Kimia

Hujan Asam : Penyebab, Proses dan Dampaknya

Seiring dengan berkembangnya zaman, dalam era modern dan industrilisasi seperti saat ini, hampir semua kegiatan manusia selalu bertumpu pada teknologi canggih yang tentunya menjanjikan proses yang lebih efesien, hemat waktu dan tenaga. Salah satu teknologi canggih yang dimanfaatkan oleh manusia adalah penggunaan kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin, solar, dan premix.

Tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan kendaran bermotor dapat menyebabkan udara menjadi tidak sehat, sehingga dapat menganggu kesehatan manusia. Semakin bertambahnya penduduk, penggunaan kendaraan bermotor semakin mengalami peningkatan. Hal tersebut merupakan hal yang perlu dikhawatirkan, karena dengan demikian alam akan semakin mengalami perubahan.

Kualitas udara yang semakin buruk tidak hanya disebabkan oleh gas buangan kendaraan bermotor, namun oleh berbagai hal lainnya. Ketika kualitas udara dikatakan sudah tidak baik maka akan menyebabkan terjadinya hujan asam.

Lantas apa sebenarnya hujan asam itu? Dan apa dampak yang ditimbulkannya?

Pengertian

Istilah hujan asam pertama kali digunakan oleh Robert A.Smith (1872) dalam Kupchella (1989) yang menguraikan bagaimana keadaan yang terjadi di Manchester, sebuah daerah industri dibagian utara Inggris. Hujan asam dapat diartikan turunnya asam dalam bentuk hujan. Hal ini terjadi apabila asam di udara larut dalam butir-butir awan, sehingga jika turun hujan dari awan tersebut, air hujan akan bersifat asam.

Hujan asam dapat pula terjadi karena hujan yang turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut kedalam air hujan dan turun ke bumi.

Penyebab Terjadinya Hujan Asam

Secara alami hujan asam dapat terjadi sebagai akibat semburan dari gunung merapi serta proses biologis tanah, rawa dan laut. Akan tetapi, mayoritas hujan asam yang terjadi di bumi disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti industri, pembangkit listrik, kendaraan bermotor dan pabrik pengolahan pertanian.

Hujan asam juga dapat disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur oksida (SOx) dan nitrogen oksida (NOx). Gas-gas tersebut terdapat di atmosfer sebagai hasil emisi dari kegiatan industri kendaraan bermotor.

Photo by Wim van ‘t Einde on Unsplash

Sekitar 50% SO_2 yang ada dalam atmosfer di seluruh  dunia adalah alamiah, antara lain letusan gunung dan kebakaran hutan yang terjadi secara alamiah. Kemudian 50% lainnya adalah antropogenik, yaitu berasal dari kegiatan manusia, terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil (BFF) dan peleburan logam.

Seperti halnya Sulfur dioksida (SO_2), 50 % NOx dalam atmosfer adalah alamiah dan 50% antropogenik. Pembakaran BFF juga merupakan sebagai salah satu sumber terbesar NOx sehingga di negara dengan industri maju bagian NOx yang antropogenik menunjukkan angka yang lebih besar daripada yang alamiah.

Proses terjadinya Hujan Asam

Ketika manusia menggunakan bahan bakar, maka nitrogen oksida (NOx) dan sulfur dioksida (SO_2)  dilepaskan ke atmosfer, kemudian Zat-zat tersebut akan bereaksi dengan air, oksigen dan senyawa lainnya yang akan  membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga akan jatuh bersama air hujan.

Hujan asam yang mencapai bumi akan mengalir sebagai air limpasan pada permukaan tanah, masuk kedalam sistem air dan sebagain lagi terendapkan didalam tanah. Menurut Sivaramanan (2015) hujan asam dapat juga terjadi dalam bentuk salju, kabut, dan bahan halus yang jatuh ke bumi

Reaksi Pembentukan Hujan Asam

Setelah diuraikan mengenai proses terjadinya hujan asam, untuk lebih memahami konsep pembentukan terjadinya hujan asam dapat dituliskan dalam reaksi sederhana sebagai berikut :

S (g) + O_2 (g)\rightarrow SO_2 (g)

2SO_2 (g) + O_2 (g)\rightarrow 2SO_3 (g)

SO_3 (g) + H_2O_2 (l)\rightarrow H_2SO_4 (Aq)

Dampak Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam berdampak terhadap berbagai komponen kehidupan manusia diantaranya yaitu kesehatan, pertanian, dan kerusakan lainnya

  • Kesehatan
    Hujan asam dapat mempengaruhi kesehatan melalui tiga cara. Pertama yaitu efek jangka pendek yang disebabkan karena menghirup udara yang tercemar berat. Kedua, yaitu efek jangka panjang karena menghirup udara yang tercemar sedang atau ringan. Ketiga, yaitu efek tidak langsung karena exposed pada logam berat seperti alumunium dan logam berat lainnya yang terbebaskan dari zarah tanah pada pH yang rendah, akumulasi logam yang terjadi melalui rantai makanan dan terlarutnya logam berat dari pipa air yang terbuat dari timbal atau tembaga. Dampak yang terlihat secara nyata terhadap kesehatan manusia yaitu dapat menurunkan fungsi paru, peningkatan penyakit pernafasan dan beberapa penyakit lainnya
  • Pertanian
    Hujan asam dapat mempengaruhi hasil pertanian yang didapatkan. Salah satu buktinya berdasarkan jurnal hasil penelitian dikatakan bahwa hujan asam dapat menurunkan hasil padi sampai 30%.
  • Kerusakan lainnya
    Menurut BMG (2004) Dampak hujan yang bersifat asam dapat mengikis bangunan/gendung atau bersifat korosif terhadap bahan bangungan, serta merusak kehidupan biotan di danau-danau dan aliran sungan.
    Apabila hujan dengan pH kurang dari 5,6 terutama pH di bawah 5,1 yang merupakan arti dari terjadinya hujan asam akan berdampak negatif dan menyebabkan berbagai kerusakan diantaranya merusak properti, monumen, patung, bahan logam, dapat mematikan berbagai flora dan fauna dan lainnya

Sekian info tentang Hujan Asam : Penyebab, Proses dan Dampaknya

Belajar materi kimia lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal kimia disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!


Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close