Bahasa Indonesia

2 Contoh Teks Sejarah Lengkap

Sejarah pribadi menjadi salah satu hiburan bagi para pembacar, terutama sejarah pribadi dari seorang public figure yang memiliki beberapa kejadian-kejadian penting dalam hidupnya. Biografi publik figur seperti mantan Presiden Amerika, John F. Kennedy misalnya adalah contoh teks cerita sejarah pribadi yang digemari oleh pembaca. 

Contoh Teks Sejarah Pribadi

Teks sejarah yang menarik biasanya memiliki struktur yang baik seperti misalnya rangakaian peristiwa yang jelas sehingga orang dapat mudah memahami teks tersebut. Seperti contoh teks cerita sejarah berikut mengenai seorang pengusaha yang memiliki latar belakang masalah keluarga dan keuangan di masa kecilnya. 

Dibalik Sebuah Kesuksesan

Doni Pradana adalah seorang pengusaha sukses yang menjadi distributor alat tulis dan perlengkapan kantor yang cukup terkenal, selain itu kini usahanya juga telah merambat ke bidang properti seperti hostel murah di pesisir Lombok dan juga sebuah art shop atau toko oleh-oleh di kawasan Sumbawa. 

Namun dibalik sebuah kesuksesan tentu ada sebuah cerita perjuangan. Kesuksesan Doni di usianya yang ke 35 tahun bukan semata-mata diraihnya dengan mudah. Kehilangan keluarga dan teman adalah beberapa hal yang harus dilalui Doni hingga Ia menjadi sosok inspiratif anak muda masa kini. 

Doni Pradana lahir di Pekanbaru pada tanggal 9 Oktober 1984. Ia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Ayah dan Ibunya merupakan pedagang kain yang sering berpindah dari satu kota ke kota lainnya. Saat melahirkan Doni, kondisi keuangan keluarga Doni mulai menipis dan mereka sekeluarga harus mencari jalan lain untuk tetap bisa bertahan hidup. 

Nenek Doni yang saat itu berusia 72 kembali menikah untuk yang ke-4 kalinya pada seorang pria berkewarganegaraan Malaysia. Ibu Doni merasa ini adalah sebuah kesempatan untuknya membawa Doni dan kakak-kakaknya untuk tinggal dan bersekolah di Malaysia. Ayah Doni juga setuju mengenai hal ini dan mereka sekeluarga pindah ke negeri jiran. 

Mungkin memang sudah rejeki Ibu Doni untuk tinggal disana. Tidak lagi berdagang kain, kini Ibu Doni memiliki banyak teman warga Negara Malaysia yang membutuhkan babysitter atau pembantu. Tahun itu belum banyak warga Negara Indonesia yang menjadi TKI hingga ini dijadikan ladang emas oleh Ibu Doni.

Ibu Doni membuat sebuah agensi penyalur pembantu dengan membantu para TKI yang ingin bekerja di Malaysia. Ia menyediakan berbagai pelatihan hingga membantu membuatkan passport dan surat ijin kerja untuk para calon TKI. Uang yang didapatkan dari para pengguna jasa juga sangat banyak dan lebih dari cukup. 

Doni yang saat itu masih berusia 8 tahun hidup sangat berkecukupan. Apa yang Ia minta selalu diberikan oleh orang tuanya. Sering berjalan-jalan ke luar negeri dan memiliki berbagai macam barang mahal yang tak dimiliki anak lain merupakan kebahagiaan masa kecil Doni. 

Saat Doni menginjak usia 11 tahun, bisnis Ibu Doni mengalami sebuah masalah. Ibunya ditipu oleh salah satu koleganya sehingga semua pelanggan ibu Doni pergi dan tidak lagi mencari tenaga kerja melaluinya. Semua TKI yang telah dilatih juga diambil oleh koleganya yang jahat ini sehingga Ibu Doni tidak memiliki apapun yang tersisa.

Malang nasib Ibu Doni, saat Ia berada di puncak bisnisnya, Ia tidak memikirkan investasi sama sekali hanya memikirkan kesenangan belaka. Sekarang saat bisnisnya turun, tak ada yang tersisa. Bahkan rumahpun masih mengontrak dan harus membayar tiap bulannya, rumah sewaan yang sangat besar itu akhirnya harus ditinggalkan mereka. 

