Geografi

Obyek Studi Geografi : Material dan Formal

Halo sobat edura! Seperti biasa kita akan lanjut lagi bahas seputar mata pelajaran Geografi kelas X, salah satunya mengenai obyek studi geografi. Namun sebelum langsung ke topik ini, jangan lupa untuk baca materi geografi sebelumnya dulu supaya lebih paham, hehe :
1.) Definisi dan Konsep Geografi
2.) 3 Pendekatan Geografi
3.) Prinsip dan Aspek Geografi

Seperti diketahui pada umumnya bahwa arti Geografi secara etimologi berasai dari kata “geo” yang artinya bumi dan “graphein” yang berarti lukisan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian Geografi seperti yang dikemukakan oleh Eratosthenes adalah lukisan/tulisan tentang bumi atau biasa disebut “geographica” pada saat itu. Geografi pun tidak melulu hanya membahas permukaan bumi atau fenomena alam saja tapi mahluk hidup yang berperan didalamnya pun patut diperhatikan.

Hanya saja untuk mempermudah dalam mempelajari kompleksitas fenomena geosfer ini, diperlukan pembagian komponen berdasarkan kategori tertentu. Hal inilah yang membuat obyek kajian geografi pun menjadi lingkup studi yang patut dipahami.

Apa Itu Obyek Studi Geografi?

Obyek studi geografi tentu saja adalah geosfer yang meliputi segala fenomena/gejala alam dan sosial yang terjadi. Hanya saja untuk mempermudah pembelajaran maka obyek tersebut terbagi menjadi dua, yaitu obyek material dan obyek formal.

Obyek Material

Obyek material adalah geosfer itu sendiri yang terdiri dari litosfer, hidrosfer, atmosfer, biosfer, dan antroposfer. Hanya saja geosfer pun turut melibatkan sosial juga. Oleh karena itu letak obyek material ini dibedakan menjadi letak fisiografi (klimatologi, maritim, astronomis, geomorfologi) dan letak sosiografi (sosial, ekonomi, politik, budaya) :

Litosfer (lapisan keras) adalah lapisan permukaan bumi terluar atau bisa pula disebut kerak bumi atau kulit bumi (geologi, geofisika, geomorfologi)

Hidrosfer (lapisan air) permukaan bumi yang terdiri dari air seperti sungai, lautan, danau, air tanah (oceanografi, hidrologi)

Pedosfer (lapisan tanah) lapisan batuan yang telah mengalami proses pembentukan tanah, misalnya pelapukan, pengikisan, dll

Atmosfer (lapisan udara) lapisan gas yang melingkupi bumi, termasuk mengkaji cuaca dan iklim (klimatologi, meteorologi)

Biosfer (Lapisan tempat hidup) lapisan ekologi global yang terdiri dari seluruh mahluk hidup yang saling terhubung satu sama lain (biogeografi)

Antroposfer (lapisan manusia) berfokus pada manusia yang menjadi tema sentral diantara sfera-sfera (geografi politk, geografi penduduk, geografi politik).


Jadi dapat disimpulkan bahwa obyek material adalah obyek mengenai gejala yang terjadi di permukaan bumi seperti batuan, tanah, iklim, cuaca, flora, fauna, hingga kehidupan manusia.

Obyek Formal

Sedangkan Obyek formal adalah sudut atau cara pandang dan berpikir terhadap segala fenomena yang ada di permukaan bumi baik dari segi fisik maupun sosial. Sehingga yang menjadi fokus obyek adalah fenomena keruangan itu sendiri.

Sudut pandang obyek formal dapat dilihat dari segi pendekatan keruangan (spatial setting), dimana terbagi menjadi :

  • Persebaran gejala (spatial pattern)
  • Hubungan atar gejala (spatial system)
  • Perkembangan atau perubahan pada gejala (spatial process)

Sedangkan metode obyek formal geografi melibatkan beberapa aspek, yaitu:

Sudut pandang keruangan
obyek formal dinilai berdasarkan value terhadap berbagai kepentingan, misalnya segi jarak, letak, keterjangkauan, dll

Sudut pandang kelingkungan
obyek formal dinilai berdasarkan hubungan/kaitan suatu tempat pada komponen yang ada di dalamnya sehingga terpadu menjadi kesatuan wilayah

Sudut pandang kewilayahan

obyek formal dinilai dari perbandingan ciri khas antar wilayah. Darisinilah muncul sudut pandang perwilayahan yang berbeda seperti Kawasan gurun, pantai, hutan, dll. Selain perbedaan, persamaan antar wilayah pun patut diperhatikan sehingga dapat diklarifikasi lagi, seperti misalnya beberapa daeraht tertentu dapat disebut gurun karena memiliki ciri yang serupa dan cocok (suhu tinggi, kering, jenis tumbuhan, dll)

Sudut pandang waktu
obyek formal dinilai berdasarkan perkembangan suatu wilayah dari waktu ke waktu. Contohnya seperti perkembangan pariwisata Pulau Dewata bali dari tahun ke tahun.

Pada pandangan obyek formal pun akan memunculkan pertanyaan berupa 5W+1H dimana bertujuan untuk dapat menguraikan sudut pandang geografi secara lebih jelas, yaitu sebagai berikut :


What
apa yang terjadi?

Where
menanyakan seputar dimana fenomena tersebut terjadi sekaligus mengetahui persebarannya

When
menanyakan kapan terjadinya suatu fenomena. Berusaha menjelaskan terjadinya suatu gejala/fenomena

Why
Mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi

Who
Siapa pihak yang terlibat akan terjadinya peristiwa tersebut

How
menanyakan penyelesaian masalah

Sekian artikel dengan judul Obyek Studi Geografi : Material dan Formal Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih


Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close