Geografi

Struktur Lapisan Bumi, Karakteristik, dan Komponennya

Halo sobat edura! Mata pelajaran geografi kini terus berlanjut hingga bab 2. Saat ini kita akan mengulas seputar struktur lapisan bumi. Dimana sebelumnya kita sudah membahas mengenai bagaimana asal mula alam semesta, galaksi bimasakti, tata surya, termasuk bumi terbentuk disini.

Nah supaya belajarnya lebih afdol, bisa banget nih baca-baca juga materi Geografi terkait dibawah ini :

BAB 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Bab 2
Sejarah pembentukan bumi

Jadi secara garis besarnya, setelah bumi terbentuk dari massa gas yang mengalami proses pendinginan. Akhirnya terjadi pengerasan pada bagian luar bumi dengan bagian dalam bumi yang masih memiliki suhu yang tinggi dan lunak.

Selama proses pendinginan yang terjadi jutaan tahun tersebut, berdasarkan penelitian terhadap fisik bumi menunjukkan bahwa batu-batuan pembentuk bumi memiliki unsur kimia dan komposisi mineral yang berbeda.

Hal ini karena terjadinya fase pemisahan unsur fisika dan kimia yang ada di bumi sesuai dengan sifat unsurnya masing-masing. Dari pemisahan inilah bumi terbentuk dari suatu struktur yang berlapis-lapis.

Struktur bumi terbagi menjadi 2. Pertama adalah struktur lapisan keatas atau biasa disebut lapisan atmosfer bumi yang terdiri dari 5 bagian, yaitu lapisan troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Lalu yang kedua ada struktur lapisan kebawah atau lapisan bumi yang sekarang kita pijaki ini. Lapisannya terbagi menjadi 4, yaitu kerak bumi, selimut bumi, inti luar, dan inti dalam.

Struktur Lapisan Bumi bagian Dalam

struktur lapisan bumi
image from yuksinau.co.id

Litosfer (Lapisan kulit bumi atau crust berupa batuan)

Litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos yang artinya batu dan sfhere/sphaira berarti lapisan atau bulatan. Seperti wujudnya litosfer berartikan lapisan batuan yang membentuk kulit bumi bagian luar.

Litosfer pun bisa juga disebut kerak bumi dan disinilah mayoritas mahluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan menempati area ini. Litosfer/kerak bumi memiliki ketebalan hingga 5 – 80 Km. struktur materi batuan yang ada pada litosfer terdiri dari bebatuan beku, sedimen, dan metamorf.

Selain bebatuan, area litosfer pun tersusun dari berbagai unsur gas dan kimia dimana yang paling utama adalah oksigen sebanyak 46,6% lalu silikon, kalsium, magnesium, alium, natrium, aluminium, dan besi. Litosfer pun menjadi tempat terjadinya gerakan lempeng yang disebabkan faktor tektonis, hal inilah yang membuat peristiwa gempa bumi terjadi disini.

Secara umum litosfer dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Kerak benua – lapisan terluar yang terdiri dari wilayah daratan yang permukaannya adalah daratan dan tersusun dari batuan granit dengan ketebalan sekitar 20 – 70 Km.
  2. Kerak Samudra – lapisan terluar yang permukaan bumi dengan permukaan yang merupakan perairan, tersusun dari batuan basalt dengan ketebalan dari 5 – 10 Km

Astenosfer (mantel bumi atau lapisan terselubung)

Lapisan yang terletak dibawah litosfer yang terdiri dari material cair kental dan berpijar dengan suhu yang sangat tinggi hingga mencapai 3.000 º C. Bisa dibilang unsur cair ini adalah yang selalu keluar sebagai magma yang sering disaksikan ketika di gunung berapi.

Walaupun begitu, secara umum lapisan mantel memiliki sifat fisik yang padat. Hanya saja dapat berubah bentuk dan bergerak walau membutuhkan jangka waktu yang lama.

Mantel terdiri dari batuan silikat dengan kandungan yang kaya akan besi dan magnesium. Contoh magma mantel yang keluar menuju kerak bumi seperti hotspot Hawaii.

ketebalannya sekitar 2.900 Km. struktur kimia yang terkandung pada lapisan mantel ini terdiri dari kandungan magnesium, oksigen, silikon, aluminium, dan kalium.

