SBMPTNSoshum

Pembahasan Try Out TPS UTBK 2021 (Soshum) Batch 2.0

Halo sobat Edura! Gimana nih kabarnya? Semoga selalu sehat dan baik – baik saja ya! Sebelumnya kami ingin mengucapkan terima kasih bagi teman – teman yang sudah mengikuti Try Out UTBK 2020 Batch 2.0. Semoga Try Out ini bisa menjadi gambaran dan ajang untuk melatih kemampuan teman – teman dalam menghadapi soal UTBK 2021 nanti. Nah, dalam artikel ini kami akan memberikan kunci jawaban beserta pembahasan dari soal Try Out TPS UTBK 2021 (SOSHUM) Batch 2.0. Yuk, simak pembahasannya!

Penalaran Umum

Pembahasan no. 1 :
(Jawaban C)
Opsi A : 1,4 triliun bukanlah sebuah investasi, namun nilai produksi yang “akan” datang
Opsi B : bacaan di atas menunjukan tentang efek jika pemerintah melakukan “suatu hal”. Maka salah jika saat ini Indonesia sudah bersanding baik dgn industri film luar negeri. Karena hal itu masih menjadi harapan jika ide bekraf direalisasikan
Opsi C : benar, Triawan sudah bertemu dengan pihak produser film dunia utk membahas rencananya
Opsi D : justru itu adalah ide yang diharapkan oleh Triawan diwujudkan, jadi ide tersebut belum terjadi, pernyataan tersebut salah.
Opsi E : Triawan merupakan kepala BEKRAF bukan produser berdasarkan paragraf diatas.

Pembahasan no. 2 :
(Jawaban E)
Opsi A : Perancis memberikan insentif bagi yang memfilmkan di ikon Perancis
Opsi B : ya, belum ada insentif bila lokasi syuting di Monas
Opsi C : kontribusi ekonomi kreatif (bekraf) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp 1.200 triliun
Opsi D : Malaysia memberikan cashback sebanyak 25%
Opsi E : bukannya kecil, namun Indonesia tidak memiliki insentif cashback

Pembahasan no. 3 :
(Jawaban E)
Opsi A: seharusnya 20% (menurut Andi S.)
Opsi B: tidak, industri film salah satu prioritas pemerintah (menurut Bambang S.)
Opsi C: bukan produser yg memberikan insentif ke Indonesia, namun sebaliknya
Opsi D: pemerintah tidak berbicara apapun pada teks diatas tentang keputusannya dengan insentif
Opsi E: ya benar, Triawan diundang ke acara tersebut dan melontarkan informasi itu.

Pembahasan no. 4 :
(Jawaban B)

Tiga subsektor ekraf yang diperkirakan tumbuh paling pesat adalah film, video, dan animasi; aplikasi; serta musik.
Sudah dijelaskan pada kalimat terakhir paragraf kedua. Maka fotografi bukan termasuk yang diperkirakan tumbuh paling pesat

Pembahasan no. 5 :
(Jawaban A)

Opsi A : salah, karena justru ide memberikan insentif untuk membuat produser dunia melirik Indonesia
Opsi B : seperti yg sudah dijelaskan di bacaan, industri ekonomi kreatif sangat membantu PDB. Jadi, jika perfilman naik, otomatis akan berkontribusi naik ke PDB
Opsi C : karena Malaysia merupakan negara yang sudah mengimplementasi ide insentif, Indonesia bisa melakukan bandung dengan Malaysia ataupun negara lainnya yang sudah mengimplementasi aturan insentif tersebut.
Opsi D : ya, akan ada banyak kesempatan untuk memotivasi produser film lokal dan belajar dari produksi film dunia
Opsi E : secara tidak langsung dengan mengambil lokasi di Indonesia, otomatis dunia luar akan mengetahui jika itu ada di Indonesia

Pembahasan no. 6 :
(Jawaban D)

Nama mana pada opsi A-C adalah nama pewawancara Andi S. yang memiliki harapan besar industri perfilm Indonesia beberapa tahun kedepan. Sedangkan Bambang S. adalah kepala bappenas yang tidak berbicara tentang harapannya di teks diatas.

