Geografi

3 Pendekatan Geografi : Spasial,Ekologi,dan Regional

Halo sobat edura! Kali ini kita akan mempelajari pendekatan geografi yang merupakan bagian materi bab1 Hakikat Geografi kelas X semester 1. Namun sebelum langsung mempelajari pendekatan geografi, alangkah baiknya bila memahami terlebih dulu definisi dan 10 konsep geografi Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998

Nah dalam mendalami 10 konsep geografi ini perlu ditelusuri lebih dalam lagi. Caranya gimana? Jadi ada beberapa langkah atau metode pembelajaran khusus yang dikenal dengan pendekatan geografis. Emang apa sih pendekatan georafi itu?

Definisi Pendekatan geografi

Pendekatan Geografi secara garis besar merupakan metode yang digunakan untuk mempermudah dalam menganalisa berbagai fenomena atau gejala geosfer, termasuk interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya.

Hal ini karena banyak sekali fenomena di bumi sehingga perlu yang namanya klasifikasi pada setiap fenomena sesuai dengan sudut pandang dan fokusnya.

Pendekatan geografi menurut Hagget (1979) dan Baiquni (2008) adalah usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan pada komponen ilmu geografi terpadu (Intergrated Geography).

Macam- Macam Pendekatan Geografi dan Contohnya

Pendekatannya sendiri terbagi menjadi 3, yaitu : Analisis Keruangan (spatial analysis), analisis ekologi (ecological analysis), dan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis) yang merupakan kombinasi dari analisis keruangan dan ekologi.

Pendekatan Spasial (Keruangan)

Gampangnya sih, pendekatan ini fokusnya lebih ngarah ke ruang permukaan bumi atau studi keragaman tempat hidup manusia, hewan, dan tumbuhan dengan menelaah fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang.

keruangan adalah kerangka analisis yang menekankan eksistensi ruang sebagai penekanan. Eksistensi ruang dalam perspektif geografi dapat dipandang dari struktur (spatial structure), pola (spatial pattern), dan proses (spatial process) (Yunus, 1997).

Aspek yang dianalisisnya sendiri berupa faktor kondisi alam, lokasi, hingga sosial budaya masyarakat. Dari aspek tersebut termasuk mempelajari bagaimana hubungan interaksinya seperti apa.

Contoh :

  • Mahal tidaknya sewa kontrakan bergantung dari jarak kontrakan dengan pusat kota dan fasilitas yang ada di sekitarnya.
  • Pantai memiliki bentuk geografis yang terdiri dari pasir dan berada di wilayah pesisir laut, tipe tumbuhan cenderung memiliki akar nafas yang berfungsi untuk beradaptasi ketika pasang laut, dan adanya ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai ombak laut. Relief pantai ini sangat indah bagi masyarakat dan selalu digunakan sebagai lahan wisata.

Pendekatan Ekologi (Lingkungan)

Pendekatan ini lebih berfokus pada interelasi antar mahluk hidup dengan lingkungannya. Mahluk hidup ini mencakup organisme seperti manusia, hewan, dan tumbuhan sedangkan lingkungan meliputi tanah, hutan, air, udara, bebatuan, dsb.

Dengan kata lain perilaku organisme pun masuk kedalam fenomena geografi. Hubungan antara organisme dan lingkungan ini ditelaah berdasarkan sebab akibat, jadi bila manusia sering membuang sampah ke sungai maka akan menyebabkan banjir dan pencemaran air.


Dengan kata lain aspek yang diteliti melingkupi :
Interaksi komponen fisikal (alamiah)
Nonfisik (sosial)

Dari kedua aspek inilah kemudian dilakukan identifikasi dari segi fisik, sikap, dan perilaku masyarakat.

Contoh: seperti ketika ingin mengetahui pemicu banjir disuatu daerah maka tentu hal yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi kondisi lingkungan seperti apakah daerah tersebut terletak di dataran tinggi atau rendah, jenis tanah, kondisi sungai, jumlah resapan air, dll.

Setelah menelaah kondisi fisik barulah segi sosial atau masyarakatnya, seperti apakah aktivitas masyarakat dapat memicu timbulnya banjir? Siapa tahu masyarakat tersebut memiliki kebiasaan yang merusak seperti menebang pohon, membuang sampah sembarangan, membangun lahan pemukiman seenaknya, dll.

Barulah setelah kondisi fisik dan sosial dianalisis, dilanjutkan dengan Analisa hubungan antara kedua aspek tersebut.

Pendekatan Regional (Kompleks Wilayah)

Secara umum pendekatan ini merupakan gabungan antara pendekatan ruang dan ekologi. Jadi membandingkan kondisi permukaan bumi dari segi aspek keruangan serta lingkungan secara komprehensif.

Biasanya pendekatan regional digunakan ketika ingin membandingkan berbagai daerah yang berbeda. Karena masing-masing daerah tentunya memiliki perbedaan kondisi alam hingga manusia/masyarakatnya. Perbedaan ini akan membuat daerah saling berinteraksi dalam rangka memenuhi kebutuhan.

Contoh :

  • Korea Selatan memiliki sumber daya alam yang terbatas namun kaya akan sumber daya manusia yang handal. Kebalikan dari negara tropis seperti Indonesia yang memiliki sumber daya manusia yang kurang berkualitas tapi sumber daya alamnya melimpah.
  • Membangun rumah harus memperhatikan kondisi wilayahnya. Bila berada disekitar pantai maka pondasi harus ditinggikan supaya mengantisipasi pasang naik air laut atau banjir.

Sekian artikel dengan judul 3 Pendekatan Geografi : Spasial,Ekologi,dan Regional Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih


Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close