Biologi

Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab dan Dampak

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Dampak yang Ditimbulkannya

Seiring dengan bertambahnya waktu, suhu rata-rata permukaan bumi semakin meningkat. Hal tersebut dibuktikan dengan semakin banyak kuantitas es yang mencair di area Kutub Utara. Peningkatan suhu permukaan bumi ini terjadi dikarenakan adanya pemanasan global sebagai akibat dari aktivitas efek rumah kaca.

Lantas apa sebenarnya efek rumah kaca itu? Dan apa dampak yang ditimbulkannya?

Kilas Update Tentang Efek dari Rumah Kaca

Belum lama ini, para peneliti dunia dikejutkan dengan penemuan besar. Mereka menemukan fakta baru bahwa es yang ada di Laut Alaska telah mencair lebih awal dibandingkan dengan waktu yang telah diprediksikan. Bukan hanya itu, keadaan Laut Alaska juga tidak bisa dikatakan biasa sebagai mana mestinya.

Selain cairnya es di Laut Alaska, belahan lain dari dunia yakni daratan Eropa juga dilanda dengan gelombang panas yang terbilang ekstrim. Fenomena seperti ini sangatlah jarang terjadi di wilayah Eropa.

Pengertian

Rumah kaca ialah suatu bangunan dengan desain seperti rumah. Yang berbeda adalah semua komponen dari rumah kaca terbuat dari kaca, mulai dari dinding, lantai, hingga atap. Konsep yang diangkat dalam rumah kaca ini ialah memerangkap udara panas di dalam bangunan. Tujuannya adalah agar saat musim dingin tiba, petani tetap bisa melakukan aktivitas cocok tanam dengan udara panas tersebut.

Pada dasarnya, konsep dari rumah kaca dan efek rumah kaca ini memiliki kesamaan. Yakni terperangkapnya radiasi dari sinar matahari di atmosfer bumi. Untuk bisa menyimpan radiasi sinar matahari tersebut dapat disimpan dengan bantuan dari gas rumah kaca. Salah satu gas rumah kaca yang populer ialah karbon dioksida (CO2).

Suhu bumi ini akan menjadi sangat dingin tanpa adanya efek dari rumah kaca. Bahkan permukaannya akan ditutupi oleh lapisan es. Diketahui suhunya hanyalah -18Ā° celcius.

Faktanya, efek dari rumah kaca memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia dan ekosistem dunia. Hanya saja, jika konsentrasinya terlalu banyak, suhu bumi akan menjadi terlalu panas dan es akan mulai mencair. Akibatnya, populasi makhluk hidup yang ada di dunia ini terancam punah karena tidak bisa beradaptasi.

Penyebab

Beberapa aktivitas yang dilakukan oleh manusia menjadi penyebab utama bergumulnya gas rumah kaca di atmosfer. Adapun contoh dari aktivitas tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Penggunaan Bahan Bakar

Baik minyak ataupun batu bara, kedua jenis bahan bakar tersebut mampu meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang ada di lapisan atmosfer. Terutama untuk uap air (H2O), karbon monoksida (CO), dan karbon dioksida (CO2).

Adanya kegiatan pembakaran bahan bakar batu bara secara berlebih untuk tujuan industri ataupun pembangkit listrik akan menghasilkan gas yang nantinya terlepas ke udara bebas dalam bentuk emisi. Pun demikian dengan pembakaran bahan bakar kendaraan yang akan melepaskan emisi ke atmosfer.

Solusi untuk mengurangi keberadaan emisi tersebut adalah dengan mengurangi kapasitas penggunaan bahan bakar terkait. Contoh sederhananya saja adalah memilih untuk menggunakan transportasi umum dibandingkan dengan kendaraan pribadi. Selain dapat mengurangi emisi, opsi seperti ini juga dapat mengurangi kemacetan.

  • Penggunaan CFC

Menggunakan CFC juga dapat memperparah kondisi rumah kaca di atmosfer. CFC sendiri ialah sejenis senyawa kimia yang biasanya digunakan dalam kulkas dan AC dengan fungsi sebagai pendingin. Penggunaan CFC dalam skala yang berlebih akan menyebabkan lapisan ozon menipis. Bagaimana bisa?

Molekul yang terkandung di dalam CFC memiliki sifat yang ringan. Hal tersebut menyebabkannya dapat berikatan dengan mudah bersama ozon. Saat dimana CFC dan ozon saling terikat dan bereaksi, lapisan ozon tersebut akan menjadi semakin tipis.

