Kampus

Kabar Kampus: Ada Apa dengan Rektor Unpad? Masuk KPK?

Hallo Sobat Edura!

Bagaimana kabarnya? Semoga sobat senantiasa dilimpahkan berkah agar kemudahan sobat dapatkan dalam menyelesaikan setiap rintangan ataupun permasalahan dan diberikan kemampuan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan-Nya.

Kali ini,  kami kembali membawakan berita yang cukup kontroversi, khususnya untuk Warga Universitas Padjadjaran. Tri Hanggono Achmad, orang penting di Unpad yang menjabat sebagai rektor ini, dilaporkan oleh  GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dengan dugaan korupsi pada Senin (4/2). Selain dugaan korupsi, ada kasus lainyang terkait dengan rektor Unpad, Tri Hanggono Achmad.

Untuk mengetahui informasinya lebih lanjut, sobat dapat membaca informasi dibawah ini: (Sumber: www.timesindonesia.co.id)

Pemilihan rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung kembali terancam gagal untuk ketiga kalinya. Pemilihan rektor Unpad Bandung yang rencananya bakal digelar pekan ketiga Februari terancam batal terkait polemik pencalonan serta rencana pelaporan Rektor Unpad ke KPK.

Akademisi Unpad, Prijana kepada Times Indonesia, Senin (4/2/2019), menghawatirkan pemilihan rektor kembali molor karena rektor lama terus bermanuver.

“Rektor lama sudah merah dan tidak lolos untuk tiga besar tetapi ngotot untuk kembali masuk pencalonan. Aneh,” kata Prijana yang juga dosen FISIP Unpad ini.

Prijana menduga, sikap rektor petahana yang ngotot untuk masuk ke dalam tiga besar yang membuat Ketua MWA Rudiantara dan Menristekdikti Mohamad Nasir ‘galau’.

“Rudiantara menteri Menkominfo yang juga ketua MWA (Majelis Wali Amanat) Unpad buat aturan seenaknya. Begitu juga Menteri Nasir ikut menyetujui memecat calon rektor Prof. Obsatar Sinaga sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara),” terang Prijana.

“Sudah ada keputusan dari Komisi Aparatur Sipil Negara bahwa pemecatan Prof. Obsatar tidak sah,” ujarnya. “Yang berhak memecat ASN golongan VI-D ya presiden.”

Dikabarkan siang ini, GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) akan melaporkan Rektor Unpad Bandung Tri Hanggono Achmad ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Menurut Koordinator GMBI Tomi, ada sembilan tuntutan yang akan disampaikan ke KPK. Di antara kasus yang akan dilaporkan soal pencairan dana abadi Rp198 miliar.

“Pencairan dana tersebut dilakukan sendiri oleh rektor tanpa persetujuan MWA,” kata Tomi.

“Dana tersebut yang dibuat oleh rektor sebelumnya Prof. Ganjar Kurnia, tidak bermasalah,” ujar Tomi.

Tri Hanggono, juga kata Tomi  melakukan kegiatan di luar persetujuan MWA seperti pendirian prodi baru (Bisnis Digital). “Setelah ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru izinnya dibuat oleh MWA,” terang Tomi.

Kabar terbaru, Mohamad Nasir yang memiliki tujuh suara dalam pemilihan rektor juga memerintahkan MWA untuk kembali meminta masukan kepada masyarakat.

Tiga calon yang terpilih belum tentu lolos dan masih bisa digugurkan terkait dari temuan dan aduan dari masyarakat. Karena ada indikasi salah satu rektor terkait unsur radikal.

Menurut Prijana, sikap Mohamad Nasir ini memberi ‘karpet merah’ untuk petahana. “Jelas ini menguntungkan petahana Rektor Unpad Bandung Tri Hanggono Achmad,” ujar Prijana.

Dari berita di atas, bagaimana tanggapan dari sobat? Kami memiliki poin besar yang menjadi perhatian khusus yang harus diperhatikan secara seksama.

Poin besar dari berita di atas adalah:
1. Dugaan Korupsi Pencairan Dana Abadi Sebesar Rp. 198 Miliyar oleh Rektor Unpad
2. Pemilihan Rektor Baru yang Tertunda
3. Ketua MWA dan Menristekdikti dibuat Galau
4. Dipecatnya Calon Rektor Unpad Prof. Obsatar Sinaga
5. Berdirinya Program Studi Bisnis Digital Unpad

Bagi kami, kasus ini butuh perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti oleh pihak yang berwewenang secara terbuka atau transparansi . Semoga kasus ini bisa segera diselesaikan dengan baik, damai, dan terbuka, agar masyarakat dapat memberikan tanggapan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk sobat Edura semua, khususnya warga Universitas Padjadjaran (Unpad).

Bagi sobat yang ingin bertanya seputar artikel ini ataupun tentang dunia pendidikan, bisa langsung hubungi kami dengan cara komentar atau dengan kontak kami disini.

Jangan lupa untuk ikuti akun sosial media kami dan aktifkan notifikasi website ini, agar mendapatkan informasi terbaru yang kami publish dan bagikan artikel ini agar publik mendapatkan informasi yang bermanfaat juga.

Terima kasih.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of
Close