Geografi

Sejarah Pembentukan Bumi serta Teorinya

Halo sobat edura! Kali ini seperti biasa kita akan melanjutkan mata pelajaran Geografi. Tidak terasa sekarang sudah memasuki bab 2, dimana kita akan mengulas seputar sejarah pembentukan bumi.

Sebagai manusia yang menempati bumi sekaligus memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada, dengan berbagai geosfer dan fenomena yang menyelimutinya. Pernah tidak terpikirkan olehmu mengenai sejarah pembentukan bumi? Bagaimana bumi bisa tercipta?

Nah bisa dibilang materi inilah yang akan diulas hari ini. Namun sebelum itu, yuk baca dulu pembahasan sebelumnya, berikut list nya :

BAB 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Sejarah Pembentukan Bumi, Bagaimana tata Surya dan Bumi ini Diciptakan?

Dengan mempelajari sejarah pembentukan bumi, maka secara tidak langsung kamu pun akan mengetahui bagaimana tata surya ini terbentuk. Karena bumi tidak lain hanyalah salah satu anggota dari keluarga matahari, tercipta dari proses pembentukan matahari juga.

Dimana para ilmuwan memperkirakan bahwa penciptaan tata surya berawal dari terbentuknya matahari terlebih dahulu sedangkan planet lain masih berwujud gas kosmis dan awan debu (nebula) dan terus mengelilingi matahari sampai sampai zat awan, debu, dan gas tersebut menyatu, mengeras karena pengaruh gravitasi hingga terbentuklah berbagai bulatan yang membentuk planet termasuk bumi itu sendiri.

Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem tata surya itu bersumber dari menyatunya berbagai massa gas yang bercahaya dengan suhu yang sangat panas dan berputar perlahan. Massa gas tersebut suhunya semakin turun dan ukurannya menyusut hingga berbentuk menjadi bola.

Lalu massa yang berbentuk bola tersebut mengalami percepatan perputaran (rotasi) yang sangat tinggi hingga bagian khatulistiwa (ekuator) mendapat gaya sentrifugal (bergerak menjauhi pusat atau sumbu) paling besar membuat massa bulat tersebut menggelembung hingga gelembung tersebut terlepas dari gas bola pertama diciptakan tersebut (gas induk) sehingga terbentuk bola-bola dengan ukuran yang berbeda satu sama lain.

Nah, gas induk inilah yang menjadi matahari sedangkan massa gas yang terlepas dengan ukuran berbeda tadi menjadi planet, termasuk bumi. Saat terlepas, bola gas yang terpisah ini masih panas dan terus berotasi, hingga bagian gas bola yang akan menjadi planet tadi melepaskan gas bola yang jauh lebih kecil, bola gas yang lebih kecil inilah yang menjadi satelit alam (bulan, io, Ganymede, titan, dll).

Teori Sejarah Pembentukan Bumi Menurut Para Ahli

Teori Kabut Kant – Laplace

Penelitian mengenai sejarah pembentukan bumi sebetulnya telah menjadi objek kajian para ilmuwan sejak abad 18. Topik tersebut diulas sangat dalam hingga terbentuk konsep teori kabut yang dikemukakan oleh Immanuel Kant pada 175 dan Piere de Laplace pada 1796.

Teori tersebut menyatakan bahwa jagat raya tercipta dari senyawa gas yang menyatu menjadi kabut (nebula).

Darisitu terjadilah gaya tarik menarik pada kumpulan gas tersebut dan mengalami perputaran yang cepat dan materi gas tersebut terlepas dan terpisah. Material gas yang terpisah tersebut mengalami pendinginan dan akhirnya material nantinya menjadi planet dan matahari sekarang ini.

Teori Pasang Surut Gas

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918. Teori ini menyatakan bahwa asal mula terciptanya tata surya berawal dari buntang besar yang mendekati matahari sehingga terjadi pasang surut pada matahari berupa gelombang raksasa yang disebabkan gaya tarik bintang.

Gelombang tersebut terus menjauh dari inti matahari menuju bintang sehingga menimbulkan lidah pijar yang mengalami perapatan gas hingga akhirnya terpecah menjadi planet.

Teori Dentuman Besar (Big bang Theory)

Teori ini cukup popular dan banyak ilmuwan yang mendukung teori ini. Seperti namanya, teori ini menyatakan bahwa jagat raya terbentuk akibat dentuman masa yang sangat besar sehingga mengembang dengan sangat hebat menjadi pusat ledakan.

Akibat adanya gravitasi, hal inilah yang membuat bintang yang yang memiliki daya gravitasi paling kuat berposisi sebagai pusatnya.

Teori Planetesimal

Teori ini dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton bersumber dari penelitian mereka yang berjudul The Origin of The Earth pada tahun 1916. Berbeda dengan teori sebelumnya, Teori Planetesimal ini menyatakan bahwa sejak awal matahari memang sudah ada dan mengalami gaya penarikan oleh bintang besar.

Akibat gaya penarikan ini terjadilah ledakan besar. Dari ledakan tersebut menimbulkan suatu gas dari atmosfer matahari dan gas tersebut membeku menjadi suatu benda padat yang disebut planetesimal yang nantinya menjadi planet-planet termasuk bumi kita saat ini.

Lalu Bagaimana Bumi Terbentuk?

Lah? Kok masih nanya? Bukannya sudah dibahas dari teori sebelumnya. Memang sudah, tapi belum spesifik sampai pada tingkat bagaimana atmosfer, litosfer, hidrosfer, dll tercipta bukan? Nah setelah sistem tata surya mulai terbentuk, planet pada saat itu termasuk bumi masih berupa bola pijar yang sangat panas dengan suhu mencapai 4000°C.

Dibutuhkan waktu hingga jutaan tahun selama proses pendinginan hingga akhirnya lapisan terluar atau disebut kerak bumi pun mulai membeku atau bisa pula disebut litosfer. Dengan bagian dalam bumi yang masih dalam keadaan panas hingga saat ini.

Lalu selain kerak bumi, pendinginan ini mengakibatkan terjadinya penguapan gas secara besar-besaran ke angkasa. Sama seperti pendinginan, proses ini membutuhkan waktu hingga jutaan tahun sehingga terjadi akumulasi uap dan gas dalam jumlah besar hingga menjadi atmosfer saat ini.

Lalu uap air yang terkumpul di atmosfer pun diturunkan kembali sebagai hujan untuk pertama kalinya dengan dengan intensitas tinggi dan waktu yang sangat lama. Benar-benar lama hingga air hujan mengakibatkan terbentuknya cekungan di muka bumi dan terciptalah perairan laut dan samudera.

Seperti yang telah diulas sebelumnya, bumi pun mendingin kan? Namun apa yang menyebabkan suhu bumi meningkat hingga seperti saat ini? Berikut adalah beberapa kemungkinan berdasarkan penelitian dari berbagai ilmuwan?

  • Akresi (accretion) akibat hujannya benda-benda luar angkasa atau meteor ke permukaan bumi
  • Kompresi atau semakin memadatnya bumi akibat karena gaya gravitasi
  • Disintegrasi atau penguraian unsur-unsur radioaktif (uranium, thorium, potassium)

Sekian artikel dengan judul Sejarah Pembentukan Bumi serta Teorinya Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close