Geografi

Berbagai Jenis Batu yang ada di Bumi

Halo sobat edura! Kali ini kita akan melanjutkan materi dari bab 3, khususnya seputar dinamika litosfer. Hanya saja fokusnya lebih mengarah pada berbagai jenis batu yang ada di bumi ini. Perlu diketahui bahwa benda remeh yang sering kalian abaikan seperti batu tidak asal ada begitu saja. Melainkan terbentuk dari berbagai siklus atau proses yang sangat panjang.

Nah, sebelum langsung lanjut materi, jangan lupa buat baca-baca juga artikel sebelumnya berikut di bawah ini :

Bab 1
Definisi dan Konsep Geografi
3 Pendekatan Geografi
Prinsip dan Aspek Geografi
Obyek Studi Geografi
Prinsip dan aspek Geografi
Struktur Geografi

Bab 2
Sejarah pembentukan bumi
Struktur lapisan bumi
Proses terbentuknya kulit bumi
Pergerakan lempeng tektonik

Bab 3
7 Teori Tata Surya
Susunan sistem Tata Surya
Jenis gerhana matahari dan bulan
Jenis galaksi di alam semesta

Bab 4
Dinamika struktur lapisan litosfer

3 Jenis Batu : Batuan Beku, Batuan Sedimen, Batuan Metamorf

jenis batu
Photo by Jack Robinson on Unsplash

Bumi didominasi oleh bebatuan dan keseluruhannya memiliki unsur pembentuk yang berbeda. Secara garis besar bebatuan yang ada di bumi didominasi oleh batu sedimen (66%), lalu sebagiannya berupa batuan ekstursi (8%), batuan instrunsi (9%), dan batuan metamorf (17%).

Sedangkan dari segi penyebarannya per wilayah, batu sedimen cenderung banyak ditemukan di belahan bumi Eropa. Mengapa? Karena Eropa jarang ditemukan adanya gunung api.

Jadi batu yang ditemukan di Eropa adalah bebatuan tua yang sudah mengalami pelapukan dan pergerakan lebih lanjut. Sedangkan batuan tipe entrusi dan intrusi lebih banyak ditemukan di daratan Asia karena berpotensi gunung api (Jepang, Indonesia, Filipina).

Batuan Beku

Batuan beku berasal dari bahasa latin, yaitu Inis yang artinya api. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, magma mengalami fase pembekuan dan dari situ batuan beku tercipta. Batu ini bisa pula disebut igneous rocks. Batuan beku dapat tercipta baik di permukaan bumi, maupun di lorong-lorong gunung api.

Batuan beku dapat dibagi berdasarkan beberapa kategori, yaitu

Berdasarkan tempat pembekuannya :

Batuan beku dalam (plutonik) – batuan yang terbentuk didalam bumi dengan kedalaman 15 – 50 Km. kedalaman ini membuat suhu pada area tersebut sangat panas, tepatnya terjadi di area astenosfer. Hal inilah yang membuat pembekuan terjadi secara lambat. Ciri-ciri bentuk batu tersebut seperti berukuran besar, berbentuk kristal sempurna, dengan tekstur holoskristalin (komposisi yang tersusun oleh kristal sempurna

Batuan beku korok (porfirik) – batuan yang terbentuk diantara batuan dalam dan batuan leleran di dalam korok atau gang. Memiliki sebutan lain, yaitu batuan hypoabisik. Jenis batu ini memiliki bentuk yang beragam, ada yang berwujud kristal besar, kristal kecil, hingga bahan amorf.

Batuan beku luar (epusif) – batuan yang terbentuk di atas permukaan bumi. Bermula dari magma yang berhasil keluar hingga daratan lalu terkena pengaruh luar bumi seperti temperature udara, air, angin. Hal inilah yang membuat suhu magma menurun secara cepat. Bentuk dari batunya sendiri beragam juga, ada yang berbentuk kristal kecil hingga yang tidak memiliki kristal.

Berdasarkan warna :

Batuan beku berwarna cerah – batuan yang tersusun dari minerak-mineral felsi, seperti muskovit, kuarsa, feldsfar, dan potash.

