Geografi

Struktur Lapisan Litosfer serta Dinamika dan Perubahannya

Halo sobat edura! Jumpa lagi dengan kita pada mata pelajaran Geografi SMA kelas X. Nah sekarang kita bakal langsung next step membahas bab 4, yaitu tentang struktur lapisan litosfer. Bisa dibilang pembahasan kali ini adalah lanjutan mendetail dari struktur lapisan bumi pada bab 2, khususnya pada struktur lapisan bumi dan proses terbentuknya kulit bumi

.Pada intinya, litosfer atau permukaan bumi yang kita tempati saat ini selalu mengalami berbagai proses atau fenomena yang membuat bumi kita ini tidak stagnan, melainkan selalu melalui tahap dinamika yang membuat bumi tidaklah rata seperti yang ada di globe atau peta.

Justru bumi memiliki relief atau adanya dataran tinggi, dataran rendah, gunung, danau, sungai, laut, lembah, dll. Seluruh perubahan ini adalah berkat fenomena tenaga geologi. Di materi sebelumnya sudah mempelajari seputar tenaga endogen dan eksogen, bukan?

Namun sebelum lanjut, akan lebih afdol bila kamu baca-baca juga materi Geografi sebelumnya yang bisa kamu buka dibawah ini :

Bab 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Bab 2
Sejarah pembentukan bumi
Struktur lapisan bumi
Proses terbentuknya kulit bumi
Pergerakan lempeng tektonik

Bab 3
7 Teori Tata Surya
Susunan sistem Tata Surya
Jenis gerhana matahari dan bulan
Jenis galaksi di alam semesta

Unsur yang Terkandung pada Struktur Lapisan Litosfer

Litosfer adalah lapisan bumi terluar, tempat mahluk hidup tinggal. Hanya sekedar mengingat kembali materi sebelumnya, lapisan bumi (litosfer) terdiri dari 3 lapisan yang menyusunnya, yaitu :

  • Kerak bumi (Crush)
  • Selimut atau selubung bumi (Mantle)
  • Inti bumi

Lapisan ini mengandung unsur senyawa kimia yang kaya akan SiO2 (silikat). Menurut Klarke dan Washington, permukaan bumi mengandung 75% dari Silikon Oksida dan Aluminium Oksida. Hal inilah yang membuat litosfer didominasi oleh bebatuan dan membuatnya dijuluki lapisan batuan.

Bebatuan ini turut mengalami berbagai proses eksogen yang membuat bebatuan mengalami pelepasan partikel-partikel mineral (pelapukan, pengikisan, sedimentasi) dan merubahnya menjadi tanah.

Nah magma sendiri adalah induk dari pembentukan batu ini. Magma adalah cairan yang pijar dan bersuhu sangat tinggi yang mengandung berbagai unsur gas dan mineral. Kandungan mineral terbentuk dari berbagai unsur kimia yang menyatu dan menciptakan senyawa mineral.

Walaupun lapisan litosfer ada 2000 lebih jenis mineral, tapi hanya 20 unsur mineral saja yang terdapat pada batuan, diantaranya :

  • Mika Putih (K- Al-Silikat)
  • Kalsit (CaC03)
  • Piroksen
  • Dolomit (CaMgCO3)
  • Feldspar
  • Biotit/Mika Cokelat (K-Fe-Al-Silikat)
  • Amphibol
  • Bijih Besi Hematit (Fe2O3)
  • Limonit (Fe3OH2O)
  • Kuarsa (Si02)
  • Khlorit
  • Olivin (Mg, Fe)
  • Magnetik (Fe3O2)

Litosfer identik dengan lapisan yang terdiri dari batuan dan tanah, juga memiliki dua bagian, yaitu :

Lapisan Sial (silisium dan aluminium)

Lapisan sial adalah lapisan yang tersusun dari logam silisium dan aluminium dengan senyawa dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Di lapisan sial ini terdiri dari bebatuan jenis sedimen, granit, dan metamorf. Dengan kata lain bebatuan yang umum ada pada daratan atau benua, cenderung bersifat padat. Lapisan Sial ini turut mencakup kerak benua dan kerak samudera.

Kerak Benua adalah bagian daratan seperti benua tempat kita tinggali. Terdiri dari batuan granit pada bagian atas dan batuan beku basalt di bagian bawah.

Sedangkan kerak samudera adalah kerak yang berada di dasar samudera. Terdiri dari endapan di laut pada bagian atas dan batuan vulkanik (batuan beku peridolit dan gabro) di bagian bawah.

