KampusSoshum

Revolusi Industri 4.0 dan Pengaruh Big Data

Mungkin beberapa diantara kita sudah tidak asing ketika mendengar kata revolusi industri 4.0.

Sedangkan definisi revolusi industri sendiri secara garis besarnya merupakan perubahan besar manusia dalam memproduksi barang dan memiliki dampak luas ke berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Revolusi industri itu selalu identik dengan hadirnya sesuatu yang tak terbayangkan sebelumnya sekaligus kehadirannya merombak suatu sistem secara keseluruhan.

Perputaran roda nasib pun berputar lebih cepat dan bisa menguntungkan beberapa pihak sekaligus merugikan pihak lainnya. Revolusi industri berkaitan erat pula dengan pergantian kekuasaan.

Contoh revolusi yang selalu hadir di setiap mata pelajaran sejarah adalah mengenai revolusi industri di belahan bumi eropa atau lebih tepatnya semenjak kehadiran teknologi mesin uap.

Tapi tahukah kamu bila revolusi industri sebetulnya masih terus berlangsung dan sudah menginjak tahap ke-4?

Singkatnya mengenai alur periode revolusi pertama bermula dari ditemukannya teknologi mesin uap pada abad 18 lalu dilanjutkan dengan revolusi tahap dua dengan dikelolanya mesin listrik hingga terus berkembang semakin canggih menjadi teknologi mesin komputer dan otomatisasi pada tahap ketiga.

Hingga akhirnya era yang sedang kita pijaki saat ini atau tahap keempat sedang memasuki perkembangan teknologi canggih  dengan memadukan teknologi di tahap ketiga dengan terobosan terbaru masa kini, yaitu dominasi internet, cloud computing, CPS, dan perkembangan teknologi robot dengan kecerdasan buatan.

Uniknya lagi rupanya istilah 4.0 merupakan istilah baru, maksud disini adalah dari segi penamaan di setiap 4 era perubahan yang masif ini.

Pemberian konsep revolusi dengan penomoran baru dicanangkan saat Pameran Industri Hannover Messe di Hannover, Jerman pada tahun 2011. Sebelumnya revolusi dikenal dengan penyebutan seperti “Revolusi Digital” atau “Revolusi Teknologi”.

Jadi sebelumnya penggunaan nama itu hanya berdasarkan gaya produksi apa yang sedang berkembang. Berhubung era sekarang sedang mengalami perubahan gaya industri untuk yang keempat kalinya. Maka dari itu revolusi kali ini diberi nama revolusi industri 4.0.

Elemen Penting pada Revolusi Industri 4.0

revolusi industri 4.0
photo from circuitdigest.com

Dewasa ini memang berbagai belahan dunia sedang gencar-gencarnya mengulas revolusi 4.0. Pada intinya banyak sekali negara turut mematangkan persiapan dalam menghadapi 4.0 demi tujuan memajukan suatu negara sekaligus kesejahteraan dunia.

4.0 menjadi fenomena yang tak henti-hentinya dibahas bukan hanya oleh pihak-pihak dominan saja tapi masyarakatnya juga.

Maka jangan heran bila sering muncul berita harian berupa “Strategi Negara dalam Menghadapi Era 4.0” atau “Bagaimana Cara Memaksimalkan Fenomena Bonus Demografi di Era 4.0”.

Era keemasan industri terjadi para masa revolusi industri 1 dan 2, namun mulai padam dan hadirlah era informasi. Dimana masing-masing mesin komputer yang ada di dunia membentuk suatu jaringan yang besar dan kompleks.

Dimana jaringan ini mengandung berbagai informasi dari pengguna dalam jumlah yang masif. Keistimewaan dari era 4.0 ini adalah perolehan informasi menjadi semakin mudah didapat sehingga menambah efisiensi dalam berbagai kinerja manusia.

Dalam pencarian informasi mengenai suatu kinerja saja, bisa ditemukan 1001 cara dari 1001 data yang berbeda (Marcel, 2019). Sehingga segala masalah pun dapat segera teratasi dengan cepat.Bahkan di era ini pun informasi semakin berharga dan dicari.

Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya bahwa revolusi ini terilhami oleh perkembangan besar sebelumnya, yaitu 3.0 atau era pertama yang mengembangkan mesin komputer dan otomatisasi.

Kini membuat mesin ini selain dapat bekerja secara otomatis juga memiliki kecerdasan yang terus berkembang berdasarkan data yang didapat seperti cara kerja otak manusia.

Revolusi industri 4.0 merupakan perubahan yang memanfaatkan kekuatan otomatisasi dan cyber. Cyber physical system (CPS) adalah sistem kompleks yang terbentuk dari penggabungan antara komputisasi, komunikasi, dan proses fisik.

Keberadaan sistem ini memungkinkan adanya respon dan kontrol melalui internet kepada mesin dalam bentuk fisik.

Kunci teknologi pada era 4.0 yang fenomenal dan sedang giatnya berkembang adalah sebagai berikut :

  1. Internet of Things
  2. Cloud Computing
  3. M2M (Machine to Machine) communication
  4. 3D printing
  5. Big data

Diantara semua komponen penting yang menjadi penopang berjayanya Revolusi 4.0, keberadaan big data memiliki pengaruh yang besar. Banyak kelompok-kelompok penguasa yang menyadari akan potensi dari big data ini dan memanfaatkannya sebagai stimulasi untuk meningkatkan peluang dalam mencapai tujuan.