Mantel bumi pun terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

  • Mohorovicic discontinuity – zona perbatasan antara astenosfer (mantel luar) dan litosfer (kerak bumi)
  • Astenosfer – merupakan mantel luar yang memiliki sifat plastis dan darisinilah kerak bumi bergerak. Sifat plastis ini disebabkan karena suhu dan tekanan pada lapisan sehingga mengalami kesetimbangan. Bagian ini memiliki kedalaman sekitar 400 Km dengan suhu sekitar 1300º C
  • Mantel bumi bawah – struktur lapisan dengan kedalaman mencapai 2900 Km hingga mencapai perbatasan inti bumi. Lapisan ini memiliki suhu hingga 3700 ºC.
  • Arus konveksi mantel – Seperti yang dinyatakan sebelumnya, bahwa mantel bumi menjadi faktor yang membuat kerak bumi mengalami pergerakan lapisan litosfer. Nah hal tersebut terjadi dari mantel ini. Pergerakan kerak bumi dapat menyebabkan terjadinya aktivitas gunung berapi dan gempa bumi.

    Arus konveksi mantel terjadi karena panas yang diciptakan oleh peluruhan radioaktif di inti bumi disertai panas ketika pembentukan bumi terjadi. Suhu yang tinggi menyebabkan mantel yang bersifat plastis ini bergerak dan darisinilah arus konveksi terjadi.

Barisfer (Lapisan inti bumi)

Barisfer merupakan bagian bumi paling dalam yang tersusun dengan lapisan Nife (nikel dan besi). Lapisan ini memiliki kedalaman dari 2981 Km hingga 6378 Km dan merupakan pusat bumi.

Berhubung inti bumi merupakan struktur terdalam maka memiliki suhu yang sangat panas hingga mencapai 10.800 F. Panas ini berlangsung dari aktivitas peluruhan radioaktif dan panas yang bermula dari zaman pembentukan bumi.

Sama seperti struktur bumi sebelumnya, inti bumi pun terbagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  • Inti luar (outer core)
    Seperti yang sudah dinyatakan sebelumnya, inti luar bumi terletak pada kedalaman 2981 – 5100 Km dibawah permukaan bumi dengan suhu sekitar 3.900 º C. Dan memiliki kepadatan yang sangat tinggi namun inti luar pun memiliki unsur besi dan nikel yang sangat panas dan cair.

    Pada lapisan ini pun disebut sebagai pengarah kompas magnetik. Hal ini disebabkan proses rotasi bumi sehingga menghasilkan unsur magnet.
  • Inti dalam (inner core)
    inti bumi disini adalah lapisan terdalam dengan suhu yang sangat tinggi hingga mencapai 4.800 ºC berada pada ketebalan sekitar 2.500 Km dan kedalaman mencapai 5200 Km dari kerak bumi.

    Inti dalam bumi memiliki diameter seperti bola mencapai 2.700 km. Inti bumi bagian dalam pun terdiri dari unsur materi besi dan nikel dengan suhu tinggi tapi sangat padat hingga mencapai densitas sekitar 10 gram/cm3. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Hal ini disebabkan karena letaknya yang paling dalam sehingga mengalami tekanan yang lebih tinggi dari lapisan terluar lainnya.

Kedua bagian seperti inti bagian luar dan dalam ini dipisahkan oleh lapisan yang disebut dengan lehman discontinuity atau zona lehman bullen. Zona ini menjadi pemisah inti bagian luar yang bersifat cair dan inti bagian dalam yang bersifat padat.

Selain itu, zona ini terjadi proses pembiasan gelombang seismik. Hal ini kterna terjadi perpindahan medium rambat dimulai dari medium cair ke padat.

Nah demikian pembahasan seputar struktur lapisan bumi, karakteristik, dan komponen penyusunnya. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa lapisan bumi terdiri dari kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi bagian luar, dan inti bumi bagian dalam.

Sekian artikel dengan judul Struktur Lapisan Bumi, Karakteristik, dan Komponennya Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih





Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close