Bahasa Inggris

Pengecualian Tentang Waktu pada Tense Bahasa Inggris

Kita sudah sering membahas bahwa tense dapat mengungkapkan waktu terjadinya aksi/tindakan pada kalimat. Akan tetapi tentang waktu pada tense Bahasa Inggris ini, ada beberapa pengecualiannya.

Nah, kali ini kita akan lihat bagaimana bentuk verb yang biasanya digunakan untuk satu tense, dapat digunakan untuk mengekspresikan tense atau fungsi lainnya.

Simple Present Tense untuk Masa Depan (Future)

Kalau selama ini yang kamu tahu Simple Present Tense digunakan untuk tindakan/aksi di masa sekarang, maka kali ini kamu akan tahu lebih lanjut bahwa ada pengecualian waktu pada tense ini. Yaitu bisa untuk mengekspresikan tindakan/aksi yang terjadi di masa depan.

Untuk fakta tentang masa depan yang sudah diketahui, contohnya:

  • My boyfriend’s birthday falls on Friday next year. (Hari ulang tahun pacarku jatuh pada hari Jumat di tahun depan) — dalam kalimat ini, hari ulang tahunnya di tahun depan merupakan fakta yang sudah diketahui. Masih ingat kan, sebelumnya kita pernah bahas bahwa Simple Present Tense biasa digunakan untuk mengungkapkan fakta?

Untuk menyatakan jadwal, contohnya:

  • The train leaves at 08:00 tomorrow. (Keretanya berangkat pada pukul 08:00 besok)
  • I have a class tomorrow. (Saya ada kelas besok)
  • The cafe opens at 20:00 toninght. (Kafe itu buka pukul 20:00 malam ini)

Simple Future Tense untuk Ekspresi Kalimat Masa Sekarang (Present)

Sebaliknya, kalimat yang mengandung ekspresi masa depan (future) pun bisa digunakan untuk mengekspresikan masa sekarang (present). Masih ingat kan kita menggunakan auxiliary seperti ‘will’ untuk membentuk kalimat Future Tense? Nah, auxiliary ini ternyata bisa juga digunakan untuk membentuk kalimat yang punya makna serupa dengan kalimat Present Tense.

Layaknya ‘would’ pada Past Future, yang digunakan untuk menyatakan tindakan/kejadian di masa lalu sebagai kebiasaan, atau diulang-ulang, ‘will’ juga punya fungsi yang sama. Namun untuk di masa sekarang (present), contohnya:

  • He will tell you his past experiences even though you do not ask him to. (Dia akan menceritakan pengalaman-pengalaman masa lalunya meski kau tak memintanya) — pada kalimat ini si pembicara mendeskripsikan habit atau kebiasaan dari subject ‘he’.

Bisa juga digunakan untuk menegaskan karakteristik/kualitas dari seseorang (bukan pribadi), contohnya:

  • A good friend will tell you the truth even if it hurts. (Seorang teman yang baik akan mengatakan yang sebenarnya walaupun itu menyakitkan)

Present Progressive/Continuous untuk Masa Depan (Future)

Selain untuk menyatakan aksi atau tindakan yang sedang dan masih terjadi atau dilakukan, present progressive (continuous) juga bisa digunakan untuk menyatakan kalimat yang menunjukkan masa depan (future).

Biasanya digunakan untuk membicarakan janji atau rencana yang sudah diputuskan/ditentukan atau disusun, misalnya seperti pertemuan. Contoh:

  • I am meeting my supervisor at her office tomorrow. (Saya akan bertemu dengan pembimbing saya di kantornya besok) — artinya subjek ‘saya’ dan si ‘pembimbing’ telah mendiskusikan dan menentukan pertemuannya untuk esok hari.
  • Linkin Park is visiting Indonesia next month. (Linkin Park akan mengunjungi Indonesia pada bulan depan) — misalnya band Linkin Park sedang mengadakan tur konser di banyak negara, dan sudah disusun acaranya. Dan menurut susunan acaranya, bulan depan mereka akan konser di Indonesia.
  • She is taking the train to Bandung next week. (Dia akan naik kereta ke Bandung minggu depan) — artinya subjek ‘she’ sudah menentukan keberangkatannya minggu depan dan sudah membeli tiket keretanya.

Simple Past Tense untuk Kalimat Pengandaian

Seperti namanya, Kalimat Pengandaian (Conditional) biasanya digunakan mengungkapkan pengandaian. Selain itu, Conditional juga digunakan untuk memprediksi hal yang dapat/mungkin/diharapkan terjadi.

Kalimat Pengandaian dalam Bahasa Inggris terbagi menjadi empat tipe, yang fungsi dari masing-masingnya berbeda. Dari keempatnya, salah satunya menggunakan Simple Past untuk mengungkapkannya, yakni tipe 2.

Kalimat Pengandaian tipe 2 digunakan untuk mengungkapkan pengandaian dan kemungkinan hasilnya. Kalimatnya tak berdasarkan fakta, merujuk ke masa sekarang atau kapan pun, dan situasinya tak nyata. Contoh:

  • If he loved you, he would marry you. (Jika ia mencintaimu, ia akan menikahimu) — artinya (di masa sekarang) subjek ‘he’ tidak mencintai ‘you’, karena ini hanya pengandaian.
  • If I had a lot of money, I would buy an island. (Kalau aku punya banyak uang, aku akan membeli pulau). — artinya saat mengucapkan kalimat ini, si pembicara tak punya banyak uang.

Kalau kamu perhatikan, masing-masing dari kalimat contoh Conditional tersebut merupakan gabungan dua kalimat. Kalimat yang satu (yang mengikuti kata if) sesuai dengan aturan Simple Past, dan yang lainnya (yang terdapat kata would) sesuai dengan aturan Past Future.

Sebelumnya kita sudah bahas kan, Past Future akan sering kita lihat pada kalimat-kalimat Conditional. Nah, pembahasan lebih lanjut tentang Conditional dalam Bahasa Inggris ini akan ada di artikel lain, ya!


Kalau ada yang membbuatmu bertanya-tanya di artikel ini atau artikel belajar Bahasa Inggris lainnya, jangan sungkan untuk menanyakannya ke mimin ya!

Tags

Santi

Mahasiswa D3 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close