Geografi

7 Teori Tata Surya serta Penjelasannya

Halo sobat edura! Yay! Sekarang kita sudah memasuki bab terbaru di mata pelajaran Geografi nih. Bab 3 kali ini kita akan membahas seputar penciptaan alam semesta khususnya teori tata surya. Bagaimana sih alam semesta ini dapat tercipta?

Kalo ngobrolin seputar alam semesta nih pasti terbayang akan ciptaan Tuhan yang luas dan tak terhingga atau bisa pula disebut jagat raya.
Buat kamu yang baru pertama berkunjung pada mata pelajaran Geografi di Edura, yuk pelajari juga materi menarik lainnya dibawah ini :

Bab 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi


Bab 2
Sejarah pembentukan bumi
Struktur lapisan bumi
Proses terbentuknya kulit bumi
Pergerakan lempeng tektonik

Jagat raya merupakan ruang yang sangat luas dengan jarak tak terkira dimana terdiri dari ribuan galaksi didalamnya. Nah bumi sendiri berada pada galaksi bima sakti (Milky Way) dengan diameter 80.000 tahun cahaya.

Apa itu jarak tahun cahaya? Secara sederhananya tahun cahaya adalah kira-kira seberapa jauh sih suatu cahaya dapat melakukan perjalanan dalam satu tahun. Tahun cahaya merupakan satuan Panjang yang biasa digunakan dalam menghitung jarak astronomis.

Selain galaksi bima sakti, masih ada ribuan galaksi lainnya dan yang paling dekat dengan Bima Sakti adalah Awan Magellan (Magellanic Clouds) dengan jarak 160.000 tahun cahaya.

Galaksi Bima Sakti merupakan sistem besar yang memiliki ribuan bintang, gas, debu, dan komponen lainnya. Setiap bintangnya memiliki sistem tata suryanya masing-masing dan matahari merupakan salah satu dari ribuan bintang tersebut. Matahari sendiri sering disebut sebagai bintang kerdil kuning.

Nah tata surya (Solar System) dengan matahari sebagai pusatnya inilah adalah tempat dimana bumi berada. Tata surya merupakan sistem kesatuan dengan matahari sebagai pusatnya dan dikelilingi oleh planet, bulan, meteor, komet, dan benda ruang angkasa lain yang terus bergerak mengitari matahari.

Dengan segala kompleksitas dari berbagai kemungkinan bagaimana tata surya tercipta menarik banyak sekali peneliti dan para ahli. Sehingga banyak sekali teori tata surya dengan perspektif dan proses penciptaan yang berbeda-beda.

Mengenai Teori Tata Surya Menurut Para Ahli

tata surya
Image from www.everythingselectric.com

Teori Nebula (Kant dan Laplace)

Teori ini menyatakan bahwa tata surya tercipta dari suatu nebula atau kabut tipis bersuhu tinggi yang sangat luas dan bergerak perlahan. Gerakan yang perlahan ini membuat massa mengalami perputaran dan massa dengan berat jenis tinggi mulai terkonsentrasi yang disebut inti massa.

Inti massa ini tersebar di berbagai area yang berbeda dengan berbagai ukuran. Lalu komponen yang saling terkonsentrasi tersebut mengalami pendinginan dan kumpulan massa berukuran kecil menjadi planet.

Lalu planet yang masih berputar tersebut turut menghempaskan materi yang lebih kecil sehingga menjadi satelit. Lalu inti massa yang paling besar dan masih bersuhu tinggi dan berpijar menjadi matahari.

Teori ini pertama kali dicetuskan oleh Emanuel Swedenborg lalu disempurnakan lagi oleh seorang filsuf Jerman bernama Immanuel Kant (1755) dalam karyanya yang berjudul “The Universal Natural History and Theories of the Heavens” , lanjut dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace (1796) pada bukunya yang berjudul “Exposition of World System”.

Teori Planetesimal (Moulton dan Chamberlain)

Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari adanya suatu benda asing berukuran kecil yang mengelilingi inti yang bersidat gas.

Atau ada bintang yang melintas dan mendekati matahari sehingga terjadi daya tarik satu sama lain. Daya tarik ini mengakibatkan komponen/massa terhempas keluar dari matahari.

Material yang terhampas ini karena faktor gravitasi sehingga terus mengelilingi pusat massa (matahari) mulai mendingin dan menjadi planet.

Teori Planetesimal pertama kali dikemukakan oleh Forest Ray Moulton seorang astronom dan seorang ahlo geologi bernama T.C. Chamberlain dari Universitas Chicago.