Pembahasan no. 7 :
(Jawaban A)

Prediksi saya, pertumbuhan industri film di Indonesia naik sekitar 20% per tahun, jadi industri film layar lebar akan tumbuh dua kali lipat dari sekarang untuk lima tahun ke depan

Pembahasan no. 8 :
(Jawaban C)

Opsi A, B, D, E benar dan terdapat pada bacaan, sedangkan pada opsi C, yang dimaksud pada bacaan adalah 91% responden, bukan 91% rakyat Indonesia. Memang, secara garis besar atau kurang lebih hasil survei bisa mewakili, tetapi BELUM TENTU jumlahnya benar-benar sama dengan jumlah di lapangan, sehingga yang PALING MUNGKIN TIDAK TEPAT adalah opsi C.

Pembahasan no. 9 :
(Jawaban B)

Opsi A: salah, karena rata-rata pembeli menghubungi penjual untuk mendapatkan informasi tambahan tentang produk.
Opsi B: benar, karena dari pernyataan “29% responden akhirnya melakukan transaksi setelah memakai fitur percakapan dagang” kita tahu bahwa 29% responden membeli barang setelah mereka mendapat balasan dari penjual. 29% dari 1.112 (jumlah responden) adalah 322 orang.
Opsi C: salah, yang disebutkan hanyalah “38% pengguna yang melakukan conversational commerce di media sosial, 91% responden mengaku menggunakan produk Facebook, seperti Instagram dan WhatsApp”, tidak diketahui apakah total 91% dari semua responden survei tersebut menggunakan produk Facebook atau tidak.
Opsi D: salah, hanya 61% responden yang menggunakan fitur chat untuk mencari info tambahan tentang produk yang ingin dibelinya.
Opsi E: salah, justru konsumen cenderung untuk membeli bila penjual merespon dengan cepat.

Pembahasan no. 10 :
(Jawaban C)

Opsi A: salah, karena hanya 48% responden yang pernah menggunakan fitur chat sebelum membeli produk, dan 48% belum bisa dikategorikan sebagai sebagian besar (harus di atas 50%).
Opsi B: salah, karena hanya 43% responden yang hal pertama yang dilakukannya sebelum membeli produk adalah mengontak sang penjual, yang artinya juga belum memenuhi syarat untuk menjadi “sebagian besar” karena masih kurang dari 50%.
Opsi C: benar, karena ada 62% responden yang mengetahui tentang fitur chat tetapi hanya 48% yang pernah menggunakannya. Itu artinya, masih ada 24% responden yang mengetahui tentang fitur ini tetapi tidak pernah menggunakannya.
Opsi D: salah, karena sudah ada 62% responden yang mengetahui tentang fitur chat. Berarti, hanya sebagian kecil yang belum mengetahui fitur ini, bukan sebagian besar.
Opsi E: jelas salah.

Pembahasan no. 11 :
(Jawaban A)

Opsi B–E benar dan terdapat pada bacaan, sedangkan pada opsi A, kurang tepat karena 91% responden menghubungi penjual menggunakan PRODUK Facebook seperti Instagram dan Whatsapp, BUKAN menggunakan APLIKASI Facebook itu sendiri.

Pembahasan no. 12 :
(Jawaban D)

Yang disebutkan pada bacaan hanyalah “Menurutnya, kecenderungan konsumen membeli suatu produk secara online ketika mendapat respon dari penjual dengan cepat.” Sedangkan opsi A, B, C, E tidak terdapat pada bacaan. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

Pembahasan no. 13 :
(Jawaban E)

Opsi A–D merupakan TUJUAN, sementara opsi E adalah salah satu ALASAN/ PENYEBAB mengapa konsumen memulai percakapan dengan penjual.

