Kimia

Stoikiometri I: Massa Atom dan Molekul Relatif, Persamaan Reaksi

Halo, sobat Edura! Kembali lagi nih dengan materi dari Kimia, yaitu Stoikiometri. Wah, apa tuh? Supaya lebih jelas, yuk kita simak materinya massa atom relatif dan massa molekul relatif, persamaan reaksi kimia, hukum hukum dasar kimia dari Stoikiometri berikut ini!

Stoikiometri

Stoikiometri erat kaitannya dengan perhitungan kimia. Semua reaksi yang terjadi tergantung kepada jumlah zat yang terlibat di dalamnya, dengan stoikiometri dapat dihitung berapa banyak zat yang dibutuhkan dan juga dapat menghitung berapa banyak zat yang akan dihasilkan dari suatu reaksi.

Massa Atom Relatif

Massa atom relatif yaitu bilangan yang menyatakan perbandingan massa atom unsur tersebut dengan massa atom yang dijadikan standar.

Pada tahun 1961, IUPAP (The International Union of Pure and Applied Physic) dan IUPAC (The International Union of Pure and Applied Chemistry) sepakat untuk memakai unified atomic mass unit (mu) atau satuan massa atom (sma) sebagai penggantinya. Syarat atom yang massa atomnya dijadikan standar adalah harus atom yang stabil dan murni, maka ditetapkan atom C-12 sebagai standar.

Menurut kesepakatan tersebut :

1 m_u (1 sma) =\frac{1}{12} massa 1 atom karbon - 12
=\frac{1}{ 6,02252}X 10^{23} gram = 1,66044 X 10^{-24} gram

Massa atom relatif ditulis secara matematik menjadi:

Rumus massa atom relatif
Rumus massa atom relatif

Contoh soal !

Hitung massa atom relatif Fe jika diketahui massa Fe = 55,874 !
Penyelesaian :

jawaban
Jawaban

Massa atom relatif unsur-unsur dapat ditemukan dalam tabel sistem periodik unsur-unsur.

Unsur Karbon dalam Sistem Periodik
Unsur Karbon dalam Sistem Periodik

Ketika mengukur massa atom suatu unsur, data yang diperoleh adalah rata-rata massa dari berbagai isotop yang ada di alam.

Sebagai contoh Di alam atom karbon ditemukan dalam dua jenis isotop yaitu C-12 dan C-13, dengan kelimpahan masing-masing isotop adalah 98,90% dan 1,10% . Massa atom karbon-13 telah ditetapkan sebesar 13,00335 sma. Berikut jawabannya

Massa atom rata-rata karbon = (0,9890×12,00000) + (0,0110×13,003350)
= 12,0 sma

Massa Molekul Relatif

Massa molekul relatif (M_r) adalah perbandingan massa rata-rata satu molekul unsur atau senyawa dengan 1\frac{12} massa rata-rata satu atom karbon-12.

Cara mengitung massa molekul relatif senyawa H_2O
2 (massa atom H) + 1 (massa atom O) atau
2 (1,008 sma) + 1 (16,00 sma) = 18,02 sma

Massa molekul relatif

Reaksi Kimia dan Persamaan Kimia

Reaksi kimia terjadi jika ikatan-ikatan di antara atom-atom pada suatu senyawa yang bereaksi putus dan berikatan lagi membentuk senyawa baru. Para ilmuan membuat standar untuk menggambarkan reaksi kimia dengan persamaan reaksi.

John Dalton mengemukakan bahwa, jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di antara kedua zat berubah. Perubahan yang terjadi dapat dijelaskan dengan menggunakan rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi dinamakan persamaan reaksi.

Xe(s)+F_2O_2(g)\rightarrow XeF_2(s)+O_2(g)
\rightarrow= menghasilkan
+= direaksikan dengan
(s) = solid (padatan)
(g) = gas
(l) = liquid (cairan)
(aq) = aquous (terlarut dalam air/larutan)

Hal yang perlu diperhatikan adalah

Koefisien

Angka yang berada di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi disebut koefisien. Tiap koefisien dalam persamaan tersebut mewakili jumlah unit tiap-tiap zat dalam reaksi.

Bagaimana cara menyetarakan reaksi tersebut? cek postingan berikutnya ya disini .

Hukum Hukum dalam Kimia

Dari hasil pengamatan eksperimennya, para ahli membuat hasil kesimpulan yang kemudian dijadikan suatu hukum. Hukum-hukum dasar kimia inilah yang menjadi rujukan untuk perkembangan dan aplikasi ilmu kimia berikutnya.

Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)

Antoine Laurent Lavoisier, seorang ilmuwan kimia Perancis (1743-1794) mempelajari pengaruh pemanasan beberapa logam di tempat terbuka. Dia menimbang logam itu sebelum pembakaran dan sesudah pembakaran. Ia mendapatkan bahwa logam yang telah dibakar di tempat terbuka, massanya lebih besar daripada massa logam sebelum dibakar. Jika Logam hasil pembakaran dipanaskan dengan batu bara, akan diperoleh massa logam semula.

Lavoisier berpendapat bahwa udara di tempat terbuka mengandung gas yang dapat bereaksi dengan logam yang dipanaskan. Ia menamakan gas tersebut oksigen. Dengan demikian, dipikirkan bahwa bertambahnya massa logam setelah dibakar disebabkan oleh bereaksinya oksigen dengan logam yang dibakar. Massa oksigen dan massa logam yang bereaksi sama dengan massa oksida logam yang terbentuk.

Eksperimen Lavoisier tersebut menghasilkan hukum Lavoisier yang terkenal dengan hukum Kekekalan massa yang berbunyi :

“Pada setiap reaksi kimia, massa zat-zat yang bereaksi adalah sama dengan massa zat-zat hasil reaksi”

Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)

Louis Proust (1754-1826) seorang kimiawan Perancis yang pertama kali menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu sama. Hal ini dikemukakan oleh Proust setelah melakukan serangkaian eksperimen di tahun 1797 dan 1804.

Joseph Louis Proust pada tahun 1797 melakukan sederetan percobaan mengenai perbandingan jumlah zat-zat yang bereaksi. Misalnya pada pembentukan senyawa natrium klorida dari unsur-unsurnya, perbandingan jumlah natrium dan klor dalam suatu reaksi selalu tetap, yaitu 39,0% natrium dan 61% klor.

Dari percobaan yang dilakukannya, Proust mengemukakan teorinya yang terkenal dengan sebutan, Hukum Perbandingan Tetap, yang berbunyi:

“Setiap Senyawa tersusun dari unsur-unsur dengan perbandingan yang tetap”

Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)

John Dalton (1776-1844) menganalisis perbandingan massa unsur-unsur
pembentuk etilena, metana, oksida karbon, dan oksida nitrogen.

Dari hasil percobaan Dalton ternyata perbandingan unsur-unsur pada setiap senyawa didapatkan suatu pola keteraturan. Pola tersebut dinyatakan sebagai hukum Perbandingan Berganda yang bunyinya:

“Apabila dua unsur dapat membentuk dua macam senyawa atau lebih, untuk massa salah satu unsur yang sama banyaknya maka massa unsur kedua dalam senyawanya berbanding sebagai bilangan – bilangan bulat dan sederhana”

Hukum Perbandingan Volume (Gay Lusssac)

Pada tahun 1808, ilmuwan Perancis, Joseph Louis Gay Lussac, berhasil melakukan percobaan tentang volume gas yang terlibat pada berbagai reaksi dengan menggunakan berbagai macam gas.

Menurut Gay Lussac 2 volume gas hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas oksigen membentuk 2 volume uap air. Reaksi pembentukan uap air berjalan sempurna, memerlukan 2 volume gas hidrogen dan 1 volume gas oksigen, untuk menghasilkan 2 volume uap air, lihat model percobaan pembentukan uap air.

Hukum Perbandingan Volume (Gay Lusssac)
Hukum Perbandingan Volume (Gay Lusssac)

Dari hasil eksperimen dan pengamatannya disimpulkan bahwa:

“volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”

Hukum Avogadro (Hipotesis Avogadro atau Prinsip Avogadro)

Seorang ahli fisika dari Italia bernama Amadeo Avogadro (1776-1856) berpendapat bahwa ada hubungan antara jumlah partikel dalam gas dan volume gas, yang tidak bergantung pada jenis gas. Untuk memahaminya, perhatikan data percobaan penentuan jumlah molekul beberapa gas pada volum 1L, suhu dan tekanan standar (0°C, 76 cmHg).

Hipotesis Avogadro berbunyi :

“Pada temperatur dan tekanan yang sama, semua gas pada volum yang sama mengandung jumlah molekul yang sama pula.”


Sekian info tentang  Stoikiometri I: Massa Atom dan Molekul Relatif, Persamaan Reaksi

Belajar materi kimia lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal kimia disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya.

Silahkan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram atau link diskusi edura disini ya.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

M Mahardika Rafi ' Setiko

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close