Geografi

Jenis Galaksi di Alam Semesta

Halooooo sobat edura! Kali ini kita kembali dengan mata pelajaran Geografi di bab 3 nih! Gak kerasa ya sekarang kita sudah membahas seputar jenis galaksi. Galaksi adalah bagian dari alam semesta dan merupakan ciptaan Tuhan yang bikin banyak peneliti kepo buat menggali informasi misteri yang ada didalamnya.

Karena galaksi adalah area yang sangat luas dimana bumi tempat kita berpijak ini tinggal. Lalu tahukah kamu? Ada triliunan galaksi yang ada di alam semesta ini. Saking luasnya, para pakar hanya mengetahui dan memberi nama beberapa dari galaksi tersebut. Nah beberapa jenis galaksi inilah yang akan dibahas pada materi kali ini.

Namun sebelum lanjut, akan lebih afdol bila kamu baca-baca juga materi Geografi sebelumnya yang bisa kamu buka dibawah ini :

Bab 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Bab 2
Sejarah pembentukan bumi
Struktur lapisan bumi
Proses terbentuknya kulit bumi
Pergerakan lempeng tektonik

Bab 3
7 Teori Tata Surya
Susunan sistem Tata Surya
Jenis gerhana matahari dan bulan

Galaksi merupakan kumpulan gas, debu, dan bintang-bintang dengan jumlah yang tak terhingga. Dimana masing-masing bintang tersebut memiliki sistem planet yang mengorbit/mengelilinginya (tata surya). Galaksi terbentuk secara teratur dan tertata pada suatu sistem berkat adanya gaya gravitasi. Nah, bumi sendiri menempati galaksi yang bernama Galaksi Bima Sakti.

Jenis Galaksi Berdasarkan Morfologi

jenis galaksi
Image by WikiImages from Pixabay

Galaksi pun secara morfologi atau bentuk penampakannya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tak beraturan. Berdasarkan pengamatan para astronom, sejauh ini sekitar 75% alam semesta didominasi oleh galaksi spiral, sementara sisanya 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tidak beraturan. Walaupun masih belum pasti jika galaksi spiral benar-benar mendominasi alam semesta dari segi jumlah atau tidak.

Galaksi Spiral (Spiral Galaxy)

Galaksi ini bisa dibilang memiliki bentuk yang indah dengan gambaran spiral denga lengan yang memanjang dan ada cahaya memusat yang khas. Galaksi yang ditempati bumi (Bima Sakti) pun masuk kedalam jenis galaksi spiral. Galaksi spiral memiliki bagian yang terdiri dari halo, bidang galaksi (termasuk bagian lengan spiral), dan bulge.

Galaksi spiral terdiri dari bintang-bintang dengan rentang usia yang berbeda. Untuk bintang-bintang tua dan redup  berada pada bagian bulge yang berbentuk tonjolan dan berada di tengah galaksi. Sedangkan bintang-bintang dengan usia muda berada pada bagian spiral galaksi, bintang-bintang ini masih diselimuti materi yang membentuk bintang tersebut seperti gas dan debu. Selain itu, area lengan adalah tempat bintang baru dilahirkan.

Contoh galaksi spiral adalah Galaksi Bima Sakti dan Galaksi Andromeda. Kedua galaksi ini termasuk kedalam galaksi spiral raksasa, dan Andromeda adalah yang terbesar.

Galaksi Elips (Elliptical Galaxy)

Seperti namanya, galaksi ini berbentuk dasar bulatan besar yang berbentuk lonjong. Berbeda dengan Galaksi Spiral, Galaksi Elips terdiri dari bintang yang sudah tua dan aktivitas penciptaan bintang yang minim. Biasanya Galaksi Elips sering ditemukan pada bagian inti gugusan galaksi dan tercipta melalui peleburan galaksi-galaksi besar. Contoh Galaksi berbentuk elips adlaah Galaksi Formax dan Galaksi Skulpter.

Galaksi tak Beraturan (Irregular Galaxy)

Galaksi jenis ini tidak memiliki bentuk yang pasti atau tidak beraturan. Wujudnya seperti suatu kumpulan bintang, partikel debu, dan benda ruang angkasa dengan bentuk tak karuan.

Menurut Hubble ada dua tipe galaksi tak beraturan, yaitu :

Galaksi tak beraturan Irr I – galaksi yang memiliki profil asimetris dan tidak terdapat tonjolan pusat layaknya galaksi spiral. Galaksi ini berisi bintang-bintang muda dan memiliki banyak kelompok individu.

Galaksi tak beraturan Irr II – sama seperti Irr I, yaitu memiliki profil asimetris. Hanya saja penampilannya lebih halus. Hanya saja belum bisa dipastikan apakah galaksi memiliki bintang yang berdiri sendiri atau berkelompok.

Jenis-Jenis Galaksi di Alam Semesta

Photo by Jeremy Thomas on Unsplash

Yep! Kan bumi kita berada di Galaksi Bima Sakti nih. Tapiiiii bila kamu berpikir bahwa Galaksi Bima Sakti adalah keseluruhan dari alam semesta, maka kamu salah besar. Yuk bukakan keterbukaan pikiranmu! Karena Galaksi Bima Sakti hanyalah satu dari MILYARAN bahkan mungkin bisa lebih banyak lagi galaksi. Hal ini berdasarkan hasil penglihatan menggunakan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar, telah ditemukan satu milyar galaksi. Mind blowing banget kan?