Big Data, Komponen Penting pada Revolusi Industri 4.0

big data
Photo by Carlos Muza on Unsplash

Bila membahas mengenai big data sendiri secara bahasa memiliki arti ‘data yang besar atau banyak’. Dengan kata lain big data merupakan data yang dihasilkan dalam jumlah yang masif dan kecepatan produksi data secara real-time.

Memang belakangan ini dunia telah mengalami peningkatan pada alur lintas komunikasi berbasis internet protocol (IP) pada 3 tahun terakhir (Cisco, 2017). Berdasarkan riset tersebut telah diprediksi bahwa volume data akan bertambah 3 kali lipat setiap tahunnya.

Jadi bisa dibayangkan betapa banyaknya produksi data dari berbagai penjuru dunia terkumpul dalam suatu sistem virtual ini.

Tentu hal ini karena internet sudah mendominasi hampir seluruh warga dunia dimana informasi bisa secara otomatis terekam dan tersimpan, sederhananya seperti berupa jejak browsing apa saja yang baru dibuka, pesan pribadi sosial media, posting gambar atau video, dll.

Tentu contoh yang disebutkan hanya cakupan sepercik dari samudera data mentah yang dapat diklasifikasikan menjadi ribuan kategori informasi penting. Bila diolah atau dianalisis dapat membentuk suatu pola algoritma yang memberi pengaruh besar pada aspek teknologi, ekonomi, sains, politik, sosial, dan budaya.

Big Data x Sektor Bisnis­

big data
Photo by ev on Unsplash

Namun diantara aspek-aspek global yang mengalami siklus mutualisme dengan big data, sektor bisnis rupanya menghasilkan volume data yang cukup masif.

Hal ini karena data yang besar dan akurat ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan ide, produktivitas, dan pendapatan.

Hal ini dibuktikan dengan studi kasus mengenai bagaimana startup Travel Indonesia memanfaatkan big data. Perusahaan jasa seperti Traveloka dan PegiPegi sangat membutuhkan data dari pengguna agar bisa mengetahui apa kebutuhan atau keinginan pengguna.

 Sehingga bisa disesuaikan dengan strategi bisnis yang akan dilakukan selanjutnya seperti konsep penawaran menarik atau hal apapun yang berkaitan dengan kebutuhan pengguna.

Data itu dapat diumpamakan seperti harta karun keberadaannya dapat menguntungkan dalam pengambilan keputusan demi pengembangan bisnis yang lebih baik. Hal ini diutarakan sendiri oleh Public Relation & Media Office Pegipegi Devi Agustina.

Communications Executive Traveloka Busyra Oryza menyampaikan bahwa big data adalah sebagai kunci utama dalam mencari preferensi mengenai apa saja kebiasaan dan trend yang terjadi pada pelanggan. Sehingga informasi ini dapat berguna untuk membentuk konsep layanan dan produk terbaik.

Hanya saja dalam memperoleh sekaligus analisis data pelanggan ini tentu tidaklah mudah. Dibutuhkan modal teknologi mumpuni dan SDM profesional untuk bisa memaksimalkan kinerjanya.

Dengan kata lain pasti memakan pengeluaran yang tidak sedikit. Pastinya dibutuhkan investasi untuk bisa membangun sistem manajemen data yang mumpuni. Traveloka sendiri sampai membentuk sebuah tim yang terdiri dari software engineering dan data engineering.

Dimana anggotanya tidak bisa asal pilih. Pegipegi pun turut mengembangkan sistem yang berperan dalam mengontrol dan mengolah big data yang pastinya digunakan demi kepentingan bisnis.

Setiap sumber daya manusianya pun tak main-main karena diambil dari mahasiswa berprestasi, unggulan, dan alumni perusahaan Silicon Valley.

Bagi ranah bisnis big data seakan-akan menjadi bahan bakar penting demi melanjutkan kelangsungan suatu perusahaan. Bila menelaah dari kedua startup Traveloka dan Pegipegi, perusahaan ini masuk kedalam kategori manufaktur digital.

(Lingdong dan Guanghui,2016) Manufaktur digital sendiri adalah sistem yang terintegrasi dengan komputer yang terdiri dari visualisasi, simulasi 3D, serta melibatkan kolaborasi analisis dan peralatan demi menciptakan produk secara simultan.

Jadi pada dasarnya mengutamakan penggunaan komputer dalam mengendalikan proses produksi.

Manufaktur ini pada dasarnya membangun 3 nilai dasar, yaitu berorientasi pada permintaan, hasil data, dan pengeksekusian digital. Jadi bisa disimpulkan bahwa alur strateginya sangat mengutamakan kepuasaan customer dan inovasi baru.

Internet of Things, penambahan manufaktur, dan big data menjadi beberapa teknologi yang sering diandalkan dalam lingkup manufaktur digital.

Analisis big data sendiri sangat membantu dalam meningkatkan efisiensi perusahaan dengan memanfaatkan hasil data yang sudah dikumpulkan dan dianalisis melalui pelanggan.

Sedangkan untuk Iot berperan dalam mengubah manufaktur dan aditif manufaktur berfungsi sebagai penyesuaian produksi. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa revolusi 4.0 ini berdampak dalam perkembangan komprehensif pada dunia industri secara keseluruhan.

Dengan menghadirkan beberapa elemen baru seperti Iot, komputasi awan, analisis, kecerdasan buatan, CPS, big data, dll memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan efisiensi produksi sekaligus merubah prinsip dasar dunia kewirausahaan menjadi suatu hal yang tidak terduga.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close