Geografi

10 Definisi dan Konsep Geografi SMA kelas X

Halo sobat edura! Seperti biasa disini kami akan membahas informasi bemanfaat bagi kalian semua. Kali ini kita akan mengulas seputar mata pelajaran Geografi nih khususnya untuk jenjang SMA. Buat kamu yang sedang mencari materi seputar definisi dan 10 konsep Geografi yuk kita bahas berikut ini. Semoga bisa mempermudah kalian semua dalam belajar.

Definisi Geografi menurut Para Ahli

konsep geografi
Photo from astb03-5907.blogspot.com

Tahukah kamu? Geografi rupanya telah dipelajari sejak zaman Yunani Kuno loh. Sehingga istilah Geografi pun berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Geo yang artinya bumi dan Graphein berarti tulisan.

Sehingga bila disatukan berarti tulisan atau deskripsi bumi. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad 276 – 194 SM dikemukakan oleh filsuf ternama Eratosthenes dengan nama Geographica dengan arti lukisan bumi.

Geografi yang mulanya hanya berfokus pada permukaan bumi pun cakupannya mulai diperluas menjadi melibatkan aspek manusianya juga dan hubungan antara manusia dengan bumi.

Geografi secara garis besarnya merupakan ilmu yang mempelajari fenomena fisik, atau kesamaan serta perbedaan suatu lokasi dalam cakupan keruangan. Atau mungkin Bahasa sederhananya ilmu yang mempelajari fenomena yang ada di permukaan bumi.

Pada KBBI sendiri geografi adalah ilmu yang mendalami seputar permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi. Geografi pun rupanya memiliki definisi beragam berdasarkan sudut pandang para ahli baik dari Indonesia hingga mancanegara.

Erathostenes

Beliau berpendapat bahwa geografi berasal dari kata geographica yang artinya penulisan atau penggambaran tentang permukaan bumi.

Bintarto

Geografi adalah ilmu yang menggambarkan dan menerangkan sifat-sifat bumi sekaligus menganalisis gejala alam dan penduduknya serta mempelajari ciri khas pada unsur-unsur bumi dari segi ruang dan waktu.

Strabo

Geografi adalah mempelajari karakteristik mengenai suatu tempat dengan memperhatikan hubungan antar tempat secara keseluruhan.
Seminar dan lokakarya peningkatan kualitas pengajaran geografi 1988
Geografi adalah ilmu yang mempelajari kesamaan dan perbedaan suatu fenomena geosfera perihal sudut pandang kewilayahan dalam konteks keruangan.

10 Konsep Geografi menurut Seminar dan Lokakarnya Ahli Geografi tahun 1998

konsep geografi
Photo by Tim Stief on Unsplash

Fisis Determinis – Alam memengaruhi manusia, faktor geografik memainkan peran terhadap perkembangan budaya manusia. Contoh : tumbuhan menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi manusia untuk bernafas.

Fisis Posibilisme – Manusia yang memengaruhi alam, sehingga manusia yang berperan dalam menentukan budayanya. Contoh : penggunaan kendaraan menyebabkan udara menjadi tercemar.

konsep geografi adalah rancangan atau gambaran mengenai objek, proses , dan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu geografi

Berikut adalah pembagian 10 konsep geografi berdasarkan hasil Seminar dan Lokakarya Ahli Geografi 1998 lalu. Yang gini biasa muncul saat ujian loh!

Konsep Lokasi

Konsep geografi yang pertama adalah konsep Lokasi yang merupakan letak spasial suatu obyek di permukaan bumi atau suatu tempat dimana fenomena geografi terjadi. Konsep lokasi sendiri terbagi lagi menjadi dua, yaitu :

Lokasi Absolut

Seperti namanya, lokasi absolut adalah letak suatu daerah yang tidak bisa berubah karena letaknya sendiri ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Perbedaan tata letak dari segi garis lintang menyebabkan perbedaan iklim dan garis bujur menyebabkan perbedaan waktu. Contoh : Indonesia terletak diantara 6° LU – 11°LS, dan 95°BT – 141°BT

Lokasi Relatif

Kebalikannya, lokasi relatif adalah tata letak yang bisa berganti-ganti sesuai dengan obyek yang ada di sekitarnya. Berdasarkan hokum Tobler sendiri mempelajari lokasi relatif sangat penting karena suatu obyek pasti memiliki pengaruh terhadap obyek sekitarnya.

Contoh : Kota Bandung lebih dekat dengan Jakarta daripada ke Semarang, atau rumah seseorang berada di sekitar Pasar Astana Anyar, Indonesia terletak diantara 2 benua (Asia dan Australia) dan 2 samudera (Hindia dan Pasifik).

Konsep Jarak

Jarak adalah ruang yang menghubungkan antara 2 lokasi atau boyek yang dapat dihitung baik oleh satuan panjang atau waktu. Jarak selalu diperhitungkan karena berpengaruh terhadap suatu keuntungan, seperti misal semakin luas tanah maka semakin mahal harganya, atau harga tanah pun bergantung dari seberapa dekat jarangnya dengan pusat kota.

