BiologiKimia

Toksikologi Lingkungan dan Konsep Dasar Racun

Toksik (toxic) merupakan suatu zat beracun atau zat yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Isu lingkungan telah banyak didengar oleh kita dimulai dari pengurangan penggunaan kertas sekitar tahun 2000an oleh plastik, sampai sekarang penggunaan plastik yang dibatasi, digantikan oleh kain atau sejenisnya. Kira-kira kedepannya kain bakal diganti apa ya?. Toksikologi lingkungan merupakan ilmu yang mempelajari tentang racun dilingkungan yang mampu berdampak bagi kesehatan.

Toksikologi Lingkungan

Toksikologi merupakan ilmu pengetahuan yang ada sejak zaman purbakala, yang merupakan perpaduan antara ilmu biologi dan ilmu kimia dan dapat digunakan untuk memahami konsep aksi dan keberadaan zat toksik serta penerapan konsep tersebut dalam permasalahan lingkungan. Secara tradisional toksikologi merupakan pengetahuan dasar tentang aksi dan perilaku racun. Sedangkan pengertian racun sendiri adalah bahan yang bila tertelan atau terabsorpsi akan mampu membuat manusia sakit dan mematikan (Mukono, 2010).

Toksikologi adalah studi mengenai efek-efek yang tidak diinginkan (adverse effects) dari zat-zat kimia terhadap organisme hidup. Gabungan antara berbagai efek potensial yang merugikan serta terdapatnya beraneka ragam bahan kimia di lingkungan kita membuat toksikologi sebagai ilmu yang sangat luas (Kusnoputranto, 1996). Selanjutnya juga dinyatakan bahwa toksikologi lingkungan umumnya merupakan suatu studi tentang efek dari polutan terhadap lingkungan hidup serta bagaimana hal ini dapat mempengaruhi ekosistem. Dengan demikian pembahasan mengenai toksikologi lingkungan merupakan bahasan yang sangat kompleks.

Konsep Dasar Racun

Setelah sobat edura memahami apa itu toksikologi, kini sobat akan mempelajari tentang konsep dasar racun. Seperti yang sudah sobat ketahui racun tersebar dimana-mana baik secara alamiah maupun oleh kegiatan manusia.

Terdapat racun secara alamiyah diantaranya racun yang terkandung dalam mineral, racun yang dihasilkan oleh tumbuhan maupun oleh binatang.

Disadari maupun tidak disadari racu tersebar oleh kegiatan manusia, misalnya kegiatan rumah tangga, kegiatan industri, kegiatan pertanian, kegiatan transportasi dan sebagainya.

Toksikologi lingkungan terutama menyangkut efek berbahaya dari zat kimia baik secara kebetulan dialami manusia karena zat kimia berada di udara, maupun karena kontak melalui media air atau udara. Pencemaran yang terjadi di dalam udara, air maupun tanah dapat di sebabkan oleh sebab toksik zat kimia yang masuk ke dalam lingkungan.

Racun kimia adalah zat tertentu yang memiliki efek merugikan pada jaringan manusia, organ, atau proses biologi.

Sedangkan toksisitas merujuk pada sifat-sifat zat kimia yang menggambarkan efek samping yang mungkin dialami manusia akibat kontak kulit atau mengkonsumsinya. Efek dari toksik pada manusia dapat diklasifikasikan sebagai efek akut dan efek kronis. Jika ada respon yang cepat dan serius dengan dosis tinggi tetapi berumur pendek dari racun kimia maka disebut efek akut.

Racun akut akan mengganggu proses fisiologis, yang menyebabkan berbagai gejala gangguan, dan bahkan menyebabkan kematian jika gangguan tersebut cukup parah. Efek kronis cenderung menghasilkan racun dengan dosis rendah selama periode yang relatif lama.

Klasifikasi Toksin/Racun

Klasifikasi racun didasarkan atas sumber, sifat kimiawi dan fisikanya, bagaimana dan kapan terbentuknya, efek terhadap kesehatan, kerusakan organ, dan hidup/ tidaknya racun tersebut.

Berdasarkan sumber

Sumber alamiah/buatan

Racun asli berasal dari flora dan fauna dan kontaminasi organisme dengan berbagai racun dari bahan baku industri dan bahan sintetis beracun

Sumber berbentuk titik, area dan bergerak

Sumber domestik, komersial dan Industri

Berdasarkan wujud

Klasifikasi berdasarkan wujud pencemar berupa padatan, cair dan gas. Serta ukuran oencemar, densitas, serta komposisi

Berdasarkan sifat fisika dan kimia

  • Korosif
  • Radioaktif
  • Evaporatif
  • Eksplosif
  • Reaktif

Berdasarkan dasar terbentuknya pencemar/xenobiotik

  • Pencemar terbentuk dan keluar dari sumber, disebut pencemar primer
  • Pencemar beraksi dilingkungan disebut pencemar sekunder
  • Pencemar sekunder bereaksi menjadi pencemar tersier.

Klasifikasi atas efek kesehatan

a. Fibrosis : terbentuknya jaringat ikat secara berlebihan;
b. Granuloma : didapatnya jaringan radang kronis;
c. Demam : suhu badan melebihi suhu normal;
d. Asfiksia : keadaan kekurangan oksigen;
e. Alergi : sensitifitas yang berlebihan;
f. Kanker : tumor ganas; Mutan : generasi yang berbeda dg gen induknya
g. Teratogenik : cacat bawaan
h. Keracunan sistemik : keracunan yang menyerang seluruh tubuh

Klasifikasi dasr kerusakan organ target

a. Hepatoksik : beracun pada hati;
b. Nefrotoksik : beracun pada ginjal;
c. Neurotoksik : beracun pada saraf;
d. Hematotoksik : beracun pada sel darah;
e. Pneumotoksik : beracun pada paru-paru

Klasifikasi atas dasar hidup/matinya racun

Klasifikasi didasarkan untuk mempertimbangkan bahaya yang ditimbulkan.

Daftar Pustaka

Yulianto & Amaloyah. 2017. Toksikologi Lingkungan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 11-17.


Sekian Info dari kami tentang Toksikologi Lingkungan dan Konsep Dasar Racun. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang perkuliahan . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih….

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura !

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close