Pembahasan no. 14 :
(Jawaban B)

Opsi A, C, D, E merupakan dampak positif bagi PELANGGAN, sementara pada opsi B, yaitu meningkatkan transaksi belanja, belum jelas apakah hal itu merupakan dampak positif bagi pelanggan atau bukan (bahkan hal itu malah lebih condong ke arah negatif karena semakin bertambahnya transaksi belanja= bertambahnya pengeluaran). Opsi B lebih tepatnya merupakan dampak positif bagi NEGARA (karena dengan banyaknya transaksi belanja itu menambah perputaran uang (uang jadi tidak mengendap) dan juga menambah pemasukan negara melalui pajak).

Pembahasan no. 15 :
(Jawaban B)

Deret di atas adalah deret geometri. Dan jika dilihat dari polanya, setiap bilangan dikali 3 (x3) dari bilangan sebelumnya. Jadi, 16×3= 48; 48×3= 144; 144×3= 432.

Pembahasan no. 16 :
(Jawaban B)

Jika dilihat polanya, selisihnya adalah +6, +12, +24, …, … , +192, dll
Jika diperhatikan, yang berpola adalah bilangan penambahnya, yang awalnya +6 menjadi +12 (dua kalinya). Lalu dari +12, menjadi +24 (dua kalinya). Maka seharusnya penambah selanjutnya adalah 2 x 24, yaitu +48. Maka 47 + 48 adalah 95.

Pembahasan no. 17 :
(Jawaban D)

utbk 2021

Pembahasan no. 18 :
(Jawaban D)

Polanya adalah selisih dari angka-angka yang berada dibawah, dikali dengan angka yang di atas.
Contoh :
(5-4) x 3 = 3
(13-10) x 5 = 15
Maka, (35-23) x 6 = 72

Pembahasan no. 19 :
(Jawaban A)

Selalu ingat, operasi perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu sebelum pertambahan dan pengurangan.
Kuantitas A: (9) + (32 ÷ 4 x 2) – 8
: 9 + 16 – 8
: 17
Kuantitas B: ((8) x 4) + ((-72) ÷ 9) – 8
: 32 + (-8) – 8
: 16

Pembahasan no. 20 :
(Jawaban B)

Sebenarnya ini adalah pertanyaan yang mudah. Kita bisa langsung tahu kuantitas B lebih besar tanpa perlu menghitung kuantitas A. Karena Kuantitas B memiliki “kuadrat dari kuantitas A” yang pasti sudah lebih besar dari Kuantitas A

Pemahaman Bacaan dan Tulisan

Pembahasan no. 21 :
Jawaban: A

Sesuai dengan kaidah Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), salah satu penggunaan uruf miring adalah dipakai untuk menuliskan kata atau ungka​pan dalam bahasa daerah atau bahasa asing. Akan tetapi, nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing atau bahasa daerah ti​dak ditulis dengan huruf miring. Pada teks tersebut, United Nations Framework Convention on Climate Change bukanlah nama organisasi internasional, melainkan nama perjanjian internasional, maka penulisannya dicetak miring. Kemudian, penulisan setiap katanya diawali dengan huruf kapital dan singkatannya juga ditulis dengan huruf kapital dengan diapit oleh tanda kurung.

Pembahasan no. 22 :
(Jawaban B)

Kata yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang pada nomor (2) adalah konvensi. Menurut KBBI, konvensi memiliki beberapa definisi yang hampir senada, yaitu: 1) permufakatan atau kesepakatan; 2) perjanjian antarnegara, para penguasa pemerintahan, dan sebagainya; 3) konferensi tokoh masyarakat atau partai politik dengan tujuan khusus.
Ketiga arti tersebut sangat sesuai dengan konteks kalimat. Di awal paragraf, sudah dijelaskan bahwa UNFCCC adalah kerangka perjanjian. Maka dari itu bagian rumpang pada nomor dua dapat diartikan sebagai perlunya protokol untuk lebih mengoperasionalkan UNFCCC agar tujuan perjanjian/konvensi dapat tercapai.