Batuan beku berwarna gelap – batuan beku intermediet dengan jumlah mineral felsik dan mafik memiliki kadar yang seimbang

Berdasarkan tekstur :

Batuan beku plutonik – batuan yang mengalami proses pembekuan yang lambat sehingga kandungan mineral yang tersusun relatif lebih besar. Jenis batunya seperti diorite, gabro, granit.

Batuan beku vulkanik – batuan yang mengalami proses pembekuan yang cepat sehingga kandungan mineralnya lebih kecil. Contoh batuan seperti basalt dan andesit.

Berikut adalah beberapa jenis batu yang masuk kategori batuan beku, sebagai berikut

Batu Apung
– Batu apung terbentuk dari cairan lava yang banyak mengandung gas, hasil letusan eksplosif gunung berapi. Itulah sebab batu ini memiliki tekstur yang berpori atau gelembung-gelembung dari lava yang telah beku.
– Batu apung pun bisa disebut batuan gelas vulkanik silikat
– di Indonesia batu apung banyak ditemukan di gunung Krakatau
– sesuai namanya, memiliki bobot yang ringan

Batu obsidian (batukaca)
– Batu obsidian mengandung kaya akan mineral
– terbentuk dari lava yang membeku dengan cepat karena ada perbedaan suhu yang drastis antara di inti bumi dan permukaan bumi
– ditemukan oleh seseorang asal Romawi, Obsidius
– Banyak ditemukan di gunung berapi

Batu Granit
– Memiliki tekstur berbutir kasar, berwarna terang namun pada umumnya putih, merah, pink, dan kelabu
– di Indonesia granit terdapat di Papua, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera
– bersifat asam
– sangat padat, dengan kepadatan rata-rata 2,75 gram per centimeter kubik
– mampu menahan beban berat dan kebal dari pelapukan

Batu Basalt
– Merupakan batu hasil pembekuan magma dalam waktu cepat
– Termasuk kategori batuan beku epusif/ekstrusif atau membeku di permukaan bumi
– Memiliki komposisi basa
– Memiliki kandungan kuarsa < 20%,  kadar feldspathoid <10%, dan persentase mineral felspar sebesar 65%
– Sering digunakan untuk pondasi, pengeras jalan, konstruksi beton, dll

Batuan Sedimen

Batu sedimen adalah lanjutan dari batuan beku yang mengalami proses pengangkutan dan pengendapan. Faktor alam yang memengaruhi terbentuknya batuan sedimen seperti, topografi, iklim, angin, air, salju, dll.

Batuan sedimen dapat terbagi berdasarkan beberapa kategori, diantaranya

Berdasarkan perantaranya :

Batuan sedimen aeris – batuan sedimen yang terbentuk dari perantara angin. Contoh jenis batuannya seperti pasir dari gurun pasir, tanah los, tanah tuf.

Batuan sedimen aquatis – batuan sedimen yang terbentuk dari perantara air contoh jenis batuannya seperti batu pasir, batu konglomerat, batu breksi.

Batuan sedimen glasial – batuan sedimen yang terbentuk dari perantara es. Contohnya seperti batu moraine.

Berdasarkan tempat pengendapan :

Sedimen fluvial – batuan yang mengalami proses pengendapan di sekitar wilayah sungai

Sedimen marine – batuan yang mengalami proses pengendapan di lautan yang mengandung kapur

Sedimen glasial – batuan yang mengalami proses pengendapan pada bongkahan es seperti pegunungan es

Sedimen limnis – batuan yang mengalami proses pengendapan di rawa atau danau

Sedimen terisentris – batuan yang mengalami proses pengendapan di daratan

Jenis batuan sedimen menurut Pettijohn (1975), Sill, dan O’Dunn (1986) diklasifikasikan berdasarkan teksturnya menjadi dua kategori, yaitu batuan sedimen klastika dan batuan sedimen non-klastika :

Batuan sedimen klastika – batu sedimen yang memiliki susunan kimia yang sama dengan batuan asal. Hal ini disebabkan batuan hanya mengalami proses pelapukan atau penghancuran lalu mengendap secara alami atau mekanik akibat gaya beratnya sendiri.

