Kimia

Unsur Periode Ketiga : Sifat logam, Perduksi dan Pengoksidasi

Hallo sahabat edura! Sekolah online tidak menjadi halangan dalam terus menambah wawasan khusunya di bangku sekolah ini. Berjauhan dengan guru dan teman-teman namun hati dan pikiran tetap berdekatan. Kali ini admin akan membagikan materi kimia SMA yaitu Unsur Periode Ketiga.

Unsur Periode Ketiga

unsur periode ketiga
Photo by Alex Kondratiev on Unsplash

Unsur-unsur periode ketiga adalah unsur-unsur yang memiliki jumlah kulit utama 3 dan jumlah elektron valensi yang berbeda. Elektron valiensinya dimulai dari satu hingga delapan. Unsur-unsur periode ketiga adalah natrium (Na), magnesium (mg), alumunium (Al), silikon (Si), fosforus atau fosfor (P), belerang (S), klorin(Cl) dan argon (Ar).

Perbedaan elektron valiensi menyebabkan perbedaan sifat kimia. Karena sifat kimia yang berbeda dalam satu periode dari kiri ke kanan mempunyai kenaikan yang teratur sehingga sifat kimianya berubah bertahap.

Sifat Fisik Unsur Periode Ketiga

sifat logam dan non logam
Source : KEMDIKBUD

Berdasarkan tabel diatas titik leleh unsur Na sampai S berwujud padat, sedangkan Cl dan Ar berwujud gas. Na, Mg, Al dan Si dapat menghantarkan arus listrik bersifat logam. Sifat logam dari Na ke Al berkurang, Si bersifat semi logam sedangkan P sampai Ar bersifat non logam.

Sifat Kimia Unsur Periode Ketiga

Konfigurasi unsur-unsur periode ketiga
Konfigurasi unsur-unsur periode ketiga

Dari tabel dapat disimpulkan bahwa unusr Na, Mg dan Al dapat mencapai kestabilannya dengan melepaskan elektron, Unsur P, S, Cl mencapai kestabilan dengan menerima elektron. Unsur Si bersifat semi logam dan unsur Ar termasuk unsur gas mulia.

jari-jari atom dan energi ionisasi unsur periode ketiga
jari-jari atom dan energi ionisasi unsur periode ketiga

Jari-jari atom dari kiri ke kanan (Na ke Cl) makin kecil. Hal itu disebabkan oleh muatan inti (proton) atom yang sebelah kanan makin besar sehingga gaya tarik menarik antara inti atom dengan elektron-elektron makin kuat yang membuat jarak inti ke elektron terluar (jari-jari atom) makin kecil.

“Jari-jari atom unsur periode ketiga dari kiri ke kanan semakin kecil, energi ionisasi dan keelektronegatifan makin ke kanan makin besar

Dikarenakan energi ionisasi semakin besar kiri ke kanan menjadikan Na ke Cl sukar untuk melepas elektron.

Sifat logam pada suatu unsur makin mudah untuk melepaskan elektron (energi ionisasi rendah), sedangkan sifat non-logam semakin mudah untuk menyerap elektron (energi ioniasi tinggi).

Sifat Pereduksi dan Pengoksidasi

Pereduksi atau reduktor adalah zat pemberi elektron dan pengoksidasi / oksidasi adalah zat penyerap elektron. Maka dari itu unsur- unsur periode ketiga dapat dinyatakan.

Dari kiri ke kanan daya pengoksidasi makin besar. Sebaliknya, dari kanan ke kiri daya pereduksi semakin besar

Potensial Elektrode Standar E°
Potensial Elektrode Standar E°

Logam natrium, magnesium, dan al uminium mempunyai daya pereduksi kuat. Daya pereduksi natrium lebih kuat dari magnesium dan daya pereduksi magnesium lebih kuat dari aluminium. Untuk melihat perbedaan kekuatan daya pereduksi dari ketiga logam ini, dapat dibuktikan dengan reaksi masing-masing terhadap air.

Natrium bereaksi sangat cepat dengan air dan bersifat sangat eksplosif (mudah meledak). Hal itu disebabkan reaksi natrium dengan air mengeluarkan gas H, dan reaksinya merupakan reaksi eksoterm. Reaksi natrium dengan air adalah sebagai berikut.

2 Na(s)+2 H_2O(l)\rightarrow 2Na^+(aq) + 2OH^- (aq)+H_2 (g)+ energi

Daya pereduksi Si sangat lemah, Si tidak bereaksi dengan air, fosfor mempunyai sifat pereduksi dan pengoksidasi yang lemah tetapi dengan oksidator kuat dapat bertindak sebagai pereduksi.

Reaksi : P_4 (s) + 5 O_2 (g)\rightarrow 2 P_2O_5 (s)
Klor merupakan oksidator yang kuat, klor dapat mengoksidasi logam alkali, alkali tanah, dan logam transisi membentuk senyawa klorida.

Reaksi : 2 Na(s) + Cl_2 (g) \rightarrow 2 NaCl (s)
Mg (s) + Cl_2(g) \rightarrow MgCl_2 (s)
2Au(s) + 3 Cl_2 (aq) \rightarrow 2 AuCl_2 (s)

Dapat disimpulkan dari kiri kekanan, unsur-unsur periode ketiga memiliki sifat daya pereduksi makin lemah dan daya pengoksidasi makin kuat.


Sekian info tentang Pengertian Gas Mulia: Sifat Fisika, Sifat Kimia dan Kegunaannya

Belajar materi kimia lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal kimia disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

M Mahardika Rafi ' Setiko

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close