Pembahasan no. 23 :
(Jawaban A)

Bilangan dalam teks yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika dipakai se​cara berurutan seperti dalam perincian. Contohnya: 1) Mereka menonton drama itu sampai tiga kali à ditulis menggunakan huruf; 2) Di antara 72 anggota yang hadir, 52 orang setuju, 15 orang abstain ditulis menggunakan angka karena perincian. Akan tetapi, jika penulisan angka tersebut ditujukan untuk menerangkan sebuah urutan yang disertai tanda hubung (-), maka penulisannya diserangkaikan dan disertai penulisan angka, contohnya peringkat ke-2. Pada teks tersebut, penulisan ke3 sudah benar dan tidak perlu diperbaiki, karena menunjukkan urutan dan penulisannya juga sudah diserangkaikan dengan tanda hubung.

Pembahasan no. 24 :
(Jawaban D)

Kata berimbuuhan yang tepat untuk kata dasar “operasional” pada teks tersebut adalah “operasionalisasi”. Kata operasionalisasi menurut KBBI artinya adalah pengoperasian, meskipun –isasi pada akhir kata operasional seperti imbuhan, kata tersebut belum resmi menjadi imbuhan pada bahasa Indonesia. Artinya, kata operasionalisasi terbentuk dari kata operationalization dalam bahasa Inggris.

Pembahasan no. 25 :
(Jawaban E)

Hal yang harus diperbaiki pada kalimat bercetak tebal pada teks tersebut adalah meletakkan tanda baca koma setelah kata “mekanisme”. Hal ini dikarenakan setelah kata mekanisme terdapat kata penghubung intrakalimat yaitu.

Pembahasan no. 26 :
(Jawaban B)

Penulisan konjungsi yang salah pada teks tersebut adalah konjungsi sedangkan. Penulisan konjungsi sedangkan merupakan konjungsi intrakalimat, sehingga tidak dapat ditulis di awal kalimat.

Pembahasan no. 27 :
(Jawaban C)

Imbuhan yang tepat untuk kata bernomor (1) adalah peng—an yang salah satu artinya adalah proses, cara, atau perbuatan. Pada teks tersebut, setelah ditambahkan imbuhan peng—an, maka kata “kurang” berubah menjadi “pengurangan”. Menurut KBBI, pengurangan memiliki arti proses, cara, perbuatan mengurangi, atau mengurangkan.
Imbuhan ini adalah imbuhan yang paling tepat, karena pada teks sudah jelas disinggung bahwa deforestasi merupakan proses atau cara untuk mengurangi emisi dalam mitigasi perubahan iklim.

Pembahasan no. 28 :
(Jawaban D)

Imbuhan yang tepat untuk kata bernomor (2) adalah pe—an yang salah artinya adalah proses, cara, atau perbuatan. Pada teks tersebut, setelah ditambahkan imbuhan pe—an, maka kata “lestari” berubah menjadi “pelestarian”. Menurut KBBI, pelestarian memiliki arti proses, cara, perbuatan melestarikan, atau bisa juga diartikan perlindungan dari kemusnahan atau kerusakan (konservasi).

Pembahasan no. 29 :
(Jawaban D)

Kata yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang adalah insentif. Menurut KBBI, insentif adalah tambahan penghasilan (uang, barang, dan sebagainya) yang diberikan untuk meningkatkan gairah kerja; uang perangsang. Kata ini tepat untuk mengisi bagian yang rumpang. Maksudnya adalah REDD+ memberikan keuntungan atau pengasilan tambahan finansial dalam penyimpanan karbon di hutan.

Pembahasan no. 30 :
(Jawaban B)

Kata yang tepat untuk bagian bernomor (4) adalah terdiri atas dan bukan terdiri dari. Hal ini dapat dilihat pada bentuk baku yang sesuai dengan contoh pada KBBI.

Pembahasan no. 31 :
(Jawaban E)

Imbuhan pe—an memiliki beberapa jenis. Kata pengembangan menurut KBBI artinya adalah proses, cara, perbuatan mengembangkan. Untuk mencari kata berimbuhan yang maknanya sama dengan pengembangan, maka harus dipilih kata yang memiliki makna proses, acara, atau perbuatan. Makna tersebut terdapat pada kata penyelarasan.
Menurut KBBI, penyelarasan artinya proses, cara, atau perbuatan menyelaraskan atau bisa juga disebut penyesuaian.

