Biologi

Apa itu Tes PCR untuk Covid-19?

Belakangan ini sobat mungkin tidak asing dengan PCR . Melihat berita di Televisi, Youtube atau di media sosial lainnya. Sebelum membahas tentang tes PCR mari kita mengenal lebih jauh dengan Covid-19. PCR sudah tidak asing khususnya di bidang kesehatan dan pertanian.

Covid-19 atau COVID-19 merupakan akronim dari coronavirus disease 2019. Coronavirus adalah keluarga virus yang beberapa di antaranya menyebabkan penyakit pada manusia, ada pula yang tidak. Virus korona tipe baru yang tengah menjadi pandemi ini bernama SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome-coronavirus-2). Virus inilah yang menyebabkan Covid-19.

Dua versi penulisan akronim itu—Covid-19 dan COVID-19—terjadi karena ada dua sudut pandang yang berbeda. Penulisan Covid-19 didasarkan pada anggapan bahwa akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.

Apa itu PCR ?

Reaksi berantai polymerase (Polymerase Chain Reaction, PCR) adalah suatu metode enzimatis untuk amplifikasi DNA dengan cara in vitro. PCR ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1985 oleh Kary B. Mullis. Amplifikas DNA pada PCR dapat dicapai bila menggunakan primer oligonukleotida yang disebut amplimers. Primer DNA suatu sekuens oligonukleotida pendek yang berfungsi mengawali sintesis rantai DNA. PCR memungkinkan dilakukannya pelipatgandaan suatu fragmen DNA.

Umumnya primer yang digunakan pada PCR terdiri dari 20-30 nukleotida. DNA template (cetakan) yaitu fragmen DNA yang akan dilipatgandakan dan berasal dari patogen yang terdapat dalam spesimen klinik. Enzim DNA polimerase merupakan enzim termostabil Taq dari bakteri termofilik Thermus aquaticus. Deoksiribonukleotida trifosfat (dNTP) menempel pada ujung 3’ primer ketika proses pemanjangan dan ion magnesium menstimulasi aktivasi polimerase.

Tahapan PCR

Terdapat tahapan penting dalam mekanisme atau proses PCR

  • Denaturasi
  • Annealing (penempelann primer)
  • Pemanjangan Primer (extention)

Jenis PCR

  • Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP)
  • Inverse-PCR
  • Nested-PCR
  • Quantitative-PCR
  • Reverse Transcriptase (RT-PCR)
  • Random Amplified Polymorphic DNA ( RAPD )

PCR merupakan sebuah teknologi canggih yang dapat mendeteksi DNA dengan cara amplifikasi DNA. Hasil pemeriksaan PCR dapat membantu untuk menegakkan diagnosa sepanjang pemeriksaan tersebut dilakukan dengan benar dan sesuai dengan standar internasional. Keunggulan PCR adalah spesifitas, efisiensi dan keakuratannya tinggi. Namun memiliki masalah dengan harga atau biaya PCR yang masih tergolong tinggi.

Daftar Pustaka

Zuhriana, K. Y. (2010). Polymerase Chain Reaction (PCR). Saintek5(6), 1-6.


Sekian Info dari kami tentang Apa itu Tes PCR untuk Covid-19?.Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang perkuliahan . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih….

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura !

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close