daripada daya tambung kampus itu sendiri. Karena itu, lebih baik semua kampus tidak mengungumkan secara resmi strandar minimalnya. 

3. Memprediksi Kesempatan Anda di SBMPTN

Karena ini berdasarkan daya tampung SBMPTN, tentu nilai terendah yang lulus standar tiap tahun akan berbeda. Misalnya, dari 30 peserta yang lolos nilai terendahnya ialah nilai si C yakni 750. Standar 750 ini belum tentu berlaku lag tahun depan. Bisa jadi lebih rendah ataupun lebih tinggi. Semua tergantung dari nilai para peserta yang memilih program studi pada tahun yang berlaku. Jadi garis besarnya tidak ada yang mengetahui secara pasti batasan atau nilai standar tersebut.

Sebab, nilai terendah ini baru diketahui sesudah proses penyeleksian selesai. Dengan begitu, Anda masih disibukkan dengan menerka-nerka peluang Anda di terima tidaknya melalui nilai UTBK yang Anda punya. Penyelesaiannya dapat diketahui bila Anda berpikir secara rasinalisasi maupun logisasi. Apapun itu, Anda masih bisa menemukan cara mendapatkan peluang diterma di PTN pilihan Anda.

4. Bagaimana Cara untuk Mengukur Peluang Lolos SBMPTN?

Cara singkat untuk mengukur peluang paling bagus yaitu dengan membuat patokan. Jadi, patokan ini diambil dari nilai passing grade terendah yang ada di tahun sebelumnya. Seperti pada contoh, minimal standar yang ditetapkan yakni 750. Dan hasil UTBK Anda sebesar 850, hasil ini tentu bisa membuat Anda bernapas lega. Sebab, kesempatan lolos terbuka lebar dengan dugaan peserta lainnya nilainya tidak jauh beda.

Atas dasar dugaan yang sama pula, seandainya di tahun sebelumnya nilai terendah ialah 750, akan tetapi nilai Anda hanya 650, peluang Anda lolos pun sangat tipis. Karena itu, di tahun 2020, Anda bisa mengambil standar di tahun 2019, sebagai gambaran untuk peluang Anda. Dengan demikian, Anda bisa menggunakan passing grade tersebut sebagai acuan untuk berusaha keras bisa mendapatkan nilai lebih tinggi dari nilai standar tersebut. 

Anda juga bisa menggunakan indikator lainnya walau hanya seadanya yang tersedia, seperti dari ringkasan data nilai peserta, kuota, serta daya tampung program studi untuk PTN, hasil dari berbagai survei dan lain sebagainya. Meskipun tidak ada metode baku untuk menentukan pilihan SBMPTN dari beberapa indikator ini, semua indikator ini bisa dicoba.

Melihat peluang untuk bisa lolos menggunakan nilai UTBK tentu layak dicoba. Jika Anda merasa berat mengejar nilai tertinggi, Anda masih bisa memperoleh kesempatan mendapatkan satu bangku kuliah walaupun hanya mengincar nilai terendahnya saja. Sebab, menghadapi peserta yang luar biasa banyak namun daya tampung SBMPTN yang tersedia tak banyak, Anda harus cermat menganalisis peluang yang ada. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close