Pembahasan no. 32 :
(Jawaban B)

Kata yang tidak baku pada teks tersebut adalah degredasi. Penulisan yang baku menurut KBBI adalah degradasi yang artinya penurunan (tentang pangkat, mutu, moral, dan sebagainya), kemunduran, atau kemerosotan.

Pembahasan no. 33 :
(Jawaban C)

Hal yang harus diperbaiki pada teks tersebut adalah penambahan tanda baca koma setelah singkatan “(IPCC)”. Salah satu fungsi tanda koma adalah dipakai untuk mengapit keterangan tambahan atau keterangan aposisi. Keterangan tambahan atau aposisi pada teks tersebut adalah “Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)”, sehingga setelahnya harus ditambahkan tanda baca koma.

Pembahasan no. 34 :
(Jawaban B)

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI V) kata “nifas” adalah darah yang keluar dari rahim wanita sesudah melahirkan, biasanya sampai organ produksi dan anggota badan pulih seperti biasanya. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Kata “nipas” adalah kata tidak baku dan kata yang baku adalah “nifas”. Jadi, jawaban yang benar adalah (B) karena kata “nipas” tidak baku.

Pembahasan no. 35 :
(Jawaban A)

Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) singkatan yang terdiri atas huruf awal setiap kata nama lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, lembaga pendidikan, badan, atau organisasi, serta nama dokumen resmi ditulis dengan huruf kapital tanpa titik. Contoh pada teks tersebut adalah “Jaminan Kesehatan Nasional” lalu disingkatkan menjadi menjadi “JKN”. Jadi, jawaban yang benar adalah (A) karena singkatan pada teks tersebut sudah benar.

Pembahasan no. 36 :
(Jawaban E)

Jawaban yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang adalah “Permenkes” atau kepanjangan dari Peraturan Menteri Kesehatan. Jadi, jawaban yang benar adalah (E) “Permenkes”.

Pembahasan no. 37 :
(Jawaban C)

Penulisan yang benar pada kata “Provinsi” adalah dengan menggunakan huruf kapital karena kata “Provinsi’ termasuk ke dalam unsur-unsur nama geografi yang diikuti oleh nama diri geografi, sedangkan kata “Propinsi” merupakan bentuk tidak baku dari kata “Provinsi”. Jadi, jawaban yang benar adalah (C) “Provinsi”

Pembahasan no. 38 :
(Jawaban E)

Kata “Puskesmas” merupakan kependekkan dari “pusat kesehatan masyarakat” yang diakronimkan menjadi “puskesmas” yang ditulis menggunakan huruf kecil semuanya. Akronim bukan nama diri yang berupa gabungan huruf awal dan suku kata gabungan suku kata ditulis dengan huruf kecil. Namun karena di awal kalimat, tetap menjadi “Puskesmas”. Jadi, jawaban yang benar adalah (E) “Puskesmas”.

Pembahasan no. 39 :
(Jawaban B)

Kata dasar dari “meningkatkan” adalah “tingkat” yang berarti susunan yang berlapis-lapis atau berlenggek-lenggek seperti lenggek rumah, tumpuan pada tangga. Namun, ketika kata “tingkat” diberi imbuhan (men-) dan (-kan) sehingga terbentuk “meningkatkan”. Proses afiksasi tersebut meluluhkan huruf “T” pada huruf pertama pada kata “tingkat” karena pada imbuhan (men-) jika bertemu dengan huruf PTKS maka akan lebur.

Pembahasan no. 40 :
(Jawaban D)

Kata yang paling tepat untuk mengisi bagian rumpang tersebut adalah kata “masyarakat” karena pada awal teks hingga akhir adalah bagaimana pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jadi, jawaban yang paling tepat adalah (D) “masyarakat”.

Pengetahuan dan Pemahaman Umum

Pembahasan no. 41 :
(Jawaban E)

Kalimat utama atau gagasan utama adalah kalimat yang menjadi poin utama suatu paragraf yang didukung oleh kalimat lainnya dalam paragraf tersebut. Dalam paragraf pertama kalimat tersebut, yang menjadi kalimat utama terdapat pada kalimat pertama atau pilihan E.