Teori ini didasari oleh pengamatan bintang yang selalu bersifat dinamis atau selalu bergerak. Jadi akan sangat mungkin bila ada bintang yang melintas sangat dekat dengan matahari dan ditambah karena faktor gravitasi.

Teori Pasang Surut (Jeans dan Jeffreys)

Teori Pasang Surut atau Tidal ini hampir serupa dengan Teori Planetesimal, yaitu matahari hanyalah planet yang berdiri sendiri lalu ada bintang yang bergerak mendekati matahari. Ada proses tarik menarik antar bintang dan matahari karena pengaruh gravitasi membuat bagian dari matahari terlepas.

Hanya saja yang membedakan dengan Teori Planetesimal yang terhempasnya adalah partikel/massa. Nah kalau Teori Pasang Surut justru gas-gas panas matahari yang terlepas. Bagian yang terlepas tersebut berbentuk seperti cerutu Panjang. Zat gas bagian matahari itu terus berputar mengelilingi matahari, berubah bentuk menjadi bulat, dan jadilah planet.

Teori ini ditemukan oleh dua orang ilmuwan bernama James H. Jeans dan Harold Jeffers (1991).

Teori Bintang Kembar (Lyttleton)

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Raymond Arthur Lyttleton (1956). Beliau menyatakan bahwa alam semesta ini sebelumnya hanya terdiri dari dua bintang raksasa di luar angkasa.

Jadi ada salah satu dari bintang kembar tersebut yang ditabrak oleh bintang yang lain (bintang ketiga). Bintang ketiga dan salah satu dari bintang kembar tersebut hancur dan serpihan dengan berbagai ukuran ini mulai mengambang dan mengorbit pada bintang yang masih utuh.

Nah pecahan bintang inilah yang menjadi planet-planet sedangkan bintang yang tidak hancur adalah matahari.

Teori Awan Debu (Weizsaecker dan Kuiper)

Teori ini menyatakan bahwa dulu alam semesta hanya terdiri dari gumpalan awan gas yang sangat panas (hydrogen dan helium).

Lalu gumpalan awan tersebut mengalami penyusutan dan perputaran yang teratur sehingga menarik partikel-partikel dan berubah wujud menjadi piringan seperti cakram.

Cakram tersebut membentuk suatu gelembung di tengahnya dan menjadi matahari sedangkan bagian pinggirnya adalah planet-planet.
Teori ini ditemukan oleh Carl von Weizsaceker lalu disempurnakan oleh Gerald P. Kuiper (1950).

Teori Big Bang (George Lemaitre)

Teori ini menyatakan bahwa tata surya tercipta dari bintang dengan ukuran sangat besar lalu meledak. Ledakan dari bintang tersebut sangat dasyat karena energi dan ukuran yang dimiliki sangatlah besar, ledakan tersebut setara dengan 5 x 1025 kali dari ledakan nuklir.

Nah dari ledakan tersebut memancarkan partikel-partikel lalu dipadatkan akibat faktor gravitasi dan energi dari ledakan tersebut terbentuklah planet, satelit, dan benda langit lainnya.

Teori Keadaan Tetap/ Steady – State (Bondi, Gold, dan Hoyle)

Teori ini bisa dibilang cukup unik dibanding yang lain. Teori yang dikemukakan oleh H. Bondi, T. Gold, dan F.Foil (1948) ini justru berpendapat jika alam semesta itu tidak memiliki awal maupun akhir.

Alam semesta sejak dahulu memang sudah seperti itu dan tidak ada yang berubah. Tidak ada yang namanya penciptaan, semua stagnan seperti alam semesta yang kita kenal saat ini.

Teori ini mengarah pada prinsip kosmologi sempurna, yang artinya pernyataan bahwa segalanya akan tetap sama. Rupanya teori tersebut didukung dari hasil penemuan galaksi baru yang memiliki massa yang sebanding dengan galaksi lama. Jadi teori ini mendukung gagasan bahwa alam semesta memiliki umur yang tidak bisa dihitung.

Teori ini pun berpendapat bahwa setiap komponen alam semesta saling menjauh satu sama lain dan darisana akan tercipta ruang kosong, namun ruang angkasa akan terus menghasilkan materi baru guna mengisi ruang kosong dari galaksi tersebut.

Zat baru yang membentuk materi tersebut adalah hidrogen dimana hydrogen merupakan sumber asal-usul dari terciptanya galaksi, tata surya, dan bintang.

Sekian artikel dengan judul 5 Teori Tata Surya serta Penjelasannya Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.


Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close