Contoh jenis batuan sedimen klastika

Batu Konglomerat
– batu hasil akumulasi dari fragmen-fragmen berukuran besar lalu partikel tersebut terangkut air dan mengalami pengendapan
– Merupakan batuan sedimen yang tersusun dari bahan dan ukuran yang berbeda
– terdiri dari fragmen, matriks, dan semen
– memiliki bentuk fragmen yang membundar (rounded)

Batu Breksi
– mirip dengan batu konglomerat
– Perbedaannya terletak dari susunan fragmennya
– Perbedaan dengan konglomerat, bentuk fragmennya dengan sudut angular

Batu Pasir
– terbentuk dari proses pengangkutan karena faktor eksogen lalu disaat yang sama pelapukan masih terus berlangsung (kimia atau fisika)
– memiliki kandungan mineral kuarsa yang tinggi, biasanya bila seperti ini disebut batu pasir silika
-batuan aquatis yang terdiri dari butiran pasir
– komposisi terdiri dari butiran mineral dan bahan organik yang mengalami proses pelapukan

Batuan sedimen non-klastika – Kebalikan dari sebelumnya justru batuan non-klastika mengalami perubahan unsur kimia dari sebelumnya. Karena mengalami proses kimiawi, biologi, atau organik, bahkan kombinasi dari semuanya atau disebut biokimia.

Sedangkan proses pembentukan karena biologi atau organik terjadi atas bantu tangan tumbuhan atau binatang. contohnya seperti pembentukan batuan untuk dijadikan sarang/rumah oleh binatang laut atau karang, terkuburnya kayu-kayu akibat perubahan permukaan darat menjadi laut, dan fosil.

Contoh jenis batuan sedimen Non-klastika

Batu Bara
– terbentuk dari hasil kompaksi material organik atau unsur mahluk hidup
– proses pembentukan terjadi pada daerah dengan iklim tropis, air dengan minim oksigen
– bisa disebut coal
– pada umumnya berwarna coklat gelap
– tekstur amorf

Batu Gamping
– terbentuk akibat proses organik atau anorganik
– sering terbentuk di laut dangkal
– tersusun dari mineral utama seperti kalsit (CaCO3)
– memiliki tekstur beragam

Batuan Metamorf

Lanjutan transformasi batu baik dari segi fisik maupun kimiawi. Disebut batuan sekunder karena berasal dari batuan lain. Batu metamorf tercipta dari proses metamorphosis, dimulai dari adanya keterlibatan faktor tekanan dan suhu yang meningkat. Diketahui ada 3 jenis batu malihan, yaitu :

Metamorfik termik (kontak) – jenis batu malihan yang terbentuk akibat kenaikan suhu, contohnya seperti batu marmer atau pualam.

Metamorfik dinamik (sintektonik) – jenis batu malihan yang terbentuk akibat energi endogen atau adanya penambahan tekanan. Biasa ditemukan di area lipatan atau patahan yang luas. Contoh jenis batu adalah batubara dan batu sabak.

Metamorfik termik pneumatolitik – jenis batu yang terbentuk akibat 2 faktor, yaitu peningkatan suhu serta masuknya zat magma kedalam batuan. Jenis batunya seperti batu permata, topas, dan azurit mineral.

Berikut adalah jenis batuan metamorf

Batu Marmer
– terbentuk karena proses metamorphosis batu gamping
– sering digunakan sebagai bahan membuat lantai, dinding, dan berbagai furniture
– tersusun dari mineral kalsit dengan kandungan seperti kuarsa, mika, klhorit, dan berbagai jenis silikat lain
– memiliki struktur batu yang kompak
– nilai ekonominya bergantung dari warna dan tekstur batu tsb

Batu Gneiss
– terbentuk dari proses metamorphosis regional atau dinamik dan terjadi pada area batas lempenge konvergen
– termasuk kategori batu metamorf kualitas tinggi
– sulit pecah
– memiliki bands buatiran kuarsa dan feldspar dalam tekstur yang saling mengisi

Sekian artikel dengan judul Berbagai Jenis Batu yang ada di Bumi Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close