Pembahasan no. 42 :
(Jawaban A)

Pengertian wayang ada dua, yaitu yang terdapat di pilihan A dan B. Namun, jawaban yang tepat adalah pilihan A karena sesuai dengan konteks kalimat.

Pembahasan no. 43 :
(Jawaban D)

Simpulan yang baik dan benar adalah simpulan yang sesuai dengan teks. Dalam teks tersebut, menjelaskan tentang kebahagiaan dan kesengsaraan akan selalu menjadi bagian dari hidup kita dan perasaan tersebut tidak akan berlangsung selamanya (selamanya tidak bahagia atau sedih), melainkan hanya sementara dan selalu berputar dalam kehidupan.
Berdasarkan isi teks tersebut, simpulan yang paling sesuai terdapat pada pilihan D karena setiap ada kesusahan, pasti akan muncul kebahagiaan, begitupun sebaliknya.

Pilihan A kurang tepat karena adanya diksi moksa, yang tentunya melenceng.
Pilihan B kurang tepat karena tidak ada penjelasan dalam teks yang bisa menyambung dengan pilihan B
Pilihan C kurang tepat karena tidak ada penjelasan dalam teks yang bisa menyambung dengan kesimpulan tersebut.
Pilihan E kurang tepat karena pernyataan tersebut terbalik dengan jawaban yang seharusnya.

Pembahasan no. 44 :
(Jawaban B)

Ide pokok adalah inti sari dari suatu paragraf. Pada paragraf ke-3 teks tersebut, penulis ingin menuliskan tentang ”tidak tercapainya keinginan, tidak membuat celaka” dengan penjabaran tentang seseorang yang menjadi senang karena tidak jadi mendapatkan beban yang ia pikir akan berat nantinya. Oleh karena itu, pilihan C, D, dan E masih kurang tepat.

Lantas mengapa pilihan A juga kurang tepat? Karena itu adalah hasil atau reaksi berupa kesenangan sementara dari tidak tercapainya keinginan sang tokoh karena tidak jadi mendapatkan beban yang nantinya akan lebih berat sehingga pilihan A masih kurang tepat.

Pembahasan no. 45 :
(Jawaban C)

Dalam teks tersebut, pertanyaan yang bisa dijawab adalah pertanyaan pada pilihan C dengan pernyataan: “Soe Hok Gie yang suka menulis koran?”, sedangkan pilihan yang lain tidak bisa dijawab karena tidak ada jawabannya dalam teks tersebut.

Pembahasan no. 46 :
(Jawaban B)

Pada teks tersebut, penggunaan tanda baca masih banyak yang kurang efektif, khususnya pada paragraf ke-2, contohnya:

  • Saya sedang duduk, ketika seorang teman yang seharusnya
    Saya sedang duduk ketika seorang teman
  • Dia tanya apakah saya punya keluarga di Malang? yang seharusnya
    Dia tanya, apakah saya punya keluarga di Malang?
  • … tukang peti mati ketika dia ke sana bertanya untuk siapa peti mati ini? yang seharusnya … tukang peti mati, ketika dia ke sana bertanya, untuk siapa peti mati ini?

Pembahasan no. 47 :
(Jawaban C)

Pertanyaan yang muncul dalam diri penulis tertulis secara jelas pada kalimat terakhir paragraf ke-1, yaitu “Apakah hidupnya sia-sia?”. Jawabannya dia temukan sebelum kembali ke Jakarta, yaitu saat perjalanan ke sana lewat munculnya tangisan dari seorang tukang peti mati dan dari pilot pesawat AURI yang membawa jenazah tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang sesuai dengan teks terdapat pada pilihan C.

Pembahasan no. 48 :
(Jawaban D)

Nilai moral adalah nilai yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya (secara mudahnya, dapat dimengerti sebagai ”apa yang kamu pikirkan dan harusnya kamu lakukan”). Pilihan D merupakan nilai moral yang terdapat dalam teks tersebut dengan bukti, yaitu tetap diingatnya jasa yang telah dilakukan oleh Soe Hok Gie lewat tulisannya di dalam koran oleh beberapa orang yang tidak terduga, yaitu tukang peti mati dan pilot AURI.

