Bahasa Inggris

Modal Verbs dan Fungsinya yang Beragam

Menjadi bagian dari auxiliary, modal verbs juga berfungsi sebagai kata kerja bantu dalam suatu kalimat. Maka kata kerja ini selalu berpasangan dengan kata kerja lain yang jadi verb (kata kerja) utama.

Modal dalam Bahasa Inggris terdiri dari: can, could, may, might, will, shall, would, should dan must. Verbs ini memiliki arti yang lebih literal (harfiah) dibandingkan dengan auxiliary verbs utama. Lebih lengkapnya, lihat penggunaan modal verbs pada contoh-contoh berikut ini.

Can & Could

Kita gunakan ‘can’ untuk membuat pernyataan umum mengenai hal yang memungkinkan:

  • The weather can be very cold here in rainy season. (Cuacanya bisa sangat dingin di sini pada musim hujan). — artinya cuacanya kadang sangat dingin, kalimat ini diucapkan karena si pembicara sudah tahu tentang kebiasaan dari kondisi cuacanya.

‘can’ untuk menyatakan kemampuan (ability):

  • I can speak English. (Saya bisa Bahasa Inggris)

Sementara itu, ‘could’ sebenarnya merupakan bentuk lampau (past) dari ‘can’. Ketika ‘could’ digunakan sebagai bentuk lampau dari ‘can’, fungsinya untuk menyatakan kemampuan (ability) yang dimiliki seseorang atau sesuatu di masa lalu. Contohnya:

  • My father could climb and reach the world’s highest mountain peak when he was younger. (Ayahku dapat mendaki dan mencapai puncak gunung tertinggi di dunia ketika ia masih muda).

juga untuk menyatakan kemungkinan (secara umum) seperti ‘can’, namun di masa lalu:

  • The weather could be very cold here in rainy season. (Cuacanya bisa sangat dingin di sini pada musim hujan). — artinya (pada suatu waktu di masa lalu) cuacanya kadang sangat dingin.

Tapi ‘could’ juga tak selalu membicarakan masa lalu. Kita juga bisa menyatakan kemungkinan dengan ‘could’ di masa sekarang, namun tidak pasti. Lihat perbedaan ‘can’ dan ‘could’ dalam kalimat yang menyatakan kemungkinan:

  • The jungle can be dangerous. (Hutan itu bisa berbahaya). — artinya (si pengucap kalimat ini tahu) bahwa hutan tersebut terkadang bisa berbahaya.
  • The jungle could be dangerous. (Hutan itu bisa berbahaya). — artinya hutan tersebut mungkin bisa berbahaya (si pengucap kalimat tidak tahu pasti).

Saat tidak menjadi bentuk lampau dari ‘can’, ‘could’ juga merujuk pada sesuatu yang ingin kita miliki atau lakukan tapi tak mungkin terjadi, seperti:

  • If only I could fly. (Kalau saja aku bisa terbang).

Digabungkan dengan auxiliary ‘have’, ‘could’ dapat menyatakan hal/tindakan/kejadian di masa lalu yang bisa saja terjadi namun kenyataannya tidak, contohnya:

  • We could have won the game. (Kita bisa saja memenangkan pertandingan itu). — kenyataannya tidak menang.

‘Can’ dan ‘could’ bisa juga untuk meminta izin, namun ‘could’ lebih formal dan sopan:

  • Can we leave early? (Bisakah kami pergi lebih awal?)
  • Could we leave early? (Bisakah kami pergi lebih awal?) — lebih sopan.

Kita juga gunakan ‘can’ dan ‘could’ untuk meminta seseorang untuk melakukan sesuatu:

  • Can you do this for me? (Bisakah kau melakukan ini untukku?)
  • Could you do this for me? (Bisakah kau melakukan ini untukku?) — lebih sopan.

Pada umumnya, selain menjadi bentuk lampau, ‘could’ dapat menggantikan ‘can’ dalam suatu kalimat yang ingin diekspresikan dengan lebih sopan/formal.