  • Pembakaran Hutan

Aktivitas manusia penyebab timbulnya efek dari rumah kaca yang selanjutnya adalah pembakaran hutan. Perlu dicatat, pembakaran hutan yang dimaksudkan di sini ialah pembakaran liar secara besar-besaran oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketika hutan dibakar, gas rumah kaca karbon dioksida (CO2) akan terbentuk dan dilepaskan ke udara. Kondisi ini akan menahan radiasi dari sinar matahari yang masuk.

  • Industri Pertanian

Industri pertanian juga turut andil dalam memunculkan gas rumah kaca di udara. Ialah saat industri ini menggunakan pupuk nonorganik yang kemudian menghasilkan gas rumah kaca berbentuk nitrous oksida (N2O).

Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Terdapat 4 lapisan atmosfer yang dimiliki bumi. Adalah Troposfer, Stratosfer, Mesosfer, dan yang paling atas adalah Termosfer. Ketika Mahatari memancarkan radiasi yang dimilikinya, akan ada kondisi dimana 35% dari radiasi itu tidak mampu turun ke permukaan bumi dikarenakan sudah habis diserap 3 lapisan atmosfer teratas, yakni termosfer, mesosfer, dan juga stratosfer.

Sedangkan 65% lainnya akan masuk ke lapisan troposfer dengan persentase 14% persennya akan diserap oleh molekul gas, uap air, dan debu. Untuk persentasi 51% nya akan sampai ke permukaan bumi dengan 37% nya berbentuk radiasi langsung dan 14% sisanya berbentuk radiasi difus.

Sebagian radiasi yang berhasil menyentuh permukaan bumi ini akan dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi sinar inframerah. Sinar inframerah itu kemudian akan diserap oleh rangkaian gas rumah kaca seperti CO2, uap air, O3, dan CH4. Fenomena terperangkapnya sinar inframerah inilah yang pada akhirnya menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat atau biasa juga disebut sebagai efek dari rumah kaca.

Dampak yang Timbul

Muncul beberapa dampak yang ditimbulkan oleh efek dari rumah kaca ini. Beberapa diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Naiknya Suhu Permukaan Bumi

Seperti yang sudah Kita singgung sebelumnya, efek dari rumah kaca ini menjadi pemicu utama dari global warming atau pemanasan global. Beberapa ahli yang tersebar di seluruh dunia mengungkapkan bahwa global warming yang saat ini terjadi merupakan dampak dari emisi gas rumah kaca yang ada di masa lampau.

  • Es di Kutub Mencair

Dengan kondisi suhu bumi yang terus meningkat, lapisan es yang ada di kutub diperkirakan akan mencair.

  • Permukaan Air Laut Meningkat

Ketika lapisan es yang ada di dunia mulai mencair, bukan tidak mungkin permukaan air laut akan meningkat. Faktanya, jika saja permukaan air laut meningkat, ratusan juta populasi manusia yang tinggal di wilayah pesisir harus pindah. Akibatnya, permintaan akan tempat tinggal terus meningkat dan daratan yang ada di dunia semakin terasa sesak.

  • Rusaknya Ekosistem

Dengan adanya peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi, habitat asli dari sebagian populasi makhluk hidup akan rusak. Jika hal tersebut terjadi, beberapa spesies yang tidak mampu beradaptasi akan punah.

  • Adanya Peningkatan Tingkat Keasaman Air Laut

Air laut akan menyerap sebagian gas rumah kaca yang beredar di udara. Ketika kondisi gas rumah kaca melampaui ambang batas yang ada, tingkat keasaman dari air laut akan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Dalam upaya untuk menanggulangi dampak negatif yang dihasilkan oleh emisi rumah kaca, Kamu bisa melakukan beberapa aktivitas sederhana seperti berhemat energi listrik dan mengurangi penggunaan sampah plastik.

Selain itu, Kamu juga bisa mengganti penggunaan pupuk nonorganik menjadi pupuk organik ketika hendak bercocok tanam. Melakukan reboisasi, penggalakan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, dan mengolah limbah peternakan juga mampu menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi emisi rumah kaca di atmosfer.


Sekian info tentangĀ Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab dan Dampak

Informasi yang kami ambil merupakan info resmi dari laman UGM .Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Tags

Abid Ra

Writer, Business Enthusiast, and Traveler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close