Pembahasan no. 49 :
(Jawaban D)

Kalimat fakta adalah kalimat yang mengandung isi berupa suatu hal yang terbukti kebenarannya, yang berarti bukanlah asumsi atau pendapat subjektif. Pada pilihan di atas, yang termasuk ke dalam fakta terdapat pada pilihan D, sedangkan pilihan yang lain adalah opini dari penulis.

Pembahasan no. 50 :
(Jawaban D)

Jawabannya sudah jelas D karena secara langsung tertulis dalam teks pada paragraf ke-2, secara spesifik pada kalimat ke-2.

Pembahasan no. 51 :
(Jawaban A)

Pada kalimat ke-3 pada paragraf ke-2 di teks tersebut tidak padu karena teks tersebut menjelaskan tentang alasan mengapa pemberontakan bandit revolusi terjadi. Ada beberapa alasan mengapa kalimat menjadi tidak padu:

  • tidak mendukung kalimat utama teks tersebut
  • jika kalimat tersebut dihilangkan, tidak masalah
    sehingga jawaban yang paling tepat untuk soal tersebut adalah pilihan A.

Pembahasan no. 52 :
(Jawaban E)

Rangkuman yang baik dan benar harus sesuai dengan isi teks, yaitu:

  • “Pada masa revolusi Indonesia, para bandit revolusi memang tidak semua pejuang adalah bandit atau tidak semua bandit adalah pejuang.”
  • “Adapun alasan dari aksi pemberontakan para bandit itu adalah penolakan terhadap kebijakan rasionalisasi dan pembersihan orang-orang komunis pada masa pemerintahan Hatta”
  • “yang telah memulangkan tentara ke masyarakat sebanyak 100.000 orang dan memberhentikan 80.000 tentara yang dianggap tidak profesional.”

Pilihan A kurang tepat karena kata nasionalisasi dan kapitalis
Pilihan B kurang tepat karena perumpamaannya terbalik dan Soekarno
Pilihan C kurang tepat karena 80.000 dan 50.000
Pilihan D kurang tepat karena 70.000 dan kompeten

sehingga jawaban yang paling tepat terdapat pada pilihan E.

Pembahasan no. 53 :
(Jawaban D)

Topik setiap paragraf harus berkaitan satu sama lain. Untuk menebak topik suatu paragraf lanjutan, kita dapat melihat hal terakhir yang dibahas pada paragraf sebelumnya. Kalimat terakhir pada paragraf kedua yaitu
Ford, however, was confident that consumer tastes had converged sufficiently during the previous decade as to ensure the success of its world car.
Kalimat ini menunjukkan keyakinan Ford akan selera konsumen yang telah memusat pada dekade sebelumnya, sehingga mobilnya akan sukses. Jadi, paragraf yang mungkin untuk menjadi lanjutan yaitu membicarakan tentang kenyataan hasil penjualan mobil Ford berdasarkan selera konsumen. Jawabannya adalah d.

Pembahasan no. 54 :
(Jawaban B)

Ide pokok paragraf pertama terdapat pada kalimat pertama, yaitu
In fall 1994, Ford introduced the Ford Contour and Mercury Mystique in the United States–the same basic mid-size car it introduced in Europe in 1993 under the name of Mondeo.
Kalimat-kalimat setelahnya merupakan kalimat penjelas akan mobil yang dikeluarkan oleh Ford.
Jawabannya adalah b.

Pembahasan no. 55 :
(Jawaban A)

Consumer tastes had converged sufficiently, according to Ford, …[15] a single car would find lots of buyers everywhere, just as one menu is working around the world for McDonald’s.
Kalimat ini merupakan kalimat yang menyatakan sebab-akibat. Apabila diartikan,
“Menurut Ford, selera konsumen telah cukup menjadi konvergen, …. satu buah mobil akan mendapatkan banyak pembeli dimana-mana, sama seperti satu menu yang terdapat di seluruh dunia pada McDonald’s.”
Konvergen memiliki arti memusat pada satu titik, yang pada konteks ini berarti selera konsumen yang sama di seluruh dunia. Karena selera konsumen yang konvergen, maka satu jenis mobil akan dibeli oleh banyak konsumen di seluruh dunia.
Kata yang tepat untuk mengisi kalimat ini adalah sehingga/so that. Jawabannya adalah a.