Semakin dekat dengan pusat kota, maka harganya semakin mahal bila dibandingkan tanah di pendesaan. Jarak sendiri terbagi menjadi dua, yaitu jarak mutlak dan jarak relatif :

Jarak Mutlak

Jarak yang dikategorikan berdasarkan ukuran satuan meter, kilometer, dll. Jarak mutlak sendiri adalah jarak yang tetap dan tidak dapat berubah. Contoh seperti jarak dari Bandung ke Jakarta adalah 150 KM.

Jarak Relatif

Jarak yang dikategorikan berdasarkan lamanya waktu atau perjalanan antara dua lokasi tersebut. Contoh : Perjalanan dari Bandung ke Surabaya menggunakan kereta api akan membutuhkan waktu selama 11 jam, namun bila naik pesawat hanya 1 jam.

Konsep Keterjangkauan

Keterjangkauan adalah jarak yang mampu ditempuh dari satu tempat ke tempat lain. Aspek yang diperhatikan dalam mengukur keterjangkauan ini bergantung dari sarana dan prasarana penunjang atau seberapa mudah suatu lokasi dapat diakses, seperti memperhatikan transportasi yang digunakan, kondisi topografi, bentang alam, dll.

Contoh daerah Dago atas di sekitar Hutan Ir.H.Djuanda dulu sulit diakses karena selain jauh, jalan menanjak, dan rusak. Namun sekarang karena daerah tersebut berpotensi sebagai sarana wisata maka sudah ada perbaikan dan jalan dan ada tambahan fasilitas seperti adanya transportasi ojek.

Konsep Pola

Pola berkaitan dengan bentuk, ciri, susunan, struktur yang ada pada permukaan bumi. Selain struktur bumi secara fisik, persebaran aktivitas manusia pun turut diperhatikan pada konsep ini. Sehingga konsep pola dibagi menjadi 2, yaitu gejala alam dan gejala sosial.

Contoh : Aliran sungai yang berbentuk sudut siku-siku adalah aliran sungai rectangular (gejala alam), pemukiman di Bandung dibangun berhimpitan.

Konsep Morfologi

Nah agak serupa tapi tak sama dengan pola. Morfologi lebih berfokus pada bentuk permukaan bumi seperti struktur/unsur yang menyusun permukaan bumi seperti dataran tinggi, dataran rendah, pegunungan, lembah, dll. Contoh : Bandung adalah dataran tinggi, pantai adalah dataran rendah, Dago atas cenderung berbukit.

Konsep Aglomerasi

Konsep ini membahas mengenai pemusatan aktivitas manusia pada wilayah tertentu. Contoh : Adanya pemusatan wilayah penduduk berdasarkan ekonomi dan status sosial atau Kawasan Pendidikan terletak di Jatinangor.

Konsep Nilai Kegunaan

Nilai guna adalah konsep yang berkaitan dengan benefit atau nilai yang dimiliki suatu wilayah. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya setiap wilayah memiliki topografi dan struktur permukaan bumi yang berbeda, darisinilah setiap tempat akan memiliki potensi yang beragam juga. Contoh : Dataran tinggi sangat cocok dijadikan lahan pertanian, sedangkan pantai cocok menjadi obyek wisata atau perikanan.

Konsep Interaksi dan Interdependensi

Masing-masing wilayah tentunya memiliki kekurangan, hal inilah yang membuat antar wilayah saling bergantung satu sama lain. Begitulah konsep dari interaksi dan interdependensi ini.

Hukum Tobler sendiri menyatakan bahwa obyek dengan obyek lainnya itu saling memengaruhi. Contoh : Pendesaan menghasilkan bahan mentah yang dibutuhkan kota. Tapi kota pun menghasilkan barang manufaktur yang dibutuhkan pendesaan.

Konsep Diferensiasi Area

Diferensiasi area adalah konsep yang berusaha menganalisis perbedaan antar wilayah baik dari segi fisik maupun sosial. Contoh : mata pencaharian masyarakat yang tinggal di pantai akan berbeda dengan mata pencaharian yang tinggal di pergunungan atau perkotaan.

Konsep Keterkaitan Ruang

Keterkaitan ruang adalah konsep yang berusaha menganalisis hubungan antar wilayah berdasarkan sebab – akibat. Tentu berbeda dengan konsep interaksi dan interdependensi yang lebih mengarah ke saling memengaruhi. Contoh : Banjir di Jakarta tidak hanya dipengaruhi oleh tata keruangan yang buruk tapi bisa saja akibat faktor daerah sekitarnya yang memiliki hulu sungai yang kualitas pengelolaan tata airnya buruk.

Sekian artikel dengan judul 10 Definisi dan Konsep Geografi SMA kelas X Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang kampus . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Tags

Elvira

Undergraduate Communication Student at Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close