Kampus

Yuk Belajar Value Investing! Strategi Investasi Saham Bagi Fundamentalist

Bagi kamu yang ingin sukses dalam berinvestasi saham maka tentu tidak bisa sembarangan dan perlu dedikasi yang tinggi dalam mempelajari ilmunya. Yap seperti yang dijelaskan pada artikel kami sebelumnya bahwa ada ada banyak sekali teknik analisis tertentu yang harus dipelajari supaya bisa menghasilkan cuan. Secara garis besarnya analisis yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Nah mengenai fundamental sendiri ada strategi yang cukup populer, yaitu value investing.

Dalam dunia investasi pada dasarnya tidak bisa sembarang jual beli saham begitu saja tanpa tau apapun. Bahkan hal inilah yang membuat masih banyak masyarakat awam yang berkesimpulan bahwa investasi saham itu sama dengan judi. Oleh karena itu artikel ini akan memberikan klarifikasi mengenai kesalahpahaman ini dengan memperkenalkan sekilas mengenai metode value investing.

Apa itu Value Investing?

Value investing merupakan salah satu metode yang sangat populer dalam dunia investasi pasar saham. Secara garis besarnya value investing adalah metode menganalisis supaya bisa menemukan saham bernilai yang dijual dengan harga murah.

Misalnya seperti ini, kamu sedang berbelanja di suatu tempat lalu tiba-tiba kamu tak sengaja menemukan ada penjual yang menjual tas branded ternama Hermes atau Hilde Palladino dengan harga murah. Karena kamu punya wawasan luas seputar tas dan menganalisis keaslian tas sekaligus penjualnya.

Kamu menyimpulkan bahwa penjual ini tidak tahu betapa bernilainya tas ini dan mungkin menganggapnya bahwa tas yang dijualnya hanyalah tas biasa. Darisana kamu membeli bahkan sempat melakukan tawar-menawar sehingga dapat harga jauh lebih murah. Dan foila tas branded kelas atas dapat kamu beli dengan harga undervalued.

Seperti itulah sistem metode value investing itu. Jadi kamu melakukan pembelian saham yang sedang diskon atau harga lebih rendah dari nilai yang dimiliki dari perusahaan tersebut karena faktor tertentu atau kondisi fundamental ekonominya. Atau membeli saham murah tapi bukan murahan.

Dengan melakukan metode ini, investor dapat menemukan saham yang harganya murah karena pihak pasar yang tidak menyadari betapa potensialnya perusahaan tersebut.

Siapa yang Menggagasi Metode Value Investing?

Bila dunia fisika mengenal sesosok Sir Isaac Newton sebagai pencetus utama gagasan teori gravitasi dan gerak. Maka Benjamin Graham (1894 – 1976) adalah master dari investasi dan keuangan dan dikenal sebagai “the father of value investing” atau top nya dalam bidang investasi dan keuangan.

Graham sangat mahir dalam menghasilkan uang di pasar saham dengan strategi yang dapat meminimalisir risiko dengan mengevaluasi setiap perusahaan sehingga investasi bisa menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Benjamin Graham sendiri turut merilis buku legendaris seputar investasi seperti “The Intelligent Investor (1994)” dan “Security Analysis (1934)”. Jadi pada dasarnya filosofi investasi ala Benjamin Graham sangat menekankan pada analisa fundamental, sisi psikologi investor, teknik buy dan hold, dan diversifikasi secara terkonsentrasi.

Selain itu Graham sendiri bisa dibilang merupakan guru yang berhasil mencetak murid-murid berpengaruh seperti William J. Ruane, Walter J. Schloss, Irving Kahn, dan termasuk sesosok tokoh investor legendaris yang kita kenal saat ini, Warren Buffet.

Komponen Penting dalam Value Investing

value investing
Image from www.wallstreet-online.de

Bila kamu berniat ingin menjadi value investor maka kamu harus mengenal beberapa istilah yang umum digunakan pada metode value investing ini, yaitu :

Market price adalah harga saham yang tertera atau dipedagangkan saat ini.

Perlu diketahui bahwa ketika kamu hanya melihat grafik harga saham saja, hal ini tidak menggambarkan kondisi bisnis suatu perusahaan yang sebenarnya. Jadi jika harga saham sedang naik belum tentu bisnis perusahaan itu sedang bagus dan begitu pula sebaliknya.

Hal ini karena pergerakan harga saham yang fluktuatif ini selalu bergerak secar irasional. Tidak selalu bergantung pada keadaan perusahaan yang sebenarnya. Tak jarang ada perusahaan yang sebetulnya sedang terpuruk tapi harganya malah melejit.

Nilai intrinsik (intrinsic value) adalah nilai suatu perusahaan yang didasari dari analisis fundamental tanpa bergantung pada harga saham atau nilai pasar. Atau mungkin bisa dibilang harga saham yang seharusnya. Nah dari nilai perusahaan inilah bisa dianalisis dengan harga saham saat ini, untuk menentukan apakah saham tersebut sedang diskon atau malah kemahalan.

Sedangkan undervalued adalah harga saham yang lebih rendah dari nilai intrinsik perusahaan yang sebenarnya atau dengan kata lain saham yang sedang diskon. Overvalued adalah harga saham yang dijual lebih tinggi dari nilai intrinsik perusahaan.

Lalu ada margin of safety adalah gap antara market value dan intrinsic value. Semakin besar semakin bagus hal ini berarti harga saham sedang diskon besar-besaran.

Sekian Info dari kami tentang Yuk Belajar Value Investing! Strategi Investasi Saham Bagi Fundamentalist Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau seputar kampus  ini. Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.



Tags

Elvira

Sedang menyelesaikan studi di Universitas Padjadjaran jurusan Ilmu Komunikasi. Senang berorganisasi dan menghasilkan konten yang bermanfaat seputar beasiswa, perkuliahan, dan topik di jurusan terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close