Pembahasan no. 56 :
(Jawaban C)

Pada paragraf kedua, terdapat kalimat
Still, the European and American versions have 75 percent of their parts in common.
Secara implisit, kalimat ini menyatakan bahwa versi Eropa dan Amerika memiliki perbedaan sebanyak 25 persen. Pernyataan-pernyataan yang lain salah.

utbk 2021

Jawabannya adalah c

Pembahasan no. 56 :
(Jawaban B)

Topik utama yang dibicarakan pada teks ini yaitu perayaan Ganjitsu Festival di Jepang. Jawabannya adalah b.

Pembahasan no. 57 :
(Jawaban E)

Pada teks, disebutkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk merayakan Festival Ganjitsu, yaitu
Ganjitsu is celebrated by ceremonial house cleaning, feasting, and by the exchanging of visits and presents.
Finally, no celebration is complete without mochi cake and zoni soup.
Memasak makanan internasional tidak termasuk ke dalam perayaan Festival Ganjitsu, sehingga jawabannya adalah e.

Pembahasan no. 58 :
(Jawaban E)

Pada teks, disebutkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk merayakan Festival Ganjitsu, yaitu
Ganjitsu is celebrated by ceremonial house cleaning, feasting, and by the exchanging of visits and presents.
Finally, no celebration is complete without mochi cake and zoni soup.
Memasak makanan internasional tidak termasuk ke dalam perayaan Festival Ganjitsu, sehingga jawabannya adalah e.

Pembahasan no. 59 :
(Jawaban D)

Most people put up special decorations at the entrance to their houses to keep out evil spirits.
Jawabannya adalah d.

Pembahasan no. 60 :
(Jawaban A)

Orang Jepang merayakan festival Ganjitsu dengan harapan akan mendapatkan keberuntungan.
All of these things are thought to bring good fortune, prosperity, and long life.
Selain itu, terdapat juga kalimat yang menyatakan kepercayaan orang Jepang akan luck atau keberuntungan pada awal tahun.
People believe that good or bad luck in the first few days of the year represents the luck you will have for the rest of the year.
Jawabannya adalah a.

Pengetahuan Kuantitatif

Pembahasan no. 61 :
(Jawaban D)

utbk 2021

Pembahasan no. 62 :
(Jawaban D)

Pembahasan no. 63 :
(Jawaban B)

Pembahasan no. 64 :
(Jawaban A)

Pembahasan no. 65 :
(Jawaban D)

Karena yang diminta bangun ruang maka yang benar hanya (iv) saja

Pembahasan no. 66 :
(Jawaban A)

Pembahasan no. 67 :
(Jawaban D)

Pembahasan no. 68 :
(Jawaban A)

Pembahasan no. 69 :
(Jawaban C)

Pembahasan no. 70 :
(Jawaban E)

Pembahasan no. 71 :
(Jawaban D)

Pembahasan no. 72 :
(Jawaban A)

Pembahasan no. 73 :
(Jawaban D)

Pembahasan no. 74 :
(Jawaban E)

Pembahasan no. 75 :
(Jawaban C)

Misalkan AB= 12

Pembahasan no. 76 :
(Jawaban A)

Pembahasan no. 77 :
(Jawaban E)

Pembahasan no. 78 :
(Jawaban E)

Pembahasan no. 79 :
(Jawaban C)

Pembahasan no. 80 :
(Jawaban E)


Nah, sekian informasi dari kami mengenai Pembahasan Soal Try Out TPS UTBK 2021 (SOSHUM) Batch 2.0.

Terus latih kemampuan sobat dengan mengerjakan contoh soal Matematika lengkap ditautan berikut ini Latihan Soal Matematika.

Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang perkuliahan . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya.

Silahkan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram atau link disini ya.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima kasih!

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close