Galaksi Bima Sakti

Galaksi inilah yang ditempati bumi saat ini. Galaksi Bima Sakti pertama kali ditemukan pada 18 Juli 1973. Galaksi Bima Sakti diperkirakan terdiri dari 100 biliyun bintang dengan garis tengah sekitar 130 ribu tahun cahaya. Mengenai ukuran satuan cahaya, dalam 1 tahun cahaya = 9500 milyar Km. Jadi bisa dibayangkan betapa luasnya galaksi ini. Galaksi Bima Sakti masuk kedalam kategori galaksi spiral. Galaksi Bima Sakti telah berumur 12 – 14 biliun tahun.

Mengenai tata letak dari bintang, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Bintang yang lebih tua berada di pusat tonjolan dengan ketebalan 20.000 tahun cahaya sedangkan bintang muda berada di lengan spiral. Nah matahari yang sebagai salah satu bintang di Galaksi Bima Sakti terletak di sudut dalam lengan spiral Carina Cygnus dengan perkiraan jarak 30.000 tahun cahaya dari pusat Galaksi Bima Sakti.

Tentu saja Matahari kita hanyalah satu dari bermilyar-milyar bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti. Jarak antar bintang kira-kira sekitar 4 – 10 tahun cahaya. Matahari sendiri memiliki tetangga bernama Bintang Proxima Centauri dengan jarak 4,23 tahun cahaya. Nah semakin bintang berada di pusat maka semakin dekat jarak antar bintang atau kerapatannya.

Galaksi Andromeda

Seperti Galaksi Bima Sakti, Galaksi Andromeda pun masuk kategori galaksi spiral. Hanya saja ukurannya dua kali lebih besar, yaitu dengan diameter hampir 200 ribu tahun cahaya. Jarak galaksi ini dengan Bima Sakti sekitar 2.5 juta tahun cahaya dan terletak di langit belahan utara, sekitar 41o di sebelah utara khatulistiwa langit. Galaksi Andromedia pun dapat diamati pada bulan September, Oktober, dan November, khususnya menggunakan teropong.

Galaksi Pusaran Air

Galaksi pusaran air memiliki jarak dengan Bima Sakti sekitar 14 juta tahun cahaya. Galaksi ini sangat popular bagi astronom professional hingga amatiran karena diantara semua galaksi, Galaksi Pusaran Air lah yang paling mudah ditemukan. Hal inilah yang membuat Galaksi Pusaran Air sering menjadi target untuk dipelajari strukturnya.

Galaksi Magellan

Galaksi ini memiliki nama lain, yaitu Awan Magellan. Galaksi ini terbagi menjadi dua jenis, Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil dengan jarak 160.000 tahun cahaya. Keunikan dari Magellan ini adalah, hamper mirip satelit alam. Galaksi Magellan turut mengorbit Galaksi Bima Sakti. Walaupun pada akhirnya peneliti memutuskan bahwa Awan Magellan adalah sistem terpisah.

Galaksi Roda Biru

Walaupun galaksi ini memang tidak begitu popular, tapi letaknya cukup dekat dengan bumi, yaitu 2 tahun cahaya dengan Galaksi Bima Sakti. Sehingga bintang-bintang dari Galaksi Roda biru dapat dilihat dengan teropong bintang atau binokuler.

Galaksi Ursa Mayor

Galaksi Ursa Mayor memiliki nama lain Galaksi Beruang Besar. Galaksi ini biasa terlihat dalam bentuk tujuh bintang terang. Rupanya keberadaan khas bintang ini membuat Galaksi Ursa Mayor sering dikenal karena bintangnya menguntungkan sebagai patokan ketika berlayar bagi pengguna perahu dan kapal ketika malam hari. Galaksi ini memiliki jarak hingga 10 juta tahun cahaya.

Galaksi Sombrero

Dinamai sombrero karena bentuknya yang hampir menyerupai topi khas latin. Walaupun sebetulnya galaksi yang satu ini rupanya memiliki struktur yang tidak seperti galaksi lain pada umumnya ketika para astronom mengamati menggunakan Spitzer Space Telescope NASA.

Galaksi yang memiliki jarak dengan bumi sekitar 28 juta tahun cahaya ini memang memiliki struktur yang cukup rumit. Bahkan Dimitri Gadotti, astronom ESO di Chile berpendapat bahwa cara memahami Galaksi Sombrero adalah dengan memikirkan dua galaksi di sisi yang berlawanan.

Galaksi ini memiliki jari-jari sekitar 60.000 tahun cahaya. Selain itu pada Galaksi Sombrero pun ditemukan adanya lubang hitam yang supermasif dan bisa menelan ratusan bintang. Lubang hitam ini masuk kedalam salah satu daftar deretan lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan manusia. Galaksi Sombrero tersusun dari unsur hidrogen dingin, awan, debu, dan debu antariksa. Galaksi ini masuk kedalam kategori Galaksi Spiral.


Sekian artikel dengan judul Jenis Galaksi di Alam Semesta Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close