Kimia

Peran Herbisida dalam Usaha Tani Beserta Klasifikasinya

Saat ini populasi penduduk di bumi semakin bertambah, sehingga meningkatkan kebutuhan utama manusia dalam menunjang kehidupan yang tidak lain adalah kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan yang wajib untuk dipenuhi oleh setiap manusia, karena setiap aktivitas memerlukan energi yang didapat dari asupan pangan yang kita konsumsi. Peran herbisida dalam usaha tani sangat berpengaruh

Untuk meningkatkan efesiensi terhadap produktivitas pangan maka kita dapat memanfaatkan herbisida dalam kegiatan usaha tani yang tujuannya untuk mengendalikan Organisme Penganggu Tumbuhan khususnya gulma.

Kondisi pertanian kian dihadapi dengan berbagai tantangan. Tantangan pertanian saat ini diantaranya yaitu : Keterbatasan lahan, permintaan 3F (Food, feed, fuel ) yang tinggi, supply air yang terbatas, dan diperlukannya kontinuitas hasil. Dengan demikian untuk menghadapi segala tantangan dan permasalahan pangan baik tingkat lokal/regional maupaun global makadi butuhkan inovasi teknologi.

Kondisi alam akan semakin mengalami perubahan yang diiringi dengan keberadaan organisme pengganggu tumbuhan(OPT) yang tentunya akan semakin beragam, maka dengan pemanfaatan herbisida diharapkan mampu membantu dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas pangan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Lantas apa sebenarnya herbisida itu? Apa saja syarat Herbisida yang ideal didistribusikan?Dan bagaimana pengelompokkan herbisida tersebut?

Untuk memahaminya, mari simak uraian berikut ini!

Herbisida

herbisida dalam usaha tani
Gambar oleh zefe wu dari Pixabay

Herbisida atau biasa dikenal sebagai bahan perlindungan tanaman berasal dari kata herba yang artinya plant dan caedare yang artinya to kill maka dapat disimpulkan bahwa herbisida merupakan bahan kimia pertanian yang digunakan  untuk pengendalian gulma atau menghambat pertumbuhan secara normal dan juga merupakan satu dari sekian banyak hasil sintesa bahan kimia yang terseleksi.

Waktu yang dibutuhkan untuk riset dan pengembangannya yaitu 8-10 tahun.

Sejarah Hebisida

Herbisida merupakan bahan kimia yang dikembangkan pertama kali pada tahun 1940-an. Sebelum era tahun tersebut, garam dapur dan asam sulfat juga merupakan salah satu bahan kimia yang telah lama diketahui berperan untuk mematikan tumbuhan, dan memang dapat disebut sebagai herbisida.

Namun ledakan perkembangan herbisida tidak begitu mengalami perkembangan pesat sampai pada pemakaian 1,4 D (2,4- diklorofenoksiasetat) setelah Perang Dunia II (Biotrop, 1984).

Penemuan herbisida 2,4 mampu memberikan konsep yang lebih jelas mengenai herbisida, yaitu efektif dalam jumlah yang sedikit, selektif, dan sistemik.

Sejak tahun 1970 pemakaian herbisida di perkebunan semakin meluas, semakin banyak macam dan formulasi yang dipakai, sedangkan kuantitas herbisida yang diaplikasikan dan luas areal yang disemprot juga semakin meningkat.

Secara umum penggunaan herbisida di Indonesia sangat dipengaruhi oleh faktor tenaga kerja yang semakin mengalami kekurangan di berbagai tempat. Dengan memanfaatkan herbisida secara ekonomi lebih hemat, dibandingkan upah tenaga kerja yang semakin mahal dalam era industrisasi seperti saat ini.

Herbisida yang ideal didistribusikan

Terdapat beberapa syarat diantaranya:

  1. Mempunyai toksisitas oral yang rendah.
  2. Tidak meninggalkan residu.
  3. Tidak berakumulasi.
  4. Efektif terhadap OPT sasaran.
  5. Tidak persisten.
  6. Tidak mematikan OPT bukan sasaran.
  7. Mudah didapat.
  8. Murah.
  9. Tidak menimbulkan resisten terhadap OPT sasaran.
  10. Dapat disimpan lama tanpa mengurangi nilai.

Kelebihan penggunaan Hebisida dalam sistem produksi pertanian

  1. Secara ekonomi menguntungkan.
  2. Meningkatkan food supply.
  3. Hemat waktu dan tenaga kerja.
  4. Aman, jika digunakan dengan bijak dan benar.

Klaifikasi Herbisida

Berdasarkan cara aplikasi

Bersifat kontak

Yaitu herbisida yang hanya mematikan bagian hijau tumbuhan dan tidak tersalurkan ke dalam jaringan tumbuhan. Contohnya : herbisida paraquat (Gromoxone). Herbisida bersifat kontak dibagi menjadi dua :

  1. Herbisida kontak selektif : hanya membunuh satu atau beberapa spesies gulma tertentu.
  2. Hebisida kontak non selektif : dapat membunuh semua jenis tumbuhan yang terkena.

Bersifat sistemik

Herbisida sistemik merupakan herbisida yang akan diserap oleh jaringan daun kemudian ditranslokasikan ke seluruh bagian tumbuhan tersebut, misalnya : akar, rimpang, titik tumbuh dan lain-lain, sehingga gulma tersebut mengalami kematian secara keseluruhan termasuk setiap jaringannya.

Berdasarkan waktu aplikasi

Biasanya ditentukan oleh stadia pertumbuhan dari tanaman maupun gulma. Herbisida berdasarkan waktu aplikasi dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Pre plant : pengaplikasian herbisida pada saat tanaman belum ditanam, tetapi sudah dilakukan pengolahan tanah
  2. Pre emergence : herbisida diaplikasikan sebelum biji gulma berkecambah. Pada perlukan pre emergence ini benih dari tanaman sudah ditanam.
  3. Post emergence : pengaplikasian herbisida pada saat gulma dan tanaman sudah lewat stadia perkecambahan.

Berdasarkan sifat kimia

Berdasarkan sifat kimia

Herbisida anorganik

Merupakan heribsida yaang bahan aktifnya tersusun secara anorganik, misalnya herbisida dengan berbehan aktif amonium sulfanat, amonium sulfar, amonium tiosianat, kalsium sianida, sodium arsenat, sodium tetraborat dan sebagainya.

Herbisida organik

Merupakan herbisida yang bahan aktifnya tersusun dari bahan organik, misalnya herbisida golongan nitrofenol +anilin, herbisida tipe hormon, herbisida berbahan aktif asam benzoat+fenil asetat, amida, nitril, substitusi urea, piridin, triazin, amitrol dan sebagainya.

Berdasarkan toksisitas

Selain digolongkan berdasarkan sifat kimia herbisida juga digolongkan berdasarkan toksisitasnya. Tingkat toksisitas terbagi menjadi 2, yaitu :

  1. Toksisitas akut : suatu zat yang masuk secara intensif kedalam jaringan tubuh gulma
  2. Toksisita kronik : masuk kedalam jaringan tubuh gulma dalam waktu yang relatif laebih lama sehingga cara kerja dari herbisda terebut cenderung lambat.

Sekian info tentang Herbisida : Pengertian, Sejarah, Klasifikasi dan Peran dalam Usaha Tani

Belajar materi kimia dan biologi lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal kimia disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close