May & Might

Seperti ‘can’ dan ‘could’, ‘may’ juga bisa untuk meminta/memberi/tidak memberi izin. Namun ketika memberi/tidak memberi izin, ‘could’ biasanya hanya digunakan untuk pernyataan masa lalu, bukan secara umum seperti ‘can’ dan ‘may’. Di antara ketiganya, ‘may’ paling sopan/formal. Contoh:

  • May we leave the class early? (Bolehkah kami meninggalkan kelas lebih awal?)

‘Might’ juga sebenarnya bisa meminta izin dan bahkan lebih sopan dari ‘may’, namun ‘might’ lebih jarang digunakan. Ketika menyatakan kemungkinan, ‘may’ lebih besar kemungkinannya daripada ‘might’. Contoh:

  • It may rain tonight. (Mungkin malam ini hujan). — kemungkinannya lebih besar.
  • It might rain tonight. (Mungkin malam ini hujan).

Walau ‘may’ memiliki kemungkinan yang lebih besar, namun tetap saja keduanya masih tidak tentu, seperti penggunaan ‘could’ untuk menyatakan kemungkinan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kalau diurutkan, posisi ‘may’ adalah yang paling besar kemungkinannya: may>could>might.

‘May’ dan ‘might’ juga bisa dipasangkan dengan auxiliary ‘have’ untuk membentuk pernyataan yang bersifat mengira-ngira kejadian yang sudah terjadi di waktu lampau:

  • She may have accidentally broken her leg in the marathon. (Dia mungkin telah secara tak sengaja mematahkan kakinya saat maraton itu).
  • She might have accidentally broken her leg in the marathon. (Dia mungkin telah secara tak sengaja mematahkan kakinya saat maraton itu). — kemungkinannya lebih kecil.

‘Might’ merupakan bentuk lampau (past) dari ‘may’, sehingga secara umum dapat menggantikan ‘may’ ketika kalimatnya berubah jadi membicarakan waktu sebelumnya/lampau.

Will & Would

Modal verbs yang ini akan sering kamu gunakan ketika membicarakan masa depan. ‘would’ adalah bentuk lampau dari ‘will’, maka sebagian besar berfungsi mengganti ‘will’ ketika membicarakan masa lalu (past future).

Secara umum, ‘will’ mengekspresikan anggapan/yang kita yakini terjadi di masa depan (future) seperti:

  • I will be late. (Aku akan telat).

Ketika menggunakan ‘would’, maka kalimat tersebut akan menjadi Past Future, atau masa depan dari perspektif masa lalu:

  • I thought I would be late. (Ku pikir aku akan telat–waktu itu).

‘Will’ dan ‘would’ juga bisa untuk mengekspresikan kesediaan melakukan sesuatu (willingnes):

  • She will lend me some money. (Dia akan meminjamkanku uang). — Simple Future Tense
  • She said she would lend me some money. (Dia bilang dia akan meminjamkanku uang). — Past Future Tense

Kalau kamu ingin meminta orang untuk melakukan sesuatu, bisa pakai kedua modal verbs ini (seperti fungsi ‘can’ dan ‘could’ yang sudah disebutkan sebelumnya):

  • Will you do this for me? (Maukah kau melakukan ini untukku?)
  • Would you do this for me? (Maukah kau melakukan ini untukku?) — lebih sopan.

untuk membuat janji:

  • I will buy you a car next month. (Aku akan membelikanmu mobil bulan depan). — Simple Future
  • You said you would buy me a car! (Kau bilang kau akan membelikanku mobil!) — Past Future

Gabungan will+have, ‘will have’ dapat membentuk Future Perfect Tense. Semetara gabungan would+have, ‘would have’ dapat membentuk Past Future Perfect Tense.

Shall & Should

‘Shall’ bisa dibilang kembaran dari ‘will’ ketika membicarakan masa depan. Dalam British English, ‘shall’ untuk subjek orang pertama (I dan we), dan ‘will’ untuk subjek lainnya. Tapi ‘shall’ sangat jarang digunakan dalam American English, selain untuk maksud yang sopan (seperti bertanya dengan sopan). Secara umum, ‘shall’ memang tak sering digunakan dan lebih sopan daripada ‘will’.

‘Shall’ digunakan pada Future Tense untuk subjek I dan we (biasanya penggunaan secara tradisional):

  • We shall arrive on Wednesday. (Kami akan sampai pada hari Rabu).

Untuk bertanya/meminta secara sopan:

  • Shall we dance? (Mari berdansa?)

Tidak seperti modal verbs lainnya, ‘shall’ tidak dengan konsisten diterjemahkan secara harfiah. ‘shall’, juga ‘should’ digunakan untuk saran, seperti:

  • Shall I open the window? (Haruskah aku membuka jendelanya?) — biasanya lebih sopan
  • I think you should see a doctor. (Ku rasa kau harus/sebaiknya pergi ke dokter).

Banyak sumber yang menerangkan bahwa ‘shall’ kerap kali dipakai untuk keharusan/kewajiban, terutama dalam istilah hukum. Akan untuk mengekspresikan keharusan ini, kita dianjurkan menggunakan ‘must’, karena lebih pasti dari ‘shall’.

‘Should’ merupakan bentuk lampau dari ‘shall’, tapi ini sangat jarang digunakan. ‘Should’ secara umum berfungi sebagai saran seperti ‘shall’, namun tidak lebih kuat dari ‘shall’. Sebenarnya terdapat fungsi keharusan dari ketiga ‘shall’, ‘should’, dan ‘must’. Tapi ‘must’ adalah yang paling kuat, kalau diurutkan dari yang terkuat: must>shall>should. Di antara ketiganya, ‘shall’ adalah yang paling jarang digunakan, apalagi dalam percakapan sehari-hari.

Sedangkan ‘should’ paling sering digunakan, berikut contoh-contohnya:

  • We should call the police! (Kita harus memanggil polisi). — keharusan
  • What should I do now? (Apa yang harus aku lakukan sekarang?) — meminta saran.
  • You should have tried it. It was fun! (Harusnya tadi kau mencobanya. Sangat seru!) — jika digabungkan dengan ‘have’ fungsinya untuk mengekspresikan seharusnya terjadi di masa lalu tapi kenyataannya tidak (biasanya ada penyesalan ketika mengucapkannya).

Must

‘Must’ pada umumnya berfungsi untuk menyatakan keharusan/kewajiban/larangan (biasanya untuk peraturan):

  • You must not drive over the speed limit. (Tidak boleh mengemudi di atas batas kecepatan).

atau juga untuk mengharuskan diri sendiri:

  • I must work hard. (Aku harus bekerja keras)

Untuk menyatakan keyakinan yang kuat (biasanya karena ada situasi/kondisi tertentu sebagai bukti):

  • Lily has lived in Tokyo for 5 years. She must be fluent in Japanese. (Lily telah hidup di Tokyo selama 5 tahun. Dia pasti fasih Berbahasa Jepang).

Dengan ‘have’, keyakinan tersebut menjadi lebih kuat:

  • Tina sang very well. She must have practiced very hard. (Tina bernyanyi dengan sangat baik tadi. Dia pasti telah berlatih sangat keras.

Rekomendasi/saran yang kuat:

  • You must try this pizza! It is so delicious! (Kamu harus coba pizza ini! Rasanya sangat enak!)

Dibandingkan dengan Auxiliary Verbs utama, Modal Verbs cukup lebih mudah. Auxiliary Verbs tidak memiliki arti (terjemahan) harfiah yang tetap, sementara Modal Verbs sebagian besar artinya tetap. Coba deh kamu bandingkan sendiri: Auxiliary Verbs

Tags

Santi

Mahasiswa D3 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close