Bahasa Inggris

Past Future Tense: Masa Depan di Masa Lalu

Seperti yang sudah disebutkan di artikel 12 Tenses sebelumnya, terdapat empat tenses tambahan dalam Bahasa Inggris yang akan dibahas pada artikel ini. Uniknya, keempat tenses tersebut merupakan ‘gabungan’ masa depan dan masa lalu, yaitu Past Future Tense.

Kok bisa?

Past Future Tense: Masa Depan dari Perspektif Masa Lalu

Past Future on Edura
Via wrytin.com

Pernahkah kamu menagih janji kepada seseorang? Misalnya salah seorang temanmu hendak ke rumahmu dan berjanji akan datang pada pukul 10 pagi, “Aku akan datang jam 10, ya!”

Akan tetapi, setelah pukul 11 siang, temanmu itu tak kunjung datang dan tak ada kabar sedikit pun darinya. Akhirnya kamu menelepon temanmu dan menagih janjinya dengan bertanya, “Kau bilang akan datang jam 10!?”

Sekarang coba pikirkan tentang kalimat pertanyaan untuk menagih janji tersebut. Secara tak langsung kamu mengucapkan kalimat yang pernah diucapkan temanmu sebelumnya (di masa lampau), yaitu ‘akan datang jam 10’.

Sementara itu, kalimat janji ‘akan datang jam 10’ tersebut (ketika diucapkan langsung oleh temanmu sebelumnya) merupakan tindakan yang akan ia lakukan di masa depan.

Dengan ini, kamu telah mengucapkan kalimat berisi tindakan di masa depan yang diucapkan di masa lalu, kan? Nah, inilah yang akan kita bahas dalam Past Future Tense, yakni tindakan/aksi tentang masa depan dari sudut pandang masa lalu.

Sebenarnya Past Future Tense itu sendiri merujuk pada satu tense saja. Namun di sini kita akan membahas empat tenses sebab yang tiga lainnya sama-sama menyatakan masa depan di masa lalu. Berikut penjelasan dan contoh-contoh dari keempat tenses tersebut.

(Simple) Past Future Tense

Ini merupakan bentuk simple-nya, atau yang paling dasar. Tense ini sering digunakan untuk menyatakan prediksi di masa lalu, seperti:

  • I knew it would rain today. (Aku tahu hari ini akan hujan) — would adalah bentuk lampau dari will. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, future tense menggunakan auxiliary will. Dan karena future tense di sini dinyatakan pada masa lalu, maka menggunakan bentuk would.
  • I had a strong feeling that he was going to leave me. (Aku punya firasat kuat bahwa dia akan meninggalkanku) — was going to adalah bentuk lampau dari is going to. Going to merupakan konstruksi gramatikal yang biasa digunakan juga untuk membentuk future tense.

untuk tindakan/kejadian yang dilakukan di masa lalu sebagai kebiasaan, atau diulang-ulang, seperti:

  • When I was little, my grandmother would tell me amazing stories about her past. (Ketika aku masih kecil, nenek suka menceritakan pengalaman masa lalunya padaku)

untuk tindakan/aksi yang direncanakan di masa lalu:

  • She told me that you were going to visit Bandung. (Dia bilang padaku katanya kau akan mengunjungi Bandung)

untuk mengingatkan janji yang diucapkan di masa lalu:

  • My father promised he would buy me a new car. (Ayahku berjanji akan membelikanku mobil baru)

Past Future Progressive (Continuous)

Tense ini mirip dengan Future Progressive Tense, yakni mendeskripsikan aksi/kejadian yang sifatnya imajiner, yang akan sedang dilakukan di masa depan. Bedanya, deskripsi kejadian masa depan tersebut diekspresikan di masa lalu. Contoh:

  • Tommy said he would be doing his works this morning, so I have not met him. (Tommy bilang dia akan sedang melakukan pekerjaannya tadi pagi, jadi aku belum bertemu dia)

Karena past tense sendiri biasanya digunakan dalam kalimat tak langsung, maka Past Future Progressive (Continuous) Tense juga. Pada contoh di atas, kalimat “Tommy said he would be doing his works this morning” sebenarnya sudah cukup memenuhi aturan Past Future Progressive. Namun kalimat semacam ini biasanya diucapkan ketika bercerita atau menginformasikan saja. Berlaku juga untuk Past Future Tenses lainnya.

Past Future Perfect

Tense ini biasanya digunakan untuk menyatakan tindakan/aksi yang diprediksi/diperkirakan akan telah (future+perfect) terjadi pada satu waktu di masa lalu (past), dan akhirnya tidak terjadi (di masa sekarang hasilnya tidak seperti yang diperkirakan), seperti pengandaian. Contoh:

  • They would have kidnapped our children if we had made a wrong decision. (Mereka akan berhasil menculik anak kita jika –sebelumnya– kita membuat keputusan yang salah)

Ada beberapa hal yang harus kamu catat dari kalimat contoh tersebut. Pertama, secara harfiah tidak ada kata ‘berhasil’ dalam kalimat Bahasa Inggrisnya, tapi mimin terjemahkan demikian karena supaya lebih enak didengar. Jangan khawatir, artinya tetap sama, kok!

Kedua, masih terkait dengan terjemahan. Kalimat contoh tersebut, kalau tidak diberi keterangan waktu pada terjemahan Bahasa Indonesianya, bisa disalah artikan sebagai tindakan/aksi yang terjadi di masa depan (dilihat dari masa sekarang). Oleh karena itu, terjemahannya akan lebih lengkap jika diberi keterangan waktu seperti ini: “Mereka akan berhasil menculik anak kita waktu itu, jika sebelumnya kita membuat keputusan yang salah.”

Ketiga, kalimat tersebut juga disebut Conditional Sentence atau Kalimat Pengandaian, tipe 3. Past Future Perfect memang bisa digunakan untuk Conditional Sentence. Mengenai Kalimat Pengandaian ini, akan kita bahas di artikel lain, ya!

Past Future Perfect Progressive (Continuous)

Mirip Past Future Perfect, kalimat dalam Past Future Perfect Progressive sering digunakan untuk pengandaian. Biasanya mengandaikan tindakan/aksi akan telah berlangsung pada waktu tertentu di masa lalu, jika tindakan/aksi yang lain terjadi. Contoh:

  • If we had not asked her to leave, she would have been working at this company for two years by the end of last week. (Jika kita tidak menyuruhnya pergi, dia sudah –dan akan masih– bekerja di perusahaan ini selama dua tahun, tepat akhir minggu lalu)

Tense ini memang mirip Future Perfect Progressive yang telah dibahas dalam 12 Tenses Bahasa Inggris, namun yang ini dalam bentuk lampau atau past.


Untuk memahami keempat tenses tambahan ini serta tenses lainnya, kamu mungkin butuh waktu agar terbiasa. Kamu bisa ‘latihan’ dengan coba mengidentifikasi tenses dari kalimat-kalimat di buku, atau bahkan lirik lagu dan film-film yang berbahasa Inggris.

Lalu kalau ingin menanyakan apa yang sudah dipelajari, kamu boleh tanya mimin, ya!

Tags

Santi

Mahasiswa D3 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close