EkonomiKampus

Alasan Generasi Muda masih Menghindari Dunia Investasi

Mungkin sudah menjadi wawasan umum bahwa ada banyak sekali dunia investasi yang mudah dilakukan dengan modal yang minim sekalipun. Yep termasuk untuk mahasiswa yang identik dengan “hidup tergantung uang bulanan tuanku (orangtua)” .

TERMASUK berlaku pula teruntuk kamu yang masih menikmati masa indah remaja putih abu-abu. Hanya saja masalahnya, sudah kah kalian mulai berinvestasi?

Padahal sudah banyak loh komunitas atau organisasi yang mau membimbingmu untuk menjadi investor profesional. Nah informasi lengkap bagi kamu yang berminat gabung bisa baca informasinya disini.

Padahal dunia investasi sudah dipermudah tapi masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengindahkan manfaat besar dari investasi ini. Walaupun tidak semua berpikir demikian karena..

Rupanya Dunia Investasi Didominasi oleh Anak Muda

dunia investasi
Photo by Chris Liverani on Unsplash

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2019, jumlah investor aktif khusus untuk pasar modal saja hanya mencapai 2,6 juta orang. Sedangkan Indonesia ini dihuni oleh 250 juta penduduk. Dengan kata lain jumlah investornya masih sedikit sekali.

Dari 2,6 juta orang ini, menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat 43,28% investor didominasi oleh kalangan muda dengan usia dibawah 30 tahun. Walaupun jumlah aset yang dimiliki memang lebih sedikit dibandingkan demografi usia lainnya, yaitu sebesar Rp12,15 triliun tapi tetap saja mereka adalah harapan masa depan investasi Indonesia.

Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi kamu para generasi muda, mumpung teknologi sedang canggih-canggihnya ditambah masih belum harus memikirkan tanggungan biaya hidup untuk mulai berinvestasi sedini mungkin. Nah, masalahnya kira-kira apa yang membuat sebagian anak muda masih ragu untuk investasi?

Mengapa Dunia Investasi Masih menjadi Momok yang Menakutkan Bagi Anak Muda?

Gak punya uang dan belum kerja pula ☹

dunia investasi
Photo by Christian Dubovan on Unsplash

Masih banyak sekali statement yang sering dipercaya oleh anak muda bila berinvestasi tuh hanya untuk orang yang sudah bekerja dan bergaji tinggi. Padahal pendapat ini tentu saja tidak benar. Padahal di zaman sekarang ini sudah banyak instrument investasi yang memperbolehkan menyimpan dana hanya 1 juta bahkan sampai 100 ribu loh.

Justru mindset seperti inilah yang harus dihindari. Berinvestasi itu sama saja seperti membangun pribadi yang lebih aware terhadap literasi finansial.

Manajemen keuangan hanya dengan cara menyisihkan uang dari pemberian orangtua saja tidak cukup, bahkan kuno. Kamu harus memiliki setidaknya minimal 1 instrumen investasi sebagai rangka membangun masa depan keuanganmu nanti.

Pasalnya justru dengan masih menunda alasan tidak mau berinvestasi karena “bokek” malah akan membuat nasib finansialmu akan selamanya.. ya bokek. Misalnya saja untuk sekarang gak mau investasi karena masih sekolah, gak punya duit, atau gak ada waktu nih.

Maka jangan heran saat kamu bekerja nanti malah ada alasan baru lagi, duh gajiku masih pas-pasan, banyak biaya hidup, dll.

Kamu akan terus hidup dengan kondisi keuangan yang hanya bertahan dalam jangka pendek. Biasanya jika kondisi seperti ini kalau terjebak pada nilai uang yang fluktuatif dikit saja atau ada pengeluaran tidak terduga, seperti jatuh sakit atau karena kondisi krisis global (kayak pandemik yang kita alami sekarang nih) pasti akan kelabakan.

Soalnya kan nilai uang tuh suka naik turun diluar dugaan, seperti misalnya inflasi atau krisis global akibat pandemik sekarang ini. Kalo cuma bergantung dengan menabung tanpa bertumbuh atau terus mengandalkan uang orangtua kan jadi beban buat mereka juga.

Prinsip yang harus dipegang adalah bukan menyisihkan uang yang tersisa, tapi MEMPRIORITASKAN dulu investasi baru mempertimbangkan kebutuhan lainnya. Itulah seni manajemen keuangan.

Gak ada waktu

dunia investasi
Photo by Austin Distel on Unsplash

Alasan ini sering dilontarkan biasanya oleh mahasiswa. Entah karena semester yang sedang ribet-ribetnya, aktif berorganisasiSepertinya mereka masih berpikir bahwa investasi itu seperti adonan kue dalam oven yang harus diawasi non-stop.

Padahal investasi tuh garis besarnya adalah kamu menyimpan modal dan tinggal tunggu hingga nilainya bertumbuh.

Investasi itu tidak harus mengorbankan banyak waktu loh sebetulnya. Apalagi sekarang kan sudah banyak banget platform yang bisa memudahkan kamu untuk berinvestasi. Jadi bisa dibilang, “sibuk” tidak bisa dijadikan alasan untuk ngga berinvestasi ya gays.

Dunia investasi tuh susah! Membingungkan!

dunia investasi
Photo by Austin Distel on Unsplash

Mungkin yang ini memang ada benarnya. Karena dalam berinvestasi tuh memang gak boleh asal menyimpan modal sembarangan.

Misalnya saja, kamu harus paham betul apa saja instrument investasi, mengetahui instrument mana yang tipenya high risk high return, atau beresiko rendah tapi memberikan keuntungan yang minim juga, atau instrument investasi mana yang menguntungkan pada momen tertentu.

Bahkan berinvestasi saham saja, misalnya diperlukan beberapa tahap investasi tertentu sebagai rangka untuk meningkatkan keuntungan dan meminimalisir risiko. Seperti harus menentukan tujuuannya, ada analisis yang harus dipelajari, seperti analisa fundamental dan teknikal, evaluasi kinerja portofolio, dll.

Tapi bukan berarti hal seperti ini tidak bisa dipelajari ya. Sekarang kan ada internet, sudah banyak loh berbagai website yang memberikan tata cara berinvestasi dari masih awam sampai profesional.

Selain itu di media sosial juga sering memuat berbagai informasi terkini berbagai instrument investasi. Bahkan supaya belajarnya bisa lebih semangat, saat ini sudah banyak komunitas yang terbuka untuk kamu yang ingin belajar investasi dari 0 bareng-bareng.

Sekian Info dari kami tentang Alasan Generasi Muda masih Menghindari Dunia Investasi Informasi yang kami ambil merupakan ide dari penulis. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih







Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close