Lapisan Sima (silisium magnesium)
Memiliki kepadatan yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandun magnesium dan besi yang lebih besar, yaitu mineral ferro magnesium dan batuan basalt.  Dengan ketebalan sekitar 65 Km dan bersifat elastis. Lapisan kulit yang tersusun dari logam silisium dan magnesium (SiO2 dan MgO).

Siklus Batuan pada Struktur Lapisan Litosfer

lapisan litosfer
Education vector created by brgfx – www.freepik.com

Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya bahwa lapisan litosfer memiliki beragam jenis batuan dengan kandungan senyawa yang berbeda. Nah, batu tersebut tercipta dari siklus yang memakan waktu cukup lama dan mengalami perubahan dari magma – batuan beku – batuan sedimen – batuan malihan (metamorf) – dan kembali lagi menjadi magma. Siklus batuan ini pertama kali dikemukakan oleh James Hutton pada abad 18.

Magma yang membeku

Magma adalah campuran dari batuan cair dan semi cair dengan suhu yang sangat tinggi dan berada di dalam permukaan bumi. Suhu magma yang dapat mencapai 700 – 1300o C membuat magma bersifat cair dan dinamis. Magma terus bergerak dan berubah wujud menjadi bentang alam baru. Pergerakan magma sendiri dibagi dua, yaitu intrusi (magma didalam bumi) dan ekstrusi (magma yang sampai ke permukaan bumi.

Magma terus bergerak mengalir pada area yang memiliki suhu lebih rendah. Darisini magma mengalami kristalisasi dan terbentuklah batuan beku. Bila batuan beku berada di dalam bumi disebut batuan beku intrusif (batu granit dan batu diorite) sedangkan batuan beku di permukaan bumi disebut batuan beku ekstrusif (batu basal dan batu andesit).

Pelapukan Batuan Beku

Khusus untuk batuan beku ekstrusif yang berhasil keluar dan berada di permukaan bumi akan bersentuhan dengan atmosfer dan hidrosfer. Sehingga mengalami proses pelapukan.

Pergerakan Batuan

Pelapukan akan menghacurkan batuan beku menjadi batu-batu yang lebih kecil dan selanjutnya mengalami proses erosi. Atau bisa dibilang dari proses inilah batuan berpindah ke berbagai area baik akibat air, angin atau faktor alam lainnya.

Sedimentasi Batu

Selanjutnya batu akan mengendap dan endapan dari hasil pelapukan batuan beku akan mengeras kembali membentuk batuan sedimen. Sedangkan untuk batuan beku intrunsif yang tidak keluar permukaan bumi akan terus bergerak hingga mencapai permukaan melalui proses faktor tektonik dan vulkanik. Lalu seperti batuan entrusif lainnya akan mengalami fase (erosi, pengendapan) yang serupa.

Metamorfosis

Untuk batuan beku intrunsif yang terus stay didalam, maka akan terkubur lebih dalam lagi akibat tekanan dari litosfer atas. Darisini tekanan dan suhunya pun akan semakin besar pula, maka batuan beku akan mengalami perubahan dari bentuk dan susunan kimianya menjadi batuan metamorf (malihan).

Sedangkan batuan sedimen hasil pelapukan sebelumnya, berhubung permukaan bumi terus melanjutkan  proses sedimentasi (menciptakan lapisan sedimen baru) sehingga batu terus masuk kedalam tanah. Batu terus kedalam hingga kembali mencapai tempat asal sebelumnya, yaitu kamar magma. Akibatnya batuan sedimen turut mengalami tekanan dan suhu tinggi dan batu sedimen berubah menjadi batu malihan.

Proses yang serupa turut terulang sejak jutaan bahkan miliaran tahun. Siklus yang bermula dari unsur dari dalam bumi yang terangkat lalu mengalami pelapukan, erosi, pengendapan, dan metamorphosis. Kurang lebih tahap perubahannya akan seperti ini :

Magma – Magma intrunsif – Batuan beku intrunsif – batu metamorf

atau

Magma – Magma entrunsif – Batuan beku entrunsif – batu sedimen – batu malihan

Perubahan batu terus berlanjut menjadi wujud/jenis yang berbeda. Hal ini tergantung dari faktor endogen dan eksogen yang berlangsung pada batu tersebut. Contohnya saja seperti perubahan suhu dan tekanan yang memengaruhi batu sedimen. Batu sedimen bisa berubah menjadi batuan metamorf atau mengalami pelapukan karena faktor waktu.


Sekian artikel dengan judul Struktur Lapisan Litosfer serta Dinamika dan perubahannyaUntuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close