Bahasa Inggris

Fungsi Auxiliary Verbs dan Perbedaannya dengan Full Verbs

Auxiliary verbs atau disebut juga helping verbs secara harfiah adalah kata kerja bantu. Sesuai namanya, kata kerja jenis ini membantu menambahkan arti pada suatu kalimat.

Penggunaannya mengiringi kata kerja utama (full verb). Misalnya auxiliary verb ‘have’ ditempatkan sebelum verb ‘sell’ (menjual) dalam kalimat: “I have sold all of my book collections.” Kalau kamu ingat, kalimat tersebut merupakan kalimat Perfect Tense. Auxiliary verbs dalam Bahasa Inggris memang pada umumnya digunakan untuk membentuk tenses.

Ada auxiliary verbs utama yang akan kita ketahui pada artikel ini. Kemudian ada juga bagian dari auxiliary yang disebut modal verbs, yang akan kita bahas pada artikel Modal Verbs dan Fungsinya yang Beragam.

Auxiliary Verbs Utama

Auxiliary utama terdiri dari: be, have, dan do. (be) terdiri dari is, am, are, was, were, be, being, dan been. (have) terdiri dari have, has, dan had. (do) terdiri dari do, does, dan did. Lihatlah contoh-contoh dari auxiliary utama berikut serta fungsinya.

be

Sebagai auxiliary, ‘am’, ‘is’, dan ‘are’ biasanya digunakan untuk Present Progressive (Continuous), baik dalam bentuk kalimat aktif (active voice) maupun pasif (passive voice) dan Simple Present dalam bentuk pasif. Contoh-contohnya:

  • I am studying English. (Saya sedang belajar Bahasa Inggris) — ‘am’ biasanya hanya digunakan untuk subjek saya atau I.
  • My room is cleaned every day. (Kamarku dibersihkan setiap hari) — ‘is’ biasanya digunakan untuk subjek seperti he, she, it, dan kata benda tunggal (singular) lainnya selain you.
  • The children are playing in the forest. (Anak-anak itu sedang bermain di hutan) — ‘are’ biasanya digunakan untuk subjek tunggal & jamak you serta jamak (plural) seperti we dan they, juga kata benda jamak lainnya.

‘was’ adalah bentuk lampau dari ‘am’ dan ‘is’ sementara ‘were’ adalah bentuk lampau dari ‘are’. Maka sebagai auxiliary, keduanya digunakan dalam Past Progressive, baik dalam bentuk aktif maupun pasif dan dalam Simple Past dalam bentuk pasif. Contoh-contohnya:

  • I was helping my mom when you called me yesterday. (Aku sedang membantu ibu saat kau meneleponku kemarin).
  • The bears were held in captivity before, and now they are free. (Beruang-beruang itu sebelumnya dikurung, dan sekarang mereka sudah bebas). — “the bears were held” pada kalimat ini merupakan contoh kalimat pasif (passive voice) dalam Simple Past.

‘being’ merupakan bentuk present participle (verb-ing) dari ‘be’, dan ‘been’ adalah bentuk past participle-nya (V3). Contoh:

  • The forest is being destroyed by irresponsible people. (Hutan itu sedang dihancurkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab). — penggunaannya bersamaan dengan auxiliary ‘is’, dan bisa dengan auxiliary lainnya. Sebagai auxiliary, ‘being’ biasanya digunakan untuk kalimat Progressive (Continuous) Tenses. Kalimat ini dalam bentuk pasif.
  • The forest has been destroyed by irresponsible people. (Hutan itu telah dihancurkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab). — penggunaannya bersamaan dengan auxiliary semua auxiliary ‘have’ untuk kalimat dalam Perfect Tenses.

have

‘had’ adalah bentuk past dan past participle dari ‘have’ dan ‘has’. Auxiliary verbs ini sering kita lihat penggunaannya pada semua Perfect Tenses. Contoh:

  • We have made an agreement to protect the forest together from illegal logging. (Kita telah membuat perjanjian untuk melindungi hutan bersama-sama dari pembalakan liar). — sebagai auxiliary, ‘have’ digunakan untuk subjek I, we, you, dan kata benda jamak lainnya pada Present & Future Prefect juga Present & Future Perfect Progressive, baik dalam bentuk aktif maupun pasif.
  • Benny has been talking with his girlfriend for two hours on the phone. (Benny telah mengobrol dengan pacarnya selama dua jam di telepon). — ‘has’ digunakan untuk subjek she, he, dan kata benda tunggal lainnya selain I, dan you pada Present & Future Perfect juga Present & Future Perfect Progressive, baik dalam bentuk aktif maupun pasif.
  • I had done my work before you came here. (Aku sudah menyelesaikan pekerjaanku sebelum kau datang kemari.) — ‘had’ untuk Past Perfect & Past Perfect Progressive, baik dalam bentuk aktif maupun pasif.

do

‘did’ merupakan bentuk lampau dari ‘do’ dan ‘does’. Ketiganya membantu dalam pembuatan kalimat negative (kalimat negatif) dan interrogative (kalimat tanya). Contoh:

  • Do you work at a tech company? (Apa kau bekerja di perusahaan teknologi?) — ‘do’ digunakan untuk subjek I, you, they, we, atau kata benda jamak lainnya pada Simple Present, baik kalimat negatif maupun kalimat tanya.
  • He does not know anything about the incident. (Dia tidak tau apa-apa tentang insiden itu). — ‘does’ digunakan untuk subjek she dan he atau kata benda tunggal lainnya pada Simple Present, baik kalimat negatif maupun kalimat tanya.
  • My school friends did not come to my birthday party last year. (Teman-teman sekolahku tidak datang ke pesta ulang tahunku tahun lalu) — ‘did’ untuk membentuk Simple Past, baik kalimat negatif maupun kalimat tanya.

Auxiliary atau Kata Kerja Biasa?

Hanya karena suatu kalimat mengandung kata-kata serupa di atas, bukan berarti kata tersebut berfungsi sebagai auxiliary. Selalu ingat, auxiliary verbs fungsinya sebagai kata kerja yang membantu kata kerja utama (full verbs) dalam membentuk kalimat yang diinginkan. Perhatikan contoh kalimat dengan kata ‘have’ berikut dengan dua fungsi berbeda:

  • I have a good answer for this question. (Aku punya jawaban bagus untuk soal ini). — ‘have’ di sini artinya ‘mempunyai’, yang berarti berfungsi sebagai kata kerja utama pada kalimat ini.
  • I have answered five questions so far. (Aku sudah menjawab lima soal sejauh ini). — di sini ‘have’ merupakan auxiliary, karena membantu kata kerja utama ‘answer’ untuk membentuk kalimat Present Perfect.

Contoh lainnya dengan kata ‘did’:

  • We did the calculation carefully. (Kami melakukan perhitungannya dengan berhati-hati). — sebagai kata kerja utama, artinya ‘melakukan’.
  • We did not calculate it carefully. (Kami tidak menghitungnya dengan hati-hati). — sebagai auxiliary yang membantu kata kerja utama ‘calculate’ untuk membentuk kalimat negatif bersama ‘not’.

Contoh dengan kata ‘is’:

  • She is a threat to our group. (Dia adalah ancaman bagi kelompok kita). — ‘is’ sebagai linking verb atau kata kerja yang menjadi penghubung subjek dan complement (pelengkap), kata kerja tapi bukan berupa aksi/tindakan.
  • She is threatening to kill me. (Dia mengancam akan membunuhku) — sebagai auxiliary yang melengkapi kata kerja ‘threaten’ untuk membuat kalimat Present Progressive.

Cukup jelas kan perbedaannya? Jangan sampai tertukar, ya! Di artikel lain, kita akan bahas mengenai modal verbs yang masih bagian dari auxiliary verbs. Masih semangat kan belajarnya?

Tags

Santi

Mahasiswa D3 Bahasa Inggris Politeknik Negeri Bandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close