Mereka pindah ke sebuah rumah yang lebih kecil, saat itu Ibu Doni harus kembali lagi ke Indonesia untuk mencari tenaga kerja baru untuk membuat agensi baru lagi. Namun Ia memikirkan Doni yang pada saat itu masih duduk di bangku sekolah tidak mungkin bisa ikut ke Indonesia dan meninggalkan sekolahnya.

Akhirnya orang tua Doni menitipkan Doni kepada tantenya yang berada di Kuala Lumpur. Tante Tari adalah adik tiri dari Ibu Doni yang memiliki 3 orang anak hampir seusia dengan Doni. Ibu Doni berpesan bahwa dia hanya pergi selama 1 minggu dan nanti akan kembali menjemputnya lagi. Orang tua Doni kembali ke Indonesia dengan kedua kakak Doni. 

1 minggu berlalu, tapi Doni tak kunjung dijemput oleh orang tuanya. Ia selalu menanyakan keberadaan orang tuanya pada Tante Tari namun Tante Tari tidak pernah memberikan jawaban yang pasti. Saat itu juga belum ada telepon genggam sehingga untuk mengetahui kabar seseorang cukup sulit. 

2 minggu kemudian Ibu Doni datang seorang diri kerumah Tante Tari, namun bukan untuk menjemput Doni melainkan meminta ijin pada Tante Tari untuk menitipkan Doni lebih lama lagi karena untuk membuka ijin usaha baru membutuhkan proses yang cukup panjang. Hal ini membuat mereka harus tinggal di Indonesia lebih lama. 

Itu kali pertama Doni kecewa dengan Ibunya karena tidak turut membawanya ke Indonesia. Ibu Doni memberi pengertian bahwa Ia tak ingin Doni meninggalkan sekolahnya di Malaysia atau sekedar mengambil cuti sekolah. Ia mengatakan bahwa pendidikan tidak boleh ditinggalkan dan harus selalu menjadi prioritas. 

Lama kelamaan Ibu Doni semakin jarang kembali ke Malaysia. Tante Tari juga saat itu tertimpa masalah karena mengetahui suaminya berselingkuh. Tante Tari yang sedih dan emosi melampiaskan semuanya pada Doni. Ia menjadi bulan-bulanan dirumah Tante Tari, Doni harus tidur dilantai dan hanya boleh makan makanan sisa semalam. 

Doni yang saat itu mulai beranjak dewasa dan mengerti, melakukan perlawanan terhadap Tante Tari hingga akhirnya Doni memutuskan untuk pergi dari rumah tersebut. Beruntung ada seorang sahabatnya yang berkecukupan mau membantu Doni. Orang tua dari teman Doni ini memberikan tempat tidur yang layak dan makanan yang cukup.

Tak berhenti disana, ternyata kakak dari sahabatnya ini adalah seorang pengguna narkoba yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Doni dirumah. Seketika dengan sifat kakaknya yang jahat itu, Doni difitnah mencuri sejumlah uang dirumah mereka. Tentu saja orang tua mereka merasa kecewa dan mengusir Doni. 

Saat itu orang tua Doni tidak tahu bagaimana keadaan Doni. Orang tuanya bagai hilang ditelan bumi setelah satu bulan tidak kembali ke Malaysia. Doni hidup luntang lantung berkunjung ke rumah satu saudara ke saudara lainnya. Bahkan terkadang dia harus dijalan dan tidak bersekolah karena tidak memiliki biaya. 

Singkat cerita, kedua orang tua Doni akhirnya menjemput Doni untuk pindah ke Jakarta dan terpaksa meninggalkan sekolahnya di Malaysia. Doni menceritakan semua yang Ia alami di rumah Tante Tari namun tidak ada seorangpun yang mempercayai ceritanya. 

Sesampai di Jakarta alangkah terkejutnya Doni bahwa mereka sekeluarga hanya tinggal dirumah petak kecil dengan Ibu dan Ayahnya yang ternyata pagi-pagi berjualan lontong sayur demi menambah penghasilan. Kakak perempuannya berhasil diterima kerja disebuah perusahaan swasta namun penghasilannya tidak cukup untuk menanggung biaya mereka.

Kakak laki-laki Doni yang tidak memiliki keterampilan apapun hanya diam saja dirumah. Bertambahlah masalah dirumah karena rumah yang sempit itu dihuni oleh 5 orang. Setiap hari ada saja pertengkaran yang mereka lalui hingga akhirnya Doni memutuskan untuk pergi dari sana dan mencoba mencari kerja dan tempat tinggal sendiri. 

Ia menjual satu-satunya barang berharga yang Ia bawa dari Malaysia ke Jakarta yakni sebuah jam tangan yang hanya dihargai 700.000 rupiah saat itu. Padahal harga sebenarnya hampir 10 kali lipat. Karena sudah putus asa, Doni menerima uang tersebut. 250.000 Ia jadikan sebagai jaminan saat mencari sebuah kost kecil. 

Ia berjanji pada pemilik kost akan membayar seusai dia gajian nanti jika sudah diterima kerja. 450.000 Ia pegang untuk modal membuat surat lamaran, uang transport dan uang makan. Mencari kerja ternyata tidak semudah itu, apalagi dia tumbuh besar di Malaysia jadi cukup terkendala dari segi bahasa meskipun Ia sebenarnya warga Negara Indonesia. 

Akhirnya Doni mendapat pekerjaan sebagai penjaga gudang di sebuah toko baju dengan gaji yang cukup jika hanya menanggung dirinya sendiri. Ia berjanji akan bekerja serajin mungkin agar bisa menghidupi Ayah dan Ibunya. Ia mulai bekerja dari jam 7 pagi hingga pukul 5 sore dan hanya mendapat libur satu kali dalam seminggu. 

Setelah bekerja hampir setahun, Doni dipanggil oleh pihak hrd karena kinerjanya yang bagus. Ia dijanjikan untuk mendapatkan promosi untuk naik ke level asisten supervisor toko. Tentu saja kenaikan jabatan Doni yang begitu cepat ini mengundang iri dari rekan kerjanya. Tanpa sepengetahuan Doni mereka memfitnah bahwa Doni telah banyak mencuri barang di gudang.

Ketika loker Doni diperiksa, ternyata banyak barang yang sudah diletakkan pada saat Doni libur sehingga membuat Doni terbukti bersalah. Awalnya pihak kantor akan membawa urusan ini ke kantor polisi, namun mereka berdamai dan Doni yang tetap bersikukuh bahwa Ia tak bersalah akhirnya harus merelakan pekerjaannya.

Perlahan Doni mulai kehilangan semua harta miliknya karena tidak memiliki pekerjaan dan cukup sulit untuk mendapatkan pekerjaan baru. Bertahun-tahun Doni kembali hidup susah berganti pekerjaan mulai dari kenek bus, cleaning service hingga pengamen untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. 

Doni telah kehilangan kontak dengan keluarganya karena tidak memiliki handphone atau alat komunikasi lainnya. Terakhir Doni mencari orang tuanya ke tempat kontrakan yang dulu mereka sudah tidak tinggal disana lagi. Doni merasa keluarganya ternyata tidak pernah membutuhkannya. Ini yang membuat Doni semakin bersedih dengan keadaan hidupnya.

Tepat waktu itu 3 tahun sudah Doni hidup dengan pemasukan yang tidak jelas, sampai akhirnya dia bertemu dengan Pak Hilman, seorang pelanggan di bengkel cuci motor tempatnya bekerja. Pak Hilman yang melihat Doni sangat rajin dan selalu berada di bengkel merasa iba hingga Ia menawarkan sebuah pekerjaan. 

Pekerjaannya saat itu adalah menawarkan perlengkapan alat tulis kantor yang dimiliki oleh Pak Hilman. Ternyata Pak Hilman adalah seorang distributor alat tulis dan alat kantor yang telah lama membuka usaha di bidang ini. Doni yang saat itu mau untuk mengerjakan apapun tentu lebih semangat saat ditawari pekerjaan ini.

Pak Hilman bukan saja memberikan pekerjaan, tapi juga memberikan bermacam hal lain seperti kendaraan dan mess untuk tempat tinggal Doni sementara Ia bekerja disana. Dengan keuletan serta sifat pekerja keras Doni, akhirnya Ia selalu mencapai target setiap berjualan alat tulis ke toko-toko kecil. Bahkan kadang melebihi target yang telah ditentukan. 

Hal ini tentu membuat Pak Hilman kagum dan mempromosikannya sebagai area manager untuk penjualan alat tulis kantor. Singkat cerita, Pak Hilman memiliki seorang anak perempuan yang cantik dan usianya tak berbeda jauh dari Doni. Mereka pun dijodohkan dan menikah atas dasar suka sama suka.

Sayang orang tua dari Doni tidak diketahui keberadaannya. Doni mencari keluarganya kembali ke Malaysia dengan mengunjungi Tante Tari, namun Tante Tari juga tidak mengetahui keberadaan orang tua atau keluarga Doni yang lainnya. Pernikahan Doni dan Elsa, anak dari Pak Hilman tetap dijalani meskipun tanpa kehadiran kedua orang tua Doni. 

Semenjak menikah dan mulai mengurus usaha Pak Hilman yang kini menjadi mertuanya, omset usaha Pak Hilman semakin meningkat. Rejeki silih berganti datang hingga Doni menjadi sukses seperti sekarang. Namu saying, hingga kini Doni masih mencari keberadaan keluarganya yang dulu Ia tinggalkan. 

Contoh Teks Sejarah berupa Catatan Sejarah

Sama halnya dengan biografi atau auto biografi, catatan sejarah juga merupakan salah satu contoh teks cerita sejarah. Catatan sejarah biasanya menceritakan tentang rangkaian peristiwa yang membuat sesuatu memiliki nilai sejarah. Misalnya seperti sejarah hari ibu dibawah ini. 

Sejarah Hari Ibu

Siapa yang selalu memperingati hari Ibu dengan memberikan Ibu hadiah-hadiah manis sebagai tanda terima kasih? Kasih sayang Ibu memang tidak dapat diukur dengan materi namun menghadiahi Ibu dengan barang-barang yang Ia inginkan atau butuhkan dapat memberikan senyum di hari yang diperingati satu tahun sekali ini. 

Hari Ibu pertama kali dicetuskan di Amerika Serikat pada tahun 1914 dan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Namun berbeda dengan Indonesia yang merayakannya tiap tanggal 22 Desember, Amerika Serikat dan beberapa Negara lain memperingatinya setiap minggu kedua pada bulan Mei. 

Hari Ibu di Indonesia pertama kali diresimkan pada tanggal 16 Desember 1956. Di keputusan Presiden juga menegaskan bahwa hari ibu merupakan perayaan nasional untuk mengenang jasa-jasa pahlawan perempuan lainnya selai R A Kartini. R A Kartini sendiri telah memiliki perayaan yakni di tanggal 21 April. 

Hari Ibu di Indonesia pertama dirayakan tepat pada hari pembukaan kongres perempuan ke 25. Hari Ibu biasanya dirayakan dengan aneka lomba mulai dari lomba ibu dan anak, lomba memasak atau parade kebaya. Selain itu acara tukar kado juga sering kali menjadi pengisi acara pada saat perayaan hari Ibu. 

Kini, di era digital banyak promosi tempat makan maupun berbelanja online yang memberikan diskon pada hari ibu. Hari Ibu kini juga sempat dijadikan ajang pamer di sosial media seperti siapa yang memberikan hadiah termahal atau terbaik pada ibunya. Hal ini tak patut dicontoh karena menghilangkan esensi dari Hari Ibu. 


Sekian info tentang 2 Contoh Teks Sejarah Lengkap.

Informasi yang kami ambil merupakan info resmi dari laman UGM .Untuk konsultasi mengenai pendidikan atau lebih spesifiknya tentang materi sekolah . Kamu dapat menghubungi kami lewat akun instagram kami ya. Silakan klik disini untuk menghubungi kami lewat instagram.

Jangan lupa juga untuk subscribe newsletter dan mailing list kita untuk dapatkan info update yang akan kami kirim melalui browser notification dan email kamu.

Terima Kasih

Semangat mengejar cita-citamu yaa sobat Edura!

Abid Ra

Writer, Business Enthusiast, and Traveler

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close