Biologi

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup, dengan demikian tumbuhan tentu akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Namun, makna dari kedua kata tersebut berbeda.

Lantas apa sebenarnya makna pertumbuhan dan perkembangan ? dan faktor apa saja yang mempengaruhi kedua hal tersebut?

Pertumbuhan dan Perkembangan

Definisi dari pertumbuhan dan perkembangan mengandung pengertian yang berbeda. Pertumbuhan adalah sekumpulan proses bertambahnya jumlah protoplasma sel pada suatu organisme yang mengakibatkan pertambahan ukuran, berat dan jumlah sel yang bersifat tidak dapat kembali pada keadaan sebelumnya atau biasa disebut dengan irreversibel.

Perkembangan adalah tahapan-tahapan perubahan yang bersifat progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan organisme, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam diri organisme tersebut.

Pertumbuhan dapat diukur, sehingga dinyatakan sebagai kuantitatif. Berbeda halnya dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur sehingga dinyatakan bersifat kualitatif karena tidak dapat dinyatakan dengan angka.

Pertumbuhan dan perkembangan dimulai sejak perkembangan biji. Kecambah kemudian akan berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna. Setelah tumbuh hingga mencapai ukuran dan umur tertentu, tumbuhan akan membentuk bunga dan buah atau biji yang merupakan alat perkembanganbiakannya.

Jenis-jenis pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan

Photo by Ergita Sela on Unsplash

Pertumbuhan pada tanaman dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Keduanya berasal dari jaringan meristem yang mempunyai sifat aktif untuk melakukan pembelahan.

Pertumbuhan primer berasal dari meristem primer, sedangkan pertumbuhan sekunder berasal dari meristem sekunder

Pertumbuhan primer

Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi akibat dari aktivitas jaringan meristem primer atau disebut juga meristem apikal. Jaringan meristem ini terdapat di bagian ujung batang dan ujung akar. Akibat dari pertumbuhan primer ialah akar dan batang tumbuhan bertambah panjang.

Pada titik tumbuh, pertumbuhan terjadi secara bertahap. Dengan demikian daerah pertumbuhan dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu daerah pembelahan, daerah perpanjangan, dan daerah diferensiasi.

Daerah pembelahan berada di bagian paling ujung yang sebelumnya telah disebutkan sebagai daerah meristematis karena pada daerah ini sel-sel baru terus menerus dihasilkan melalui proses pembelahan sel. Daerah pemanjangan terletak di belakang daerah pembelahan. Di daerah ini sel-sel hasil pembelahan akan mengalami pemanjangan. Sedangkan daerah diferensiasi terletak di belakang daerah pemanjangan.

Sel-sel yang telah tumbuh tersebut kemudian akan mengalami perubaan bentuk dan fungsi. Sebagian sel mengalami diferensiasi menjadi epidermis, korteks, xilem dan floem, dan sebagian lagi membentuk parekim, kolenkim dan sklerenkim.

Pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas jaringan meristem sekunder. Jaringan sekunder tersebut seperti pada jaringan kambium yang dimiliki oleh batang tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Semakin tua umur tumbuhan maka batang dikotil akan semakin besar yang merupakan hasil dari proses pertumbuhan sekunder.

Perlu diketahui bahwa pertumbuhan sekunder ini tidak terjadi pada tumbuhan monokotil.

Kambium merupakan bagian yang paling berperan dalam pertumbuhan sekunder karena sel-sel jaringan kambium senantiasa membelah ke arah dalam untuk membentuk xilem atau kayu dan pembelahan ke luar membentuk floem atau kulit kayu.

Perkembangan pada tumbuhan merupakan diferensiasi atau spesialisasi sel tumbuhan untuk melakukan fungsi khusus. Perkembangan pada tingkat sel misalnya yang merupakan sel-sel hasil pembelahan jaringan meristem mengalami diferensiasi membentuk jaringan pengangkut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Faktor yang mempengaruhi lingkungan terhadap pertumbuhan tumbuhan dapat dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan eksternal

Faktor internal

Genetik

Gen merupakan faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam setiap sel makhluk hidup. Gen berperan dalam mengkodekan aktivitas dan sifat khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Gen disamping dapat mempengaruhi ciri dan sifat makhluk hidup, dapat juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Enzim

Enzim merupakan suatu makromolekul atau protein yang berperan untuk mempercepat suatu reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. Perbedaan jenis enzim akan menyebabkan terjadinya perbedaan respon pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama.

Hormon

Hormon merupakan molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransformasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya dan meruapakan zat pengatur tubuh.

Beberapa hormon yang terdapat dalam tumbuhan beserta fungsinya:

Hormon Auksin

Hormon auksin banyak diproduksi di jaringan meristem, baik pada ujung batang maupun ujung akar. Fungsi hormon ini yaitu merangsang pemanjangan sel pada daerah titik tumbuh, merangsan pertumbuhan akar, merangsang pertumbuhan buah tanpa biji, merangsang diferensiasi jaringan pembuluh, merangsang absisi serta berperan dalam dominansi apikal.

Hormon Giberelin

Hormon giberelin dapat ditemukan hampir pada semua bagian tanaman. Fungsi hormon ini yaitu merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel, merangsang pembungaan dan pembuahan, merangsang perkecambahan biji, dan memecah dormansi biji.

Hormon Sitokinin

Fungsi hormon sitokinin bersama auksin dan giberelin akan merangsang pembelahan dan pemanjangan sel, merangsang pertumbuhan titik tumbuh, mematahkan dormansi biji, merangsang pembentukan akar, cabang dan sebagainya.

Hormon Asam Absisat (ABA)

Hormon ini dihasilkan oleh daun, ujung akar dan batang. Fungsi Hormon Asam Absisat antara lain yaitu memacu pengguguran daun pada saat musim kemarau yang bertujuan untuk mengurangi penguapan air, membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan, memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen serta memacu dormansi biji agar tidak berkecambah.

Gas Etilen

Etilen dihasilkan oleh ruas-ruas batang, biah yang matang dan jaringan yang menua. Fungsi hormon ini antara lain yaitu mempercepat pematangan buah, menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan, menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal dan sebagainya.

Etilen dihasilkan oleh ruas-ruas batang, biah yang matang dan jaringan yang menua. Fungsi hormon ini antara lain yaitu mempercepat pematangan buah, menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan, menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dan tebal dan sebagainya.

Asam traumalin

Hormon asam traumalin merupakan hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian luka.

Hormon kalin

Hormon kalin dihasilkan pada jaringan meristem yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan organ tumbuhan.

Faktor eksternal

Faktor eksternal merupakan faktor dari luar tumbuhan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Faktor eksternal tersebut antara lain yaitu suhu, cahaya matahari, hara dan air. Masing-masing dari faktor eksternal tersebut akan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.


Sekian info tentang Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Belajar materi biologi lainnya disini ya. Dan untuk latihan soal biologi disini ya.

Informasi yang kami ambil dari beberapa sumber bacaan yaitu jurnal dari berbagai instansi, Perguruan Tinggi dan Balai Penelitian Pertanian. Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram. Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

Hasna Rahma

Mahasiswa S1 Agroteknologi